📰 News i read

🔗 RSS Feed

Bulla Kepausan Unam Sanctum

graphe-ministry Apr 18, 2026 · 08:29
Sumber: www.wayoflife.org Contoh kesombongan para paus di masa lalu adalah proklamasi yang dikeluarkan pada tahun 1302 oleh Paus Bonifasius VIII yang berjudul Unam Sanctum (Satu Yang Kudus). Raja Philip IV dari Prancis dan Edward I dari Inggris, yang lelah dengan … Continue reading →

Mahkota Kepausan

graphe-ministry Apr 18, 2026 · 08:27
Sumber: www.wayoflife.org Otoritas yang diklaim oleh paus selama berabad-abad dilambangkan oleh tiara kepausan. Ini adalah mahkota putih seperti helm yang terbuat dari emas dan perak, dihiasi dengan batu permata dan mutiara, dikelilingi oleh tiga cincin, dengan salib kecil di bagian … Continue reading →

Presiden vs Paus

graphe-ministry Apr 18, 2026 · 08:24
Sumber: www.wayoflife.org Presiden AS Donald Trump dan Paus Leo XIV telah saling melontarkan kritik tajam. Paus menyerukan diakhirinya perang Iran dan menyatakan bahwa “delusi kemahakuasaan” adalah faktor pendorongnya. Paus berkata, “Cukup sudah perang.” Trump menyebut Paus “lemah dalam menangani kejahatan … Continue reading →

Ikan Instan

graphe-ministry Mar 28, 2026 · 05:42
Sumber: www.creationmoments.com Bayangkan Anda ingin menangkap ikan, tetapi yang Anda lihat hanyalah pasir kering. Sudah lama tidak hujan, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Sekarang bayangkan Anda juga memiliki sebuah truk tangki besar berisi air. Jadi Anda memompa air keluar dari … Continue reading →

Iman Permen

graphe-ministry Mar 27, 2026 · 22:03
Sumber: www.wayoflife.org mengambil dari The Disntr [The Disntr adalah situs reformed yang konservatif. Kita tidak setuju dengan theologi Reformed, walaupun ada banyak hal yang konservatif yang cukup baik yang mereka sampaikan] Konon, jika Anda ingin melihat suhu teologis gereja-gereja Amerika … Continue reading →

Hewan Tidak Membutuhkan Teknologi

graphe-ministry Mar 21, 2026 · 04:07
Sumber: www.creationmoments.com Ketika kita membandingkan diri kita dengan banyak makhluk hidup lain di Bumi ini, kemampuan kita tidak terlalu mengesankan. Seekor unta dapat membawa beban 1.000 pon sejauh 30 mil melintasi gurun setiap hari. Sebagai manusia, saya merasa lelah bahkan … Continue reading →

Baptis Selatan Tahun 1920-an dan 1930-an

graphe-ministry Mar 14, 2026 · 01:46
Sumber: www.wayoflife.org Lahir pada tahun 1949, saya (Dr. David Cloud) dibesarkan di gereja-gereja Baptis Selatan, dan sebagian besar kerabat saya adalah Baptis Selatan. Gereja-gereja itu suam-suam kuku dan secara spiritual tidak berdaya: lalai dalam penginjilan anak-anak, lalai dalam kehati-hatian menerima … Continue reading →

Fakta Dasar Tulang

graphe-ministry Mar 7, 2026 · 07:59
Sumber: www.creationmoments.com Ketika seorang insinyur membangun sebuah gedung, jembatan, atau struktur lainnya, ia harus membangunnya sedemikian rupa sehingga dapat menahan gaya regangan dan gaya tekan. Dalam merancang struktur untuk menahan kedua jenis gaya ini, ia harus mengantisipasi seberapa besar masing-masing … Continue reading →

Uskup Agung Favorit Billy Graham Hampir Menjadi Santo

graphe-ministry Mar 6, 2026 · 04:59
Sumber: www.wayoflife.org Gereja Katolik sedang mengarahkan Uskup Agung Fulton Sheen menuju status Santo, karena Vatikan telah menyetujui “beatifikasi”-nya, di mana ia akan dinyatakan sebagai “Beata” (“Yang Terhormat Fulton Sheen,” National Catholic Register, 9 Februari 2026). Ketika Sheen meninggal pada Desember … Continue reading →

Kristen harus Fanatik Alkitab saja!

Yesus Tuhan Jan 5, 2024 · 07:46

Bahasa Inggris fanatik = zealot, zealous, cemburu, berasal dari akar kata Yunani zelotes (g2207), zeloo (g2206), zelos (g2205), zeo (g2204), yang menurut kamus Thayer = burning with zeal, terbakar, berkobar-kobar dengan semangat, dan desire earnestly, pursue, berhasrat, menginginkan dengan tulus, giat, rajin mengejar.

eh ada cemburu! banyak orang berpikir cemburu itu hanya negatif, tapi dalam konteks tertentu bisa menjadi hal yang sangat positif. bayangkan kita melihat suami yang tidak cemburu melihat isterinya didekati pria asing…

fanatik Firman Tuhan = tulus, rajin, giat, semangat, berhasrat, berkobar-kobar, ingin melakukan Firman Tuhan, menyatakan apa yang salah tidak sesuai Firman Tuhan, memberitakan Injil Kebenaran, menyenangkan hati Tuhan Yesus yang sudah memberikan nyawa-NYA untuk kita semua.

Yesus fanatik akan Bait Allah. Yoh2:17
Bait dan tubuh-NYA harini adalah kita, jemaat.
Janganlah kita membangkitkan cemburu-NYA, terutama dengan berhala!
Bahkan dalam banyak hal kita tidak boleh sabar dan harus cemburu. 2Kor11.
misal saat melihat orang mengaku ‘kristen’ tapi kok ke kuil ini itu, ke gunung kawi, sembahyang jenazah/ghoib/haloween, cheng beng, misa, hadap yang kotak atau yang botak, patung yang ganteng atau yang cantik, semua ikut-ikut aja, padahal Tuhan sangat cemburu dan melarang bahkan sangat membenci semua itu!

Simon disebut orang zelot, fanatik.
Paulus perintahkan untuk fanatik. Rom12:11
Tuhan menguduskan umat yang fanatik. Tit 2:14
Tuhan memerintahkan untuk fanatik. Wahyu 3:19

Kalau kamu tidak fanatik dan suam-suam kuku, kamu akan dimuntahkan. Wah3:16

hati-hati! jangan salah langkah. fanatik harus dengan pengertian yang benar. Rom10:2; Ams19:2
Apolos yang fanatik tapi kurang pengetahuan harus diajar lagi oleh Akwila dan Priskila. Kis18
Sebelum bertobat, Paulus pernah fanatik tanpa pengertian yang benar sehingga dia menganiaya orang Kristen. Kis22. dan fanatik tradisi. Gal1:14
Paulus menegor jemaat Korintus fanatik bahasa Roh. 1Kor14:12
Paulus menegor jemaat Galatia fanatik pada orang berkarisma (karismatik). Gal4:17

jangan salah fanatik seperti jemaat Korintus, Galatia, atau Paulus sebelum bertobat!
periksa kembali ke Alkitab saja, seperti Apolos dan Paulus yang terus belajar dan siap diajar Firman Tuhan.

selalu cek dan re-cek apakah kamu sudah fanatik sesuai satu-satunya Firman Tuhan, Alkitab saja!

2 Korintus 11:2-4 (TB)  Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Mazmur 119:97-100 (TB)  Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.
Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.
Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

* https://truelyfanatic.wordpress.com
* https://alkitab.sabda.org/strong.php?id=2206
* https://alkitab.sabda.org/strong.php?id=2207
* https://alkitab.sabda.org/strong.php?id=2208

* join https://tiny.cc/tgmerdeka

Resolusi 2022 “Bergaul dengan Tuhan setiap hari”

Theopneustos Jan 5, 2022 · 23:10

Pernahkah Anda berpikir, Tuhan dapat bergaul dan menjadi sahabat kita. Jika tidak pernah, itu artinya Anda belum tahu kalau Alkitab mencatat Adam berjalan-jalan bersama Tuhan di taman Eden. Itu artinya Anda juga tidak tahu bahwa Alkitab mencatat Abraham adalah sahabat Allah. Dan Anda tidak tahu bahwa, Tuhan Yesus disebut sahabat orang berdosa.  

Mengapa kita tidak pernah berpikir “kalau kita dapat bergaul dengan Tuhan?” Karena selama ini mungkin kita berpikir mengenai “tuhan” yang salah. Tuhan yang salah adalah “tuhan” yang tidak pernah ada. Tuhan yang tidak pernah ada, tentu tidak bisa bergaul dengan manusia.

Alkitab mencatat bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatu adalah untuk Dia. Tuhan menciptakan manusia agar manusia dapat bersekutu dengan-Nya. Bersekutu dengan Tuhan adalah tujuan manusia diciptakan. Berbincang-bincang dengan Tuhan layaknya seorang sahabat karib berbincang, itulah yang Tuhan inginkan dari  manusia.

Manusia adalah objek kasih Tuhan. Manusia ada untuk mengasihi Tuhan. Kasih hanya dapat diwujudkan jika ada pribadi yang dikasihi. Manusia adalah pribadi yang dapat dikasihi karena ia memiliki kehendak, pikiran dan perasaan.

Tuhan menciptakan mahluk yang berkehendak, sama seperti Dia memiliki kehendak. Kehendak Tuhan adalah agar manusia memiliki kehendak, yang dapat memutuskan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya tanpa paksaan dari luar dirinya. Tuhan tidak pernah memaksakan kasih-Nya, Dia hanya menawarkan kasih-Nya kepada semua orang, apakah orang itu akhirnya percaya atau tidak, itu tergantung kehendak orang itu sendiri.

Dalam menyatakan kasih-Nya Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya kepada manusia. Karena kehendak yang dipaksakan adalah pemerkosaan. Dan kita tahu, Allah bukanlah pemerkosa ilahi. Kehendak manusia Tuhan yang rancang, tetapi keputusan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. 

Kita akan melihat tiga tokoh yang hidupnya bergaul dengan Tuhan.

Tokoh pertama kita adalah Adam. Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan baru kemudian Hawa. Adam menjadi mandataris Tuhan dalam mengurus bumi. Ia yang memberikan nama kepada semua binatang dan mengurus taman Eden.

Selain mengurus taman Eden, Adam juga bersekutu dengan Tuhan. Tuhan bersama-sama dengan Adam jalan bersama di sore hari. Tidak ada hal yang memisahkan mereka. Adam terbuka di mata Tuhan. Tidak ada sesuatu yang curang dalam diri Adam. Kejadian 3:8 “Allah berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk”

Sampai akhirnya Adam jatuh ke dalam dosa, Tuhan pun tidak dapat menjalin hubungan dengan Adam lagi, karena dosa memisahkan mereka. Tuhan itu kudus, karena kekudusan-Nya Dia tidak dapat bersatu dengan manusia berdosa.

Dari Adam kita belajar bahwa manusia pertama diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Tuhan, akrab dan bergaul dengan Tuhan. Tuhan menciptakan manusia untuk bersekutu dengan-Nya, berjalan bersama dengan Tuhan.

Tokoh kedua kita adalah Abraham. Abraham memiliki gelar “Bapa orang beriman.” Selain gelar itu, Abraham juga disebut sebagai “sahabat Allah”. Yakobus 2:20 mencatat, “Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Alkitab sudah mencatat bahwa Abraham adalah sahabat Allah itu artinya betapa dekatnya hubungan Abraham dengan Tuhan. Disepanjang Alkitab, Abraham selalu taat, saat Tuhan berfirman kepadanya, bahkan untuk mengorbankan anaknya pun ia rela. Itu sangkin percayanya Abraham kepada Allah.

Tuhan pernah makan dikemah Abraham. Ini juga salah satu bukti kedekatan Abraham dan Tuhan. Saat itu Tuhan dan dua malaikat-Nya menjadi manusia. Mereka mendatangi Abraham dikemahnya. Kedatangan Tuhan kepada Abraham hendak memberitahu bahwa kota Sodom dan Gomora akan dihancurkan. 

Saat kota Sodom dan Gomora akan Tuhan hancurkan, Abraham melakukan tawar menawar dengan Tuhan sebanyak lima kali, untuk membebaskan kota Sodom dan Gomora dari kehancuran, tetapi karena tidak didapati 10 orang benar di kota itu maka Tuhan menjatuhkan hukuman.

Tokoh ketiga kita adalah Tuhan Yesus. Saat Tuhan Yesus ada di bumi, Dia bergaul dengan mereka yang disingkirkan dari masyarakat karena terkenal jahat dan berdosa. Kelompok orang-orang seperti ini seperti pemungut cukai, pelacur dan penjahat. Mereka suka berada dekat dengan Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus tidak memusuhi mereka.

Suatu kali Tuhan Yesus diundang oleh Lazarus ke rumahnya. Lazarus adalah seorang pemungut cukai. Seorang pemungut cukai adalah orang jahat di pemandangan masyarakat saat itu karena mereka sering memeras rakyat. Tetapi saat itu juga terjadi pertobatan, Lazarus memberikan setengah dari hartanya dan mengembalikan empat kali lipat dari orang yang pernah ia peras.

Tuhan Yesus juga mau diminyaki oleh perempuan pelacur di tengah-tengah sebuah perjamuan makan. Dia tahu siapa perempuan itu tetapi Dia membiarkan perempuan itu meminyaki kepala-Nya. Sekalipun orang-orang agamawan yang bersama-sama dengan-Nya gusar, Dia sama sekali tidak peduli. Tindakan Tuhan Yesus ini adalah bukti bahwa Dia mengasihi manusia berdosa.

Matius 11:19 mencatat, “Ia sahabat orang berdosa”. Tuhan Yesus sahabat orang-orang yang dipandang sebelah mata di masyarakat. Tuhan Yesus dekat dengan mereka untuk memberitakan kabar baik kepada mereka bukan untuk ikut perilaku mereka. Tuhan Yesus tidak berdosa karena Dialah Mesias juruslamat dunia dan terutama Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia.

Apa yang kita pelajari dari ketiga pribadi di atas adalah:

  1. Manusia bisa menjadi sahabat Allah (Abraham)
  2. Karena pada awalnya manusia diciptakan untuk bersekutu dengan Allah (Adam)
  3. Allah datang ke dalam dunia untuk bersahabat dengan manusia berdosa (Tuhan Yesus)

Jika ada manusia yang masih berpikir bahwa dia tidak dapat hidup dekat dengan Allah dan tidak bisa berbincang-bincang dengan Allah itu artinya memang dia tidak mau tahu terhadap fakta-fakta yang telah diuraikan di atas.

Atau dosa-dosanya masih menarik dia, dosa-dosanya masih menuduh dia. Tuduhan ketidaklayakan, karena dirinya penuh dengan dosa, membuatnya tidak menerima fakta bahwa manusia bisa bersahabat dengan Allah.

Atau besar kemungkinan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Orang yang tidak percaya Tuhan bisa menjadi sahabat manusia adalah karena dihalangi oleh keyakinannya. Karena dalam keyakinannya Tuhan tidak mungkin bersahabat dengan manusia berdosa, tetapi hal itu, sudah dijawab di atas (Abraham adalah sahabat Allah).

Lalu, bagaimana manusia saat ini dapat bergaul dengan Allah? Manusia dapat bergaul dengan Allah dengan cara membaca firman-Nya. Dengan membaca Alkitab, Tuhan berbicara kepada kita, karena Alkitab adalah perkataan Tuhan.

Jadi, di tahun 2022 ini kita dapat bergaul dengan Tuhan setiap hari. Bergaul dengan Tuhan setiap hari dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja karena Tuhan itu Roh. Tuhan yang adalah Roh tidak dibatasi oleh tempat dan waktu.  Karena itu Dia dapat ditemui kapan saja dan di mana saja.

Inilah saatnya untuk mengadakan resolusi di tahun 2022 ini. Resolusinya adalah “Bergaul dengan Tuhan setiap hari”. Ini dapat dilakukan dan Tuhan pun ingin manusia mendekat kepada-Nya.

Kekudusan Jemaat Lokal

Theopneustos Jan 5, 2022 · 22:19

Tuhan menghendaki agar jemaat-Nya kudus (Efesus 5:27), sebab Dia kudus (I Petrus 1:16). Kekudusan  jemaat Kristus adalah faktor utama yang Tuhan dambakan dari tubuh-Nya. Kudus artinya terpisah dari dosa/kecemaran. Bagaimana jemaat Kristus mempraktekkan serta menjaga kekudusannya? Kekudusan jemaat dapat dilakukan dengan menerapkan “Separasi (Pemisahan)” dan “Disiplin jemaat”.

Separasi (Pemisahan) Jemaat.

Jemaat Kristus harus terpisah dari semua hal yang mengkhamiri dan mencemari kekudusannya. Karena jemaat adalah kumpulan orang-orang percaya yang sudah dilahirkan kembali maka jemaat harus menjaga kekudusan secara bersama-sama.

A. Secara Jemaat.

1). Terhadap keyakinan atau ajaran agama lain.

Jemaat lokal harus memisahkan diri dari persekutuan dengan ajaran agama apapun (II Kor. 6:15-16). Agama lain adalah saudara dalam hal berbangsa dan ada juga dalam keluarga tetapi tidak saudara secara rohani. Jemaat Kristus tidak boleh mencemari kekudusannya dengan berdoa bersama-sama umat agama lain. Kita menjunjung tinggi kebebasan beragama tetapi menentang pencemaran iman.

2). Terhadap jemaat lokal lain yang berbeda ajaran.

Tubuh Kristus bersatu dalam kebenaran bukan dalam kesesatan (Yoh.17:22). Jemaat lokal tidak bersekutu dengan jemaat yang berbeda ajaran. Jemaat lokal bisa saja bersekutu atau berbakti bersama-sama dengan gereja lokal lainnya tapi yang ajarannya Alkitabiah. Terhadap gereja yang ajarannya menyimpang jemaat lokal harus memisahkan diri dari mereka. Jangan mengkhamiri kebenaran atas dasar kebersamaan atau kasih. Kasih yang benar harus dalam kebenaran bukan dalam kesesatan. Bersekutu dengan gereja yang ajarannya tidak Alkitabiah sama dengan mengkompromikan iman.

3). Terhadap pemerintah.

Jemaat sebagai warga negara yang baik, taat pemerintah (tertib dan bayar pajak) Roma 13:1. Tetapi dalam hal kepercayaan, negara tidak boleh mencampuri iman/ajaran jemaat. Negara hanya menertibkan, dan melindungi setiap warga dalam keyakinan mereka.

4). Terhadap bantuan.

Jemaat lokal membiayai sendiri kebutuhan pelayanan jemaat. Jemaat lokal tidak menerima bantuan dari pemerintah, agama lain atau dari jemaat lokal lain yang berbeda ajaran (3 Yoh.1:7; Ams 21:27). Ini bukan soal “menolak kebaikan hati orang lain”, tetapi ini mengenai ajaran yang harus diterapkan jemaat. Jemaat lokal hanya menerima bantuan dari jemaat lokal lain yang satu ajaran (Roma 15:26). Ada perbedaan saat seseorang sebagai warga negara dengan saat dia sebagai anggota sebuah jemaat lokal. Sebagai seorang warga negara dia boleh menerima bantuan sosial dari pemerintah tetapi  jemaat tidak  menerima bantuan dari pemerintah untuk mendukung pelayanan jemaat. Gereja juga tidak boleh membuat para  church (Panti Asuhan, Toko Buku, Panti Jompo, dll) menjadi sumber keuangan. Gereja yang seharusnya mendanai para church tersebut karena para church tersebut di bawah gereja. Aneh, saat ini banyak sekali gereja membuat Yayasan menjadi sumber bisnis mereka.

B. Secara Pribadi.

Jemaat terdiri atas pribadi-pribadi orang percaya, karena itu, secara pribadi dia  juga harus menjaga kekudusan, menjauhkan diri dari:

1). Pertemanan yang buruk.

Orang percaya sebagai ciptaan baru harus menjauhkan diri dari pergaulan yang buruk (I Kor. 15:33). Dia harus menyadari bahwa imannya yang benar itu dapat terkikis oleh pergaulan yang buruk. Karena itu adalah bijak jika ia memilih teman-teman yang baik dan benar.

2). Kecemaran pribadi.

Orang percaya masih bisa jatuh dalam dosa karena itulah Tuhan perintahkan agar mengejar kekudusan (Ibr.12:14). Orang yang telah dilahirkan kembali tidak candu terhadap rokok, terhadap minuman yang memabukkan, terhadap pornografi, terhadap games, dsbnya.

Saat seseorang sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruslamat pribadinya, hidupnya sudah berubah, pikirannya sudah diperbaharui oleh Roh Kudus. Tetapi jika seseorang belum dilahirkan kembali, semua hal di atas tidak dapat dia terima dan lakukan. Karena sebenarnya dia bukanlah orang yang beriman kepada Tuhan. Mungkin saja orang seperti ini beragama Kristen tetapi kehidupannya jauh dari firman Tuhan. Intinya orang yang masih hidup di dalam daging tidak akan paham dengan aturan-aturan rohani yang Tuhan nyatakan dalam jemaat-Nya.

Disiplin Jemaat (Ibrani 12:10).

Kekudusan jemaat lokal dapat dipertahankan, jika jemaat menerapkan disiplin terhadap anggota yang melanggar aturan. Jemaat lokal memiliki aturan untuk ditaati, sebagaimana sebuah keluarga atau negara memiliki aturan untuk dilakukan bersama, demikian juga halnya dengan jemaat Kristus.

Jemaat lokal menerapkan disiplin bagi anggota yang melanggar aturan jemaat (I Kor.5:5,8) karena Alkitab memerintahkannya dan Tuhan Yesus memberikan contoh mengenai disiplin. Tuhan mendisiplin orang yang Dia akui sebagai anak (Ibr.12:6-8), karena itu disiplin adalah sebuah didikan yang baik. Angota jemaat yang tidak mau menerima disiplin, biasanya adalah orang yang tidak mau dididik dengan benar. Ini mencemari kekudusan jemaat, karena itulah orang seperti ini harus dikeluarkan dari keanggotaan jemaat.

Gereja Lokal harus memperhatikan beberapa  hal dalam menjaga kekudusan jemaat:

  1. Dalam hal keuangan.

Sebuah gereja harus memegang prinsip “keuangan jemaat harus diketahui jemaat”. Keuangan tidak boleh  hanya diketahui oleh gembala dan diaken saja, mereka ini hanya pengelolah, mereka bukan pemilik keuangan jemaat. Keuangan yang tidak transparan tidak dibenarkan dalam jemaat yang menjunjung tinggi Alkitab. Kalau dalam hal uang saja tidak jujur (transparan) bagaimana mereka berbicara mengenai kebenaran?

2. Dalam hal jumlah jemaat.

Agar kekudusan jemaat tetap terjaga, jumlah anggota dalam sebuah gereja harus dibatasi. Prinsip penggembalaan harus  diterapkan “Gembala mengenal jemaat dan jemaat mengenal gembala”. Aneh sekali jika seorang jemaat tetap bangga dengan gedung yang besar dan jumlah jemaat yang ribuan sementara dia sendiri tidak dikenali oleh gembalanya (pendetanya) dan jemaat tidak saling mengenal satu dengan yang lain.

3. Dalam hal kehadiran.

Jemaat yang kudus haruslah jemaat yang berbakti bersama-sama secara rutin sesuai dengan kesepakatan bersama tiap minggu. Adalah gereja yang tidak teratur jika seorang anggota jemaat tidak datang ke gereja sampai dua atau tiga bulan atau bahkan setengah tahun tetapi masih tetap dianggap sebagai bagian dari jemaat. Orang Kristen yang sudah lahir baru tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan jemaat.

4. Dalam hal pertobatan.

Pertobatan adalah karya Roh Kudus dalam diri seseorang, pertobatan tidak dapat ditentukan oleh siapapun. Gereja tidak boleh mengambil peranan Roh Kudus dalam melahirbarukan seseorang dengan cara membuat program pertobatan. Gereja hanya menyerukan pertobatan serta memberitakan tentang  Injil keselamatan yang Tuhan sudah kerjakan di kayu Salib. Tidak boleh seorang pun berpikir bahwa dia dapat melahirbarukan seseorang, itu adalah peranan Roh Kudus. Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosa dan manusia merespon teguran Roh Kudus tersebut.

5. Dalam hal penerimaan menjadi anggota jemaat.

Identitas beragama Kristen bukan syarat untuk menjadi anggota jemaat, syarat menjadi anggota jemaat adalah harus sudah dilahirkan kembali (lahir baru). Pengakuan percaya seseorang haruslah dibuktikan oleh pengetahuannya tentang firman yang benar dan tindakan iman yang dapat dilihat oleh jemaat, setelah itu dia boleh diterima menjadi anggota jemaat.

6. Dalam hal ketertiban berbakti.

Jemaat yang kudus adalah jemaat yang berbakti dengan sopan dan teratur (1 Kor. 14:40). Ketertiban merupakan keinginan Roh Kudus, sementara kebaktian yang urakan adalah pekerjaan setan dan keinginan hati manusia. Saat berbakti cara berpakaian orang-orang percaya haruslah sopan dan rapi. Musik yang digunakan haruslah lurus, tidak mengikuti pola musik dunia dan lirik lagu dalam jemaat haruslah benar.

Kepustakaan:

1. Jeffrey Khoo, Biblical  Separation: Doctrine of Church Purification and Preservation (Far Eastern  Bible College  Press, 2004).

2.  Ernest D. Pickering, Tragedy Of Compromise: The Origin and Impact of the New Evangelicalism (Bob Jones  University, 1994).

3.  Jerry Bridges,  The Discipline of Grace (Pionir Jaya, 2006).

“Jemaat Yang Alkitabiah”

Theopneustos Jan 4, 2022 · 02:23

Jemaat berasal dari bahasa Yunani Ekklesia artinya orang-orang yang dipanggil keluar dari gelap kepada terang Kristus. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef. 1:23), tiang penopang dan  dasar kebenaran (I Tim. 3:15). Sebagai sebuah jemaat, orang percaya diperintahkan agar mengadakan pertemuan-pertemuan jemaat (Ibr. 10:25). Kata “Jemaat” tidak pernah mengacu pada satu orang percaya, kata “Jemaat” selalu mengacu kepada kumpulan orang-orang percaya di suatu tempat. Gereja adalah gedung tempat jemaat berkumpul. Di Indonesia kata “Gereja dan Jemaat” pengunaannya kadang tumpang tindih.

Jemaat yang Alkitabiah mengajarkan

  1. Keselamatan HANYA di dalam Tuhan Yesus Kristus (Yoh.14:6; Yoh.13:13).

Alkitab mencatat semua manusia sudah berdosa. Manusia berdosa akan menanggung hukuman atas dosanya di Neraka selama-lamanya. Untuk dapat selamat manusia harus percaya pada Tuhan Yesus yang adalah Jalan keselamatan. Yesus adalah kebenaran. KebenaranNya diberikan kepada manusia saat mereka bertobat dan percaya kepadaNya, sehingga manusia berdosa menjadi orang benar. Tuhan Yesus adalah kehidupan itu sendiri. Manusia berdosa yang mati dalam dosanya harus datang kepada Kristus untuk memproleh kehidupan. Kehidupan kekal hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab ada tertulis “Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Jemaat  yang Alkitabiah TIDAK mengajarkan keselamatan melalui :

  •  Sunat, Baptisan Air dan Perjamuan Tuhan.

Sunat adalah tanda yang diberikan kepada keturunan Abraham. Sunat tidak pernah dimaksudkan untuk menyelamatkan. Paulus menegur jemaat Galatia saat mereka melakukan sunat sebagai bagian dari keselamatan. “…Jika kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak berguna bagimu” (Gal. 5:2).

Baptisan memang diperintahkan oleh Tuhan, tapi baptisan bukanlah syarat untuk keselamatan. Yohanes Pembaptis berkata “baptisan adalah tanda pertobatan (Matius. 3:11)”. Baptisan juga melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (Roma 6:4). Baptisan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah percaya kepada Injil Kristus. Dengan kata lain, seseorang di baptis karena dia sudah selamat. Baptisan bukan untuk orang yang belum diselamatkan.

Perjamuan Tuhan tujuannya bukan untuk menghapus dosa atau  untuk menguduskan seseorang.  Ajaran yang mengatakan  Perjamuan Tuhan itu menghapus dosa merupakan penambahan yang dilakukan terhadap Injil Keselamatan. Perjamuan Tuhan sebenarnya dilakukan sebagai peringatan terhadap kematian Tuhan Yesus (1 Kor. 11:24-26). Orang-orang yang ikut dalam Perjamuan Tuhan hanyalah orang-orang yang sudah diselamatkan.

  • Melakukan perbuatan baik.

Perbuatan baik adalah bukti seseorang sudah diselamatkan. Perbuatan baik tidak ada andil untuk menyelamatkan siapapun, manusia selamat HANYA oleh kematian Kristus di kayu Salib (Titus 3:5). Keselamatan berbicara apa yang Tuhan SUDAH lakukan, bukan apa yang manusia akan lakukan dengan perbuatannya.

  • Percaya pada pribadi lain selain Kristus.

Mengkultuskan seseorang merupakan ciri dari bidat. Ada banyak orang yang mengangkat dirinya sendiri menjadi seperti nabi dan banyak juga para pengikutnya mengangkatnya menjadi satu-satunya “wakil Tuhan” di bumi. Semua yang ia katakan tidak bisa salah. Menyejajarkan perkataan orang ini dengan Tuhan adalah penyesatan. Tuhan berkata “Jangan ada allah lain di hadapan-Ku”, mengkultuskan seseorang sama dengan “membuat”  allah lain.

2. Mengajarkan  Alkitab adalah satu-satunya Firman Tuhan (1 Kor.13:10;Wah. 22:18-19).

Tuhan sudah menutup (Lockdown) firmanNya dalam Alkitab (66 kitab). Karena itu, semua orang sekarang hanya boleh percaya pada Alkitab sebagai satu-satunya patokan kebenaran. Tuhan tidak berbicara lagi melalui hal-hal lain selain melalui firmanNya. Dahulu Tuhan berbicara melalui berbagai cara: Melalui suara langsung, melalui undian, melalui urim dan tumim, melalui mimpi, melalui nubuatan, melalui para Nabi, melalui para Rasul, melalui Malaikat, melalui karunia-karunia Roh dan melalui diriNya sendiri dalam rupa manusia (Yesus Kristus). Tetapi setelah Alkitab selesai ditulis pada abad pertama tahun 98 Masehi oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos, sejak saat itulah Tuhan menutup (lockdown) firmanNya. Semua  orang saat ini HANYA boleh percaya pada Alkitab satu-satuNya firman Tuhan.

Namun demikian, Tuhan dapat memakai SEMUA cara untuk menyadarkan seseorang agar percaya kepada Firman Allah. Seperti, kesalahan saudara-saudara Yusuf,  Tuhan bisa pakai untuk tujuan yang mulia. Demikian juga kesalahan dari kitab-kitab agama lain atau mimpi yang tidak benar, sakit penyakit, masalah kehidupan, dapat Tuhan pakai untuk menyadarkan seseorang untuk mencari Kebenaran dan menemukannya di dalam Alkitab. Tuhan dapat memakai 1001 cara untuk membawa seseorang kepada kebenaran dalam Firman-Nya.

Alkitab sampai hari ini tetap terpelihara sempurna, karena Tuhan sanggup menjaga firmanNya dari Iblis dan dari permainan palsu manusia. Wadah ( Batu, Papirus, Kertas, Elektronik)  firman Tuhan berubah-ubah dari waktu ke waktu namun firman Tuhan tetap selamanya (Mazmur 119:89).

Jemaat Alkitabiah tidak mengajarkan kesalahan dari:

  • Apokrifa.

Kitab-kitab Apokrifa bukanlah firman Tuhan, kitab-kitab ini merupakan kitab sejarah, selain itu banyak juga kitab Apokrifa yang berasal dari para bidat seperti Injil Yudas, Injil Thomas dll. Kitab-kitab ini tidak boleh dianggap sebagai firman Tuhan karena Tuhan tidak berfirman melalui kitab-kitab Apokrifa.

  • Kitab-kitab agama atau ajaran lain.

Semua kitab-kitab agama lain bukanlah firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak mengilhamkan Weda, Tripitaka, Al-quran, Awesta, Deuterokanonika, dll, Tuhan yang menciptakan alam semesta HANYA mengilhamkan ke-66 kitab dalam Alkitab.

  • Sains (Ilmu Pengetahuan).

Sains sekalipun bermanfaat tetapi Sains bukanlah kebenaran. Karena Sains  sifatnya tentatif (belum pasti, masih dapat  berubah), sesuatu yang belum pasti dan dapat berubah ini tidak dapat dijadikan kebenaran. Karena kebenaran itu sesuatu yang sudah pasti dan final, tidak berubah, maka sains tidak dapat dijadikan patokan kebenaran.

3. Mengajarkan Jemaat Lokal harus Independen (Wahyu 2-3).

Jemaat itu lokal dan Independen. Lokal dalam pengertian orang percaya hanya menjadi anggota tubuh Kristus dalam jemaat lokal setempat. Independen dalam pengertian jemaat mengurus sendiri semua hal dalam jemaat tersebut, tidak boleh ada intervensi dari jemaat lokal yang lain atau pun negara. Sebagai warga negara tiap-tiap orang percaya harus tunduk kepada pemerintah, tetapi dalam hal ajaran, jemaat harus lebih taat kepada Tuhan. Karena itu jemaat tidak boleh diatur oleh pemerintah. Pemerintah urusannya menertibkan warganya, pemerintah yang baik, tidak akan mencampuri iman warganya.

Jemaat/Gereja Kristus satu tubuh Kristus secara rohani tetapi berbeda-beda dalam  berjemaat, berbeda dalam penggembalaan, berbeda dalam hal kebijakan-kebijakannya. Karena itulah disebut jemaat lokal yang kelihatan bukan jemaat universal atau am yang kelihatan.

Karena sebuah jemaat lokal dipimpin oleh seorang Gembala maka berlaku prinsip “Gembala mengenal jemaat dan jemaat mengenal gembala”. Gembala yang baik, tahu dan mengenal dombanya tetapi gembala upahan (yang jahat) tidak mengenal domba-dombanya. Semua anggota jemaat harus saling mengenal satu sama lain. Apa gunanya sebuah gereja jika anggota jemaat yang satu dengan yang lain tidak saling mengenal? Karena itulah jumlah anggota jemaat dalam sebuah gereja lokal juga harus dibatasi agar dapat saling mengenal satu dengan yang lain dan supaya pelayanan penggembalaan efektif.

Tuhan juga menghendaki agar jemaat-Nya kudus dan tak bercacat (Kol. 1:22). Kekudusan jemaat hanya dapat dilakukan jika jemaat lokal menerapkan disiplin jemaat. Pendisiplinan jemaat ini dilakukan sebagai bukti kasih terhadap anggota jemaat yang melanggar aturan jemaat. Kekristenan bukan “legalisme” tetapi juga bukan agama yang “serampangan” (tidak memiliki keteraturan). Selain disiplin, jemaat lokal juga mengajarkan separasi (pemisahan) dari jemaat yang menyimpang dan dari semua ajaran agama lain yang tidak satu ajaran (2 Kor. 6:17). Tujuannya menjaga kebenaran agar tetap murni.

Alkitab mencatat bahwa jemaat mula-mula disatukan oleh ajaran, mereka tidak disatukan oleh nama gereja atau denominasi, nama-nama gereja tiap jemaat berbeda-beda, ada Jemaat Yerusalem, Jemaat Korintus, Jemaat Anthiokhia, Jemaat Efesus, Jemaat Pergamus, Jemaat Tiatira dll. Namun, tiap-tiap jemaat lokal “berdiri sama tinggi duduk sama rendah”. Artinya tidak  ada jemaat lokal yang berlaku sebagai pemimpin atas jemaat lokal yang lain.

Jemaat di Korintus berbeda gembalanya dengan gembala jemaat di Galatia. Tidak ada sistem bawahan atau atasan antara gembala yang satu dengan gembala jemaat lokal lainnya. Karena itulah kita tidak menemukan sistem denominasi, sinode atau hierarki gereja dalam jemaat lokal Perjanjian Baru. Sistem jemaat dalam Alkitab adalah system “jemaat lokal”. Hal ini sesuai dengan nama-nama jemaat ditiap-tiap kota dan  daerah  masing-masing.

Kepustakaan:

  1. Norman Geisler, Sistematic Theology in one Volume (Bethany House Publisher, 2011).
  2. Suhento Liauw, Doktrin Gereja Alkitabiah (Gereja Baptis Independen Alkitabiah Graphe, 1996).
  3. David Cloud, The Discipling Church: The Church That will stand until Christ comes (Way of Life literature, 2017).
  4. Douglas Groothuis, Pudarnya Kebenaran (Momentum, 2003).

Benarkah, saat ini, Tuhan hanya berbicara melalui Alkitab?

Theopneustos Dec 30, 2021 · 20:22

Mengapa semua orang saat ini HANYA boleh percaya pada Alkitab (66 kitab) saja? Mengapa kita tidak boleh percaya pada kitab agama lain atau pada kesaksian orang yang naik ke sorga, orang yang ngaku-ngaku pergi  ke neraka atau kepada orang yang katanya bertemu malaikat? Karena saat ini, Tuhan berbicara kepada manusia HANYA melalui Alkitab.

Sebelum Alkitab lengkap/sempurna, Tuhan berbicara kepada manusia dengan pelbagai cara (Ibrani 1:1). Kita akan melihat cara-cara yang Tuhan pakai dalam berkomunikasi kepada manusia sebelum Alkitab selesai  ditulis.

1. Tuhan berbicara kepada manusia secara langsung

Dalam Kejadian 2-3 Tuhan berbicara kepada Adam dan Hawa secara langsung. Dalam rupa manusia Tuhan berjalan bersama Adam sebelum mereka jatuh dalam dosa. Tetapi saat ini Tuhan tidak lagi duduk dan berjalan bersama-sama dengan kita, seperti yang Ia  lakukan kepada Adam.

2. Tuhan berbicara kepada manusia melalui (via) suara

Setelah kejatuhan Adam, Tuhan berbicara kepada manusia melalui suara. Tuhan berbicara kepada Kain (Kej. 4:6), dan Nuh (Kej. 6:13) melalui suara. Saat ini Tuhan tidak berbicara melalui suara kepada semua orang. Tuhan berbicara melaui firman-Nya (Alkitab).

3. Tuhan berbicara kepada manusia melalui undian

Yunus ditetapkan sebagai penyebab laut bergelora melalui sistem undi (Yunus 1:7). Matias juga dipilih menggantikan posisi Yudas Iskariot melalui sistem undi (Kis. 1:26). Tetapi saat ini,  kita tidak mengundi seseorang untuk mengetahui apakah dia berbuat dosa atau tidak.

4. Tuhan berbicara kepada manusia dalam rupa manusia (Theophany)

Tuhan bertemu Abraham dalam rupa manusia (Kej. 18:1-3). Yakub juga bertemu Tuhan dalam rupa manusia (Kej. 32:28-30). Apakah Tuhan saat ini  bertemu Anda dalam rupa manusia?  Tentu saja  tidak! Karena saat ini, Tuhan tidak bertemu dengan kita dalam rupa seorang manusia.

5. Tuhan berbicara kepada manusia melalui urim dan tumim.

Urim dan Tumim (Kel. 28:30) merupakan dua buah batu yang terletak di kantong penutup dada imam besar. Tuhan menyatakan kehendakNya melalui kedua batu ini (I Sam. 14:41). Saat ini kedua batu ini sudah tidak ada.  Apakah itu artinya Tuhan sudah tidak berbicara lagi? Tuhan masih tetap berbicara  melalui Alkitab.

6. Tuhan berbicara kepada manusia melalui mimpi.

Tuhan menyatakan kehendakNya melalui mimpi kepada Yusuf, Firaun, Nebukadnezar, Maria dll. Semua yang mimpi dalam Alkitab itu saksinya adalah Tuhan. Saat ini semua manusia bermimpi disebabkan oleh banyak kesibukan (Pengkotbah 5:2).

7. Tuhan berbicara kepada manusia lewat nubuatan.

Melalui para Nabi-Nya Tuhan menubuatkan banyak hal dalam Alkitab. Banyak dari nubuat-nubuat ini sudah digenapi dan lainnya masih menunggu penggenapannya. Wahyu 22:18 memberi peringatan agar  tidak menambah dan mengurangi nubuat-nubuat dalam Alkitab. Karena nubuat sudah tidak boleh ditambahi, maka sekarang ini, tidak ada lagi nabi.

8. Tuhan berbicara kepada manusia melalui perantaraan para Nabi.

Nabi adalah penyampai pesan Tuhan kepada umat. Melalui  nabi-nabi, Tuhan menyatakan kehendakNya dan menyingkapkan hal-hal yang akan datang (Nubuat). Karena semua hal-hal yang akan datang sudah Tuhan singkapkan maka sekarang jabatan nabi sudah tidak ada lagi.

9. Tuhan berbicara kepada manusia dengan mengutus malaikat.

Tuhan mengutus malaikat untuk menyampaikan pesan dan untuk melindungi umatNya. Semua yang bertemu Malaikat dalam Alkitab, kita percaya itu benar karena dicatat dalam Alkitab.

10. Tuhan berbicara kepada manusia melalui para rasul.

Para rasul menjadi ukuran kebenaran saat Alkitab Perjanjian Baru masih dalam proses penulisan. Melalui mereka Tuhan menyatakan firmanNya.

11. Tuhan berbicara kepada manusia melalui karunia-karunia roh.

Karunia-karunia roh adalah suatu kemampuan adikodrati yang Tuhan berikan kepada seseorang tanpa melalui proses belajar (I Korintus 12:1-11). Tuhan memberikan karunia-karunia roh untuk membangun jemaat saat Alkitab masih dalam proses penulisan, tapi saat Alkitab selesai ditulis karunia-karunia roh ini akan berhenti (I Korintus 13:10). Karunia-karunia roh  ini ada masa pemakaiannya. Tidak di semua zaman memiliki karunia-karunia roh, zaman Adam, zaman Abraham, zaman Daud dan saat ini, karunia-karunia roh sudah tidak ada.

12. Tuhan berbicara kepada manusia secara langsung (Yesus Kristus).

Tuhan Yesus berbicara secara langsung kepada manusia dalam rupa manusia. Setiap orang pada zaman itu dapat melihat dan menyentuhnya. Tetapi sekarang Tuhan Yesus sudah di Sorga (Kis. 1:9-11).

13. Tuhan berbicara kepada manusia HANYA melalui Alkitab saja.

Setelah kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos pada tahun 98 Masehi, sejak saat itulah Tuhan HANYA berbicara kepada manusia melalui Alkitab. Kalau dulu Tuhan berbicara kepada manusia melalui banyak cara, sekarang Tuhan HANYA bicara melalui Alkitab (Wahyu 22:18-19).

Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu membatasi cara Tuhan berbicara, Tuhanlah yang membatasi manusia agar percaya HANYA pada firman-Nya saja.

Tuhan membatasi manusia agar ia terhindar dari permainan nabi-nabi palsu, rasul-rasul palsu, pengajar-pengajar palsu, rohaniawan-rohaniawan palsu dan kitab-kitab palsu, terlebih terhadap tipu muslihat Iblis yang memakai banyak cara untuk menipu banyak orang.

Ada banyak “ajaran tertentu” yang membuat tradisi gerejanya menjadi patokan kebenaran. Yang lain membuat konsili gerejanya menjadi patokan kebenaran. Sebagian mengutip “bapa-bapa gereja mereka” menjadi ukuran kebenaran. Dan ada yang membuat credo/pengakuan iman gereja setara dengan Alkitab.

Dengan kata lain, mereka menghakimi Alkitab menurut perkataan rohaniawan gereja mereka. Alkitab hanya sebagai pelengkap dari setiap buku atau kredo yang mereka buat.

Sesungguhnya TIDAK ADA tradisi, teolog, konsili, rohaniawan atau “bapa-bapa gereja tertentu” yang menjadi patokan kebenaran. Patokan KEBENARAN adalah Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan.

  • Roh Kudus memimpin orang percaya pada seluruh kebenaran.

Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus untuk menuntun semua orang pada seluruh kebenaran. Ia menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:8). Dia adalah penolong yang lain yang Tuhan Yesus utus dari Sorga. Roh Kudus menerangi pikiran dan hati setiap orang percaya saat mereka membaca dan merenungkan firman Tuhan. Roh Kudus juga mengingatkan orang percaya akan firman Tuhan saat mereka menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.

  • Tuhan dapat memakai 1001 cara agar manusia datang kepada Firman-Nya.

Sekalipun saat ini, Tuhan HANYA berbicara kepada manusia melalui Alkitab, tetapi Tuhan juga dapat memakai SEMUA cara untuk menyadarkan seseorang agar percaya kepada Firman-Nya. Seperti kejahatan saudara-saudara Yusuf,  Tuhan bisa pakai untuk tujuan yang mulia. Demikian juga kesalahan dari kitab-kitab agama lain dapat Tuhan pakai untuk membuat seseorang mencari kebenaran. Sakit penyakit, kematian, masalah kehidupan, bencana alam, semua ini dapat Tuhan pakai untuk menggugah hati seseorang sehingga dia mencari kebenaran dan menemukannya dalam  Alkitab (firman Tuhan).

Jadi, untuk zaman ini Tuhan HANYA berbicara melalui Alkitab dan tuntunan Roh Kudus, tetapi Tuhan juga dapat “memakai” sebuah kejadian atau kejahatan untuk mendorong manusia datang kepada firman-Nya dan akhirnya ia diselamatkan.

Kepustakaan:

  1. Henry C. Thiessen, direvisi oleh Vernon D. Doerksen, Sistematik Teologi (Gandum Mas, 2010).
  2. Norman Geisler, Sistematic Theology in one Volume (Bethany House Publisher, 2011).
  3. Ronald H. Nash, Iman dan Akal Budi (Momentum, 2001).
  4. Suhento Liauw, Doktrin Alkitab Alkitabiah (Gereja Baptis Independen Alkitabiah Graphe, 2001).

http://www.alkitabiah.org

Apakah orang yang tidak mendengar Injil bisa selamat?

Theopneustos Dec 28, 2021 · 21:20
Selamat karena Tuhan tolong melalui Injil

Manusia tidak bisa mempercayai sesuatu yang dia tidak tahu atau sesuatu yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Sekalipun manusia tidak mengetahui “sepenuhnya” tentang sesuatu yang dia SUDAH percayai, tetapi dia harus tahu sedikit atau banyaknya informasi tentang hal yang ia percayai tersebut.

Demikian halnya dengan percaya kepada Injil. Seseorang harus tahu atau mendengar lebih dahulu tentang Injil (kabar baik) agar dia dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Tanpa mengetahui lebih dahulu tentang Injil seseorang tidak akan percaya kepada Kristus. Itulah sebabnya Tuhan berkata dalam Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”.

  • Nenek moyang kita dan orang yang tinggal ditengah hutan.

Bagaimana dengan nenek moyang kita dan suku yang tinggal di tengah hutan yang tidak pernah mendengar Injil, apakah mereka bisa selamat? Alkitab mencatat orang selamat jika ia percaya kepada Injil. Kalau seseorang tidak percaya kepada Injil tidak mungkin dia selamat. Jika seseorang tidak pernah mendengar Injil tidak mungkin dia bisa percaya kepada Tuhan Yesus. Karena itu mereka yang tidak percaya Injil pastilah akan binasa selama-lamanya di neraka.

Namun, yang membuat mereka masuk neraka bukanlah karena mereka tidak mendengar Injil. Yang membuat mereka binasa adalah karena mereka orang berdosa. Dosa merekalah yang menyebabkan mereka masuk neraka. Karena Tuhan berkata “upah dosa adalah maut”.

Alkitab mencatat bahwa Injil sudah ada sejak kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Injil dimulai sejak Kejadian 3:15 “…keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Ini disebut Injil pertama.

Adam dan Hawa sudah pasti memberitahukan Injil kepada semua keturuan mereka. Tuhan akan datang menjadi manusia untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka.

Masalahnya Injil ini lama-kelamaan memudar, terkikis oleh ketidakpercayaan keturunan Adam. Sehingga Injil ini mengalami pemudaran sehingga tidak diteruskan dengan benar kepada keturunan-keturunan selajutnya.

Karena memudarnya berita Injil dalam kejadian 3:15 inilah yang membuat Tuhan langsung memberitakan Injil lagi kepada Abraham “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Galatia 3:8.

Jika Abraham sendiri dipanggil Tuhan dari keluarga penyembah berhala. Itu artinya Injil  sudah mengalami “pemudaran” dari semua keturunan Adam. Inilah sebabnya mengapa Injil tidak lagi di dengar oleh nenek moyang (suku Batak Toba) dan mereka yang ada di tengah hutan.

Namun, mungkin ada orang yang berpikir “nenek moyang kita dan suku yang ada di tengah hutan” tidak tahu apa itu dosa, tidak adil bagi mereka  jika dihukum atas sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Jika seseorang tidak tahu tindakannya adalah dosa, tidak berarti dia tidak berdosa dihadapan Tuhan, karena yang menentukan sebuah tindakan itu dosa bukanlah dirinya sendiri, melainkan Tuhan. Alkitab berkata Dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah 1 Yoh 3:4” Manusia  tidak dapat berdalih berdasarkan ketidaktahuannya. Dia tidak dapat berkata “Saya tidak tahu tindakan saya itu dosa”.

Karena itulah semua suku pedalaman dan nenek moyang kita yang tidak pernah mendengar tentang Injil Kristus, mereka dihukum bukan karena mereka tidak pernah mendengar tentang Injil tetapi karena mereka adalah manusia berdosa.

Tapi, jika mereka mendengar Injil, bukankah ada kemungkinan mereka percaya?

Semua manusia di dunia sudah mengetahui adanya Tuhan yang Maha Kuasa, karena Tuhan menyatakan diri-Nya kepada semua orang melalui alam  semesta.

Mazmur 19:1-5 mencatat “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Jika suku  terpencil yang berada ditengah-tengah hutan belantara dan nenek moyang kita menerima wahyu umum (alam semesta) dan hatinya mencari Tuhan sang pencipta. Tuhan akan menuntunnya kepada Injil. Alkitab mencatat dalam Roma 1:19-21, Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepada semua orang melalui alam semesta, dan sebenarnya semua manusia mengenal Tuhan secara umum.

Tetapi manusia membiarkan pikiran liarnya yang menguasainya dan pada akhirnya membuat hatinya yang bodoh menjadi gelap. Pikirannya yang bodoh dan gelap ini menuntunnya membuat allah bagi dirinya sendiri, dia berpikir itu adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi tetapi itu adalah ilah ciptaannya sendiri.

Hal ini terjadi di semua suku bangsa dan budaya manusia. Semua suku menciptakan tuhannya masing-masing.  Hanya bangsa Israel yang menyembah Tuhan yang benar, seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 4:22 (…sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi). Mengapa dari bangsa Yahudi? Karena Tuhan Yesus adalah bangsa Yahudi dari suku Yehuda.  

Alkitab mencatat tentang dua orang yang tinggal ditengah-tengah bangsa yang tidak pernah mendengar Injil tetapi akhirnya Tuhan tuntun kepada Injil karena hati mereka mencari Tuhan yang benar.

Contoh yang pertama adalah sida-sida dari Etiopia (Kisah par rasul 8:27-40). Bangsa  Etiopia tidak mencari Tuhan yang menciptakan alam semesta, sebaliknya mereka menciptakan “tuhan” mereka masing-masing. Tetapi ada seorang sida-sida yang hatinya mencari Tuhan sang pencipta, dan akhirnya Tuhan menuntunnya pada Injil dengan mengutus Filipus memberitakan Injil kepadanya.

Contoh lainnya adalah Lidia (Kisah para rasul 16:13-15). Lidia adalah seorang yang tinggal di kota Tiatira. Kota Tiatira tidak menyembah Tuhan yang menciptakan alam semesta, mereka menciptakan “tuhan” versi mereka sendiri. Tetapi Lidia, tidak menyembah “tuhan” yang disembah oleh bangsanya. Karena hatinya mencari Tuhan sang pencipta alam semesta Tuhan menuntunnya kepada Injil. Tuhan mengutus rasul Paulus memberitakan Injil kepadanya.

Lidia dan sida-sida dari Etiopia merupakan dua contoh manusia yang tinggal di tengah-tengah suku bangsa yang tidak pernah mendengar Injil. Mereka ada di tengah-tengah bangsa penyembah berhala. Tetapi hati mereka mencari Tuhan yang benar, sehingga Tuhan menuntun mereka kepada Injil.

  • Bayi yang meninggal dalam kandungan.

Semua bayi  yang meninggal  pasti masuk sorga, sekalipun ia dilahirkan  dalam  keluarga yang beragama Buddha, Islam, Katolik, Hindu, Kristen, penganut kepercayaan bahkan atheis (tidak percaya Tuhan), iman orang tuanya tidak ada hubungannya dengan mereka. Bayi berdosa sejak dalam kandungan ibu mereka tidak ada hubungannya dengan dosa-dosa orang tuanya. Dosa ini hubungannya dengan Adam manusia pertama.

Semua bayi berdosa karena Adam telah jatuh ke dalam dosa. Karena dosa Adam yang pertama itulah seluruh manusia dikandung dan lahir dengan dosa. Bukan dosa perbuatan tetapi dosa karena pelanggaran Adam. Bukan pula mewarisi dosa Adam, karena dosa tidak dapat diwariskan. Dosa bukan seperti harta benda yang dapat diturunkan kepada keturunan berikutnya.

Dari hal ini kita mengetahui bahwa bayi berdosa bukan karena orang tuanya berdosa tetapi karena Adam telah berdosa. Semua keberdosaan manusia langsung dihubungkan kepada Adam karena Adam adalah pempimpin dari semua yang hidup.

Tapi apakah benar bayi berdosa, kita tahu dari mana?  Bukti yang tidak terbantahkan bahwa bayi memiliki dosa adalah bayi bisa mati. Alkitab berkata kematian masuk melalui dosa (Roma 5:12). Manusia tidak akan mati jika ia tidak berdosa, bukti bahwa bayi bisa mati menjelaska bahwa ia berdosa. 

Ada yang mengajarkan bahwa bayi orang Kristen mati masuk sorga dan bayi orang yang bukan Kristen masuk Neraka. Ini pandangan yang menyesatkan.

Karena itulah kita percaya bahwa semua bayi yang meninggal dalam rahim ibu mereka atau orang yang meninggal saat belum akil balik pasti selamat karena Tuhan Yesus telah menebus mereka. Tapi, bukankah syarat untuk selamat adalah percaya kepada Injil? Kita tahu bahwa bayi belum bisa tahu apa itu Injil.  Bagaimana mungkin bayi bisa percaya, jika dia belum bisa tahu. Dalam kasus bayi, percaya bukanlah syarat untuk dapat selamat karena selain tidak tahu Injil, bayi juga tidak akan memahami apa itu injil.

Karena itu bayi dan semua anak yang meninggal sebelum akil balik, Alkitab katakan selamat berdasarkan Roma 5:18 “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup”.

Identitas Mesias Juruslamat

Theopneustos Dec 24, 2021 · 21:55

Nabi Yesaya menubuatkan tentang Mesias yang akan datang. Dalam nubuatnya, Yesaya bertanya dengan ragu, siapa yang akan percaya kepada berita yang ia tulis ini? Pertanyaan Yesaya ini memberitahukan hampir “tidak ada” orang yang percaya kepada mesias yang ia beritakan.

Kita akan melihat identitas mesias dalam Yesaya 53:1-12 dan bagaimana manusia menciptakan identitas mesias yang berbeda yang sesuai dengan versi mereka sendiri.

  • Mesias tidak tampan (Ia tidak tampan, ayat 2)

Alkitab mencatat bahwa Mesias (Yesus Kristus) tidak memiliki wajah yang tampan dan tidak memiliki semarak. Wajah mesias yang tidak tampan ini tidak dapat diterima oleh orang-orang di zaman ini. Di zaman ini mereka berpikir Yesus haruslah seorang yang tampan karena Dia mesias. Karena itulah mereka menciptakan mesias (Yesus Kristus) yang berbeda. Karena manusia menyukai wajah yang tampan maka mereka melukis dan membuat 1001 gambar Yesus. Wajah Yesus (mesias) yang mereka buat ini berbeda satu dengan yang lain (baik dalam bentuk wajah, rambut, warna kulit) tergantung Yesus versi negara masing-masing.

Dari fakta ini kita mengetahui bahwa manusia tidak mau menerima kebenaran seperti yang tertulis dalam Yesaya 53:2, mereka lebih suka melukis wajah Yesus yang tampan dan imut-imut.

Wajah Yesus yang asli tidak ada yang tahu kecuali orang-orang yang sezaman dengan-Nya. Tetapi yang pasti Yesus tidak tampan dan tidak memiliki semarak sebagaimana yang tertulis dalam Yesaya 53:2 “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada”.

Bahaya dari orang-orang yang menciptakan wajah “yesus” palsu ini adalah saat mereka berdoa. Mereka berdoa kepada gambar/lukisan wajah “yesus” yang sudah ada dalam pikiran mereka. Menciptakan ilah lain (wajah yesus yang palsu) dalam pikiran dan berdoa kepadanya merupakan bentuk penyembahan berhala.

  • Mesias dihindari orang (Ia dihindari orang, ayat 3)

Kristus dihindari orang, karena Dia menyatakan apa yang salah. Dalam kehidupan-Nya, Kristus tidak pernah mendiamkan orang yang berbuat dosa, itulah sebabnya banyak orang yang menghindari-Nya, karena Yesus menegur dosa-dosa mereka. Jika seseorang benar, tidak perlu dia menghindari Kristus, karena Tuhan tidak menegur perbuatan baik. Tuhan hanya menegur dosa atau kesalahan orang.

Tuhan Yesus mengasihi semua orang tetapi Dia tidak pernah mentolerir dosa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sering dengan frontal (secara terbuka) menegur dosa-dosa orang-orang agamawan di depan umum tetapi ia merangkul pelacur dan pemungut cukai yang mau bertobat.

Salah satu fungsi utama Alkitab adalah menyatakan kesalahan. Sang Firman datang ke dalam dunia untuk menyatakan dosa (kesalahan) dan menerangi dunia dengan kebenaran. Saat kebenaran itu terpancar, kesalahan akan tersingkap.

Dari hal ini kita ketahui, siapapun yang tidak menyadari dirinya adalah orang berdosa yang seharusnya akan dihukum di Neraka, dia tidak akan pernah datang kepada Tuhan Yesus yang adalah kebenaran itu sendiri. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyatakan bahwa semua manusia sudah berdosa (salah) dihadapan Allah.

  • Mesias biasa menderita (Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita ksakitan, ayat 3)

Yesus adalah anak seorang tukang kayu. Pada zaman kekaisaran romawi ada empat golongan masyarakat. Golongan bangsawan, prajurit, orang bebas dan budak. Tuhan Yesus termasuk golongan orang bebas. Orang bebas umumnya bekerja di tempat para bangsawan, ada yang sebagai tukang besi, tukang kayu, tukang batu dll dan Yesus adalah anak Yusuf tukang kayu.

Kondisi Tuhan Yesus ini sudah dinubuatkan dalam Yesaya 53:3 “seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan”. Sebagai anak tukang kayu, Tuhan Yesus sama sekali tidak diperhitungkan, hal ini terlihat saat orang-orang menolak Dia waktu mereka tahu Yesus hanyalah anak Yusuf tukang kayu.

Yesus berkata kepada orang yang hendak mengikuti-Nya “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Matius 8:20).

Herannya banyak orang menjadi Kristen hanya karena ingin kaya, ingin punya ini dan itu, sehat selalu, panjang umur dan tidak kekurangan apapun  yang dia inginkan. Ini sebenarnya mau menyembah Tuhan atau memperalat Tuhan untuk mencapai semua keinginan hatinya?

  • Mesias dianiaya (Ia sangat dihina, ayat 3)

Mesias yang dinantikan dan yang diinginkan oleh bangsa Yahudi adalah Mesias yang gagah, yang dapat membebaskan bangsa mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Tetapi yang mereka lihat adalah Yesus yang tidak dapat berbuat apa-apa saat Dia ditangkap. Mereka juga menginginkan Mesias yang mendukung ajaran mereka, tetapi sebaliknya yang terjadi, Yesus membongkar kemunafikan para ahli taurat mereka. Yesus dekat dengan orang-orang miskin, orang sakit, penjahat, pelacur dan pemungut cukai tetapi menentang para pengajar Israel.

Tuhan Yesus dianiaya dengan kejam, Dia dicambuk, diolok-olok, diludahi dan ditampar, Dia seperti tidak berdaya dihadapan manusia. Mata manusia melihat dan mengejek “tidak mungkin Mesias seperti Yesus”, bahkan sampai sekarang, ejekan itu tetap terdengar.

Berapa banyak judul buku atau jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan yang isinya tentang “Ejekan” kepada Tuhan Yesus. Dan tidak sedikit diantara buku-buku itu menjadi “Bestseller” karena dunia menyukai informasi yang menjelek-jelekkan Tuhan Yesus.

Kehinaan yang Tuhan Yesus tanggung, sampai saat ini masih dijadikan lelucon oleh rohaniawan agama tertentu. Dan tanpa berpikir panjang mereka sering mencibir, Tuhan tidak mungkin jadi manusia. Tetapi Alkitab berkata Tuhan menjadi manusia.

Mereka tidak mau tahu bahwa Yesus melakukan semua itu karena Dia adalah juruslamat atas semua dosa mereka. Tetapi hal itu juga menjadi penggenapan dalam Yesaya 53:3 berkata “ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan”.

  • Mesias mati (Dia tertikam karena pemeberontakan kita, ayat 4)

Dalam pandangan manusia kematian bukanlah tanda dari kemenangan, kematian  adalah tanda kekalahan.

Saat Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, ada banyak orang Yahudi yang mencibirnya, dan ejekan seperti ini masih terdengar dari mulut manusia zaman ini. Apalagi saat Tuhan Yesus mati terkutuk di kayu salib, banyak orang mengejek “Tuhan kok mati”. Kita tahu Tuhan mati dalam keadaan-Nya sebagai manusia. Saat manusia mati, roh dan tubuhnya berpisah demikian juga halnya dengan Tuhan Yesus, tubuhnya saja yang mengalami kematian tapi Roh-Nya tidak bisa mati.

Jika Yesus tidak mati maka Dia bukan Tuhan, karena hanya Yesuslah manusia yang memiliki kemampuan memberikan nyawa dan mengambil nyawa-Nya kembali. Tidak ada manusia yang mampu mengambil nyawanya kembali selain Tuhan Yesus.

Semua yang Tuhan Yesus perbuat ini adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa, untuk mendamaikan kita dengan Bapa, untuk menghindarkan kita dari hukuman neraka. Dia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi manusia berdosa.

Fondasi Iman Kristen

Theopneustos Dec 23, 2021 · 10:07
Alkitab adalah satu-satunya dasar iman orang percaya.

Semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus harus tahu bahwa satu-satunya dasar iman Kristen adalah Alkitab. Iman seorang Kristen tidak didasarkan pada hal lain, selain Alkitab. Kita akan melihat beberapa contoh hal -hal yang bukan fondasi dari iman Kristen.

  1. Iman Kristen tidak berdiri di atas Konsili/rapat.

Konsili adalah musyawarah/rapat para pemuka gereja tertentu. Konsili hanya sebagai sebuah sidang yang mengumumkan apa yang dipercayai oleh sebuah kelompok gereja tertentu.

Ada tujuh konsili/rapat  yang diadakan sebelum tahun 1000 Masehi : 1. Konsili Nikea (I) 325 M,  2. Konsili Konstantinopel (I) 381 , 3. Konsili Efesus 431 M, 4. Konsili kalsedon 451 M, 5. Konsili Konstantinopel (II) 553 M, 6. Konsili Konstantinopel (III) 680-681 M, 7. Konsili Nikea (II). Selain ketujuh konsili ini, ada banyak konsili-konsili lainnya yang diadakan oleh berbagai aliran gereja.

Tanpa Konsili, kebenaran firman Tuhan tetap sempurna. Justru dengan adanya konsili, kebenaran firman Tuhan banyak dipertanyakan, karena banyak umat lebih memilih percaya pada konsili dari pada apa kata Alkitab. Lalu, apakah tidak boleh rapat (konsili)? Tentu saja boleh untuk kalangan sendiri. Yang tidak boleh adalah menjadikan rapat (konsili) menjadi ukuran bagi gereja lokal yang lain.

2. Iman Kristen tidak berdiri di atas Pengakuan Iman (Kredo) gereja tertentu.

Pengakuan iman adalah Kredo. Para rasul tidak pernah membuat “pengakuan iman rasuli”. Pengakuan iman itu dibuat pada abad ke 4 masehi, empat ratus tahun setelah para rasul meninggal. Penulis “pengakuan iman rasuli” tidak diketahui tetapi dia sengaja mencatut nama para rasul. Mereka yang membuat judul tersebut ingin orang lain berpikir bahwa para rasul yang membuat “pengakuan iman rasuli”, tetapi faktanya para rasul tidak pernah membuat pengakuan iman tersebut.

Semua pengakuan iman yang dibuat oleh tiap-tiap gereja hanyalah sebagai kesepakatan bersama, agar satu suara dalam pengajaran. Pengakuan iman yang benar juga sebagai pembimbing dalam menghadapi pertentangan dengan ajaran lain. Pengakuan iman  tidak boleh membelenggu kebenaran dalam Alkitab. Karena itu “Pengakuan iman” gereja mana pun bukanlah patokan kebenaran bagi semua orang Kristen lainnya.

3. Iman Kristen tidak berdiri di atas perkataan rohaniawan gereja tertentu.

Biasanya beberapa gereja menyebutnya sebagai “bapak-bapak gereja”, tapi penyebutan yang benar adalah rohaniawan gereja. Perkataan “rohaniawan gereja” banyak jadikan sebagai rujukan untuk membenarkan sebuah ajaran. Beberapa gereja tidak dapat berdiri tanpa perkataan mereka. Bagi mereka Alkitab tidak cukup sebagai dasar iman. Mereka perlu dasar iman yang lain seperti “perkataan rohaniawan gereja”.

Perkataan rohaniawan gereja harus dipandang sebagai masukan dan penambah pengetahuan tentang “sejarah pemikiran” dalam dunia Kristen, tidak boleh lebih dari itu. Karena perkataan rohaniawan gereja mana pun bukanlah patokan kebenaran.  

4. Iman Kristen tidak berdiri di atas fenomena/kejadian tertentu.

Dalam “kekristenan” ada banyak fenomena/peristiwa yang katanya terjadi padahal tidak. Katanya Maria menampakkan diri di Lordes, katanya pendeta “A” berjalan di atas air, katanya Yesus menampakkan diri di atas awan, dll. Semua fenomena ini adalah cara si Iblis menipu manusia. Ada juga yang benar-benar terjadi tetapi bukan dari Tuhan, melainkan dari si iblis untuk memanipulasi manusia.

5. Iman Kristen tidak berdiri di atas pengalaman pribadi seseorang.

Si “A” bersaksi bahwa dia dibawa Tuhan 7 kali ke Sorga, si “B” berkata dia bertemu secara langsung dengan Lusifer, si “C” tidak mau kalah, berkata dia dibawa Tuhan ke Neraka. Si “D” bersaksi, Tuhan langsung berbicara kepadanya, bahwa kiamat akan terjadi 22 Oktober 1884. Si “E” (pemimpin gereja besar di dunia) bermimpi bahwa Tuhan berkata kepadanya Yesus akan datang, sebarkan informasi ini kepada beberapa orang, kalau tidak disebarkan akan mendapat celaka dan kalau disebarkan akan mendapat berkat dari Tuhan.

Kesaksian pengalaman pribadi ini, bukanlah ukuran kebenaran bagi orang percaya lainnya. Kesaksian seperti ini justru menjadi ajang penyesatan dibanyak gereja.

6. Iman Kristen tidak  berdiri di atas buku-buku sejarah gereja tertentu.

Sejarah gereja tertentu hanyalah sebagai pengetahuan umum, untuk mengetahui sejarah pemikiran dan tokoh-tokoh dalam gereja. Sejarah gereja bukanlah dasar iman Kristen. Sejarah dapat ditulis ulang oleh para penguasa sesuai agenda mereka, dan banyak penulis sejarah gereja menulis sesuai dengan ajaran yang ia anut.

7. Iman Kristen tidak berdiri di atas “Tradisi suci” di luar Alkitab.

Tradisi suci yang benar adalah yang tertulis dalam Alkitab. Semua tradisi yang tidak tertulis dalam Alkitab bukanlah tradisi suci melainkan tradisi hasil karya rohaniawan gereja tertentu yang dilestarikan dari turun temurun.

Dasar iman orang percaya adalah Alkitab bukan tradisi gereja tertentu. Tidak ada keharusan cara beribadah atau cara berpakaian gereja tertentu menjadi ukuran bagi gereja lain. Iman Kristen bukan tentang tata cara ibadah dan cara berpakaian jemaat mula-mula tetapi tentang ajaran. Alkitab hanya memberikan syarat dalam sebuah jemaat harus “sopan dan teratur”. Semua suku bangsa boleh beribadah sesuai budaya mereka masing-masing dan tidak perlu harus mengikuti cara beribadah bangsa Yunani atau pun bangsa Yahudi.

8. Iman Kristen tidak berdiri di atas buku-buku apokrifa atau pun deuterokanonika.

Orang Yahudi adalah sebuah bangsa yang memiliki banyak tulisan, tetapi bangsa ini juga merupakan bangsa pendongeng. Ada 1001 cerita dongeng yang dikarang sebagai bahan ajar. Bangsa Yahudi juga banyak menulis tentang kisah-kisah kepahlawanan. Kisah-kisah ini ditulis menjadi sebuah buku. Buku-buku ini dikenal sebagai apokrifa (tersembunyi).

Ada beberapa aliran “Kristen” yang menambahkan apokrifa sebagai kitab mereka. Bangsa Yahudi sendiri tidak mengakui buku-buku sejarah (apokrifa) sebagai firman Tuhan. Kristen mula-mula hanya mengakui ke 66 kitab dalam Alkitab sebagai firman Tuhan.

9. Iman Kristen tidak berdiri di atas teologi tertentu.

Seorang teolog dapat menulis jurnal ilmiah atau sebuah buku teologi. Buku-buku teologi seperti buku teologi sistematik, teologi dogmatik, teologi biblika, hanyalah sebuah metode untuk memahami isi Alkitab secara urut atau tersistem.

Tentu saja kita boleh membaca semua buku-buku teologi tetapi semua itu bukanlah dasar iman kita. Buku-buku ini hanya alat untuk memahami bagian-bagian Alkitab. Karena sifatnya hanyalah sebuah “alat” maka tidak boleh dijadikan sebagai ukuran iman. Banyak sekali orang Kristen terutama mahasiswa teologi yang lebih percaya  buku teologi dibanding Alkitab. Padahal di buku-buku teologilah berkumpul semua jenis pemikiran liar yang menolak Alkitab sebagai satu-satunya patokan kebenaran.

Fondasi Iman Kristen hanya Alkitab

  • Tuhan  mengilhamkan Alkitab.

Tuhan tidak mengilhamkan semua hal yang kita sudah baca di atas, Tuhan hanya mengilhamkan Alkitab. Alkitab adalah firman Tuhan karena setiap huruf dan kata dalam Alkitab adalah ilham dari Roh Kudus. Tuhan memakai pribadi penulis untuk menulis Alkitab, tetapi mereka tidak bisa menambahkan pemikiran mereka saat menuliskan firman Tuhan.

Tuhan mengilhamkan firman-Nya (II Timotius 3:16) hanya di dalam ke-66 kitab dalam Alkitab. Di luar dari ke 66 kitab, itu bukanlah firman Tuhan.

  • Tuhan memelihara Alkitab.

Tuhan tidak bisa salah. Alkitab adalah firman Tuhan. Karena itu Alkitab tidak bisa salah. Tuhan memelihara Firman-Nya dari zaman Adam sampai sekarang ini dengan cara menyalin ulang Firman itu. Tuhan  memakai orang-orang kudus-Nya untuk menyalin firman Tuhan dari wadah yang satu ke wadah yang lain. Dari batu ke kulit binatang, dari kulit binatang ke papyrus, dari papyrus ke kertas, dari kertas ke elektronik.

Wadah firman Tuhan silih berganti tetapi firman Tuhan kekal untuk selama-lamanya (Mazmur119:89). Tuhan tetap memelihara firman-Nya sampai saat ini.

Kepustakaan:

  1. Henry C. Thiessen, direvisi oleh Vernon D. Doerksen, Sistematik Teologi (Gandum Mas, 2010).
  2. Norman Geisler, Sistematic Theology in one Volume (Bethany House Publisher, 2011).
  3. Ronald H. Nash, Iman dan Akal Budi (Momentum, 2001).
  4. Suhento Liauw, Doktrin Alkitab Alkitabiah (Gereja Baptis Independen Alkitabiah Graphe, 2001).
  5. Timothy Ware, Mari Mengenal Kekristenan Timur (Satya Widya  Graha, 2001).

Kemana saya setelah mati?

Theopneustos Nov 12, 2021 · 10:13

Salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah umat manusia adalah “Kemana saya setelah mati”? Banyak orang memikirkan pertanyaan ini dan belum menemukan jawaban yang pasti. Dalam ketidakpastian itu, manusia mencari jawabannya dalam agama, filsafat, sains, bahkan dalam dirinya sendiri.

Berharap mereka menemukan jawabannya. Beberapa orang menyerah dalam ketidaktahuan dan beberapa merasa sudah menemukan jawabannya, sekalipun hanya sekedar ikut-ikutan saja, karena apa kata agamanya, dan apa kata mayoritas. Tetapi banyak juga orang yang tidak peduli (karena tidak tahu) dengan pertanyaan tersebut, bagi mereka jawaban atas pertanyaan tersebut tidak sepenting mencari “sesuap nasi” atau kelangsungan bisnisnya. Tetapi apakah benar ada jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut? Kalau ada, dimana?

Kita akan melihat jawaban orang pada umumnya dan jawaban yang benar atas pertanyaan tersebut dan setelah Anda melihatnya, Anda dapat menentukan dimanakah seharusnya posisi Anda.

1.Saya tidak tahu.

Kemana saya setelah mati? Umumnya orang akan menjawab saya tidak tahu kemana saya setelah mati. Mengapa tidak tahu? Karena tidak ada yang memberitahu dia apa yang seharusnya dia ketahui. Dan bisa jadi orang tersebut tidak mau mencari jawaban atas pertanyaan “Kemana saya setelah mati”?

Ketidaktahuan adalah sebuah kejahatan atau dengan kata lain ketidaktahuan adalah dosa. Sama seperti saat seorang yang melanggar lampu lalu lintas karena tidak tahu peraturan yang ada, orang ini akan tetap didenda, alasan ketidaktahuannya tidak dapat diterima karena hal itu sudah seharusnya dia ketahui sebagai warga negara.

Demikian jugalah halnya dengan jawaban atas pertanyaan “Kemana saya setelah mati”? Jika dia tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu, dia akan jatuh pada penghukuman kekal, karena saat dia tidak tahu “kemana saya setelah mati” maka dia tidak akan menemukan jawaban yang tepat. Saat dia tidak menemukan jawaban yang tepat, dia pasti akan menemukan jawaban yang salah (saya tidak tahu) yang akan menuntunnya kepada kegelapan.

Masalah mati kemana, bukan urusan saya (juga merupakan jawaban banyak orang). Tetapi apakah benar demikian? Tentu ini adalah urusan semua orang, karena semua orang pasti akan mati. Saat kematian sudah tersenyum kepada seseorang, sesaat lagi ia mengetahui dimana ia akan menghabiskan kekekalan, di Neraka atau di Sorga.

Karena putus asa maka jawaban, “itu bukan urusan saya” menjadi jawaban klise yang diutarakan oleh banyak orang. Tetapi jika kita bertanya  apakah benar jawaban atas pertanyaan “Setelah saya mati kemana”, bukan urusannya? Bukankah dia juga pasti akan mati? Kalau dia  pasti akan mati, dia harus menjawab pertanyaan tersebut. Kalau dia masih tidak peduli akan adanya jawaban yang benar, ia akan menyesal selama-lamanya dalam kekelaman api Neraka. Karena jawaban “saya tidak tahu akan menuju Neraka”.

2. Hanya Tuhan yang tahu.

Biasanya orang beragama akan menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban “Hanya Tuhan yang tahu”. Jawaban ini tidak berbeda dengan jawaban yang pertama “Saya tidak tahu”. Jawaban yang kedua ini hanya “melemparkan” jawaban kepada Tuhan atas ketidaktahuannya. Dan karena dia beragama maka dia berkata seperti itu. Memang terlihat rohani tetapi tetap saja dia tidak tahu jawabannya. Lagi-lagi orang seperti ini bersembunyi dibalik kata-kata rohani yang dia pikir benar.

Bukankah seharusnya dia bertanya, mengapa hanya Tuhan yang tahu? Tidak dapatkah manusia juga tahu (jawaban dari pertanyaan tersebut).

Perasaan orang beragama akan terasa lega dengan jawaban “hanya Tuhan yang tahu”. Tetapi ini menipu diri sendiri. Ini merupakan tipuan dari agama atau ajaran tertentu agar dia tetap memegang agama tersebut. Jika hanya Tuhan yang tahu maka manusia tidak memiliki kepastian kemana dia setelah meninggal. Jika Ia tidak memiliki kepastian kemana ia setelah  meninggal maka dia sedang berjalan dalam ketidakpastian dan sangat mungkin ketidakpastian itu menuju kesesatan. Kesesatan pasti menuju ke Neraka.

Tetapi ketidakpastian ini pun akan dianggap sebagai sesuatu yang benar, karena dia dilindungi oleh agama yang dia pegang. Apalagi agama itu diakui oleh negara atau banyak orang yang menjadi penganut agama tersebut. Dia seolah-olah “damai” dalam kerumunan tetapi dia tidak tahu “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Kalau dia tidak menemukan jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut ia akan menghabiskan kekekalan dalam penyesalan dan dalam siksaan api yang tak terkatakan.

Dapatkah Anda memahami orang yang tidak pasti atau ragu-ragu tentang keselamatannya itu disebut rohani? Tentu saja, tidak! Ini namanya “trik menipu diri sendiri”.

  • Agama pada umumnya.

Bagi banyak orang, agama hanya sekedar tempat berlindung. Di mana orang-orang merasa nyaman dengan agamanya, karena ada perlindungan dari negara. Negara menyetujui banyak agama, agama-agama ini sah secara hukum. Karena agama ini sah secara hukum orang berpikir itu dapat menyelamatkannya.

Ada juga orang yang percaya agamanya berasal dari Tuhan tetapi tidak memberikan kepastian akan keselamatan. Namun, ada juga yang memberikan kepastian tetapi kepastian yang tidak masuk di akal atau tidak sesuai dengan akan sehat dan moralitas pada umumnya. Seperti contoh “mati saat membunuh orang yang beragama lain, pasti akan masuk Sorga”.

Ada banyak agama yang menjanjikan para pengikutnya pada hal yang tidak pasti. Hal itu dapat diketahui dari jawaban mereka yang tidak pasti seperti “Mudah-mudahan masuk Sorga”, “Jika Allah berkehendak” dan banyak jawaban lainnya dalam ketidakpastian. Orang-orang seperti ini tetap merasa ada tempat perlindungan atas jiwanya setelah mati sekalipun sifatnya hanya “mudah-mudahan saja”.

Baginya percaya pada agama tertentu yang menjanjikan keselamatan yang sifatnya mudah-mudahan itu sudah cukup. Malang benar orang seperti ini, tidak memiliki kepastian akan keselamatannya. Dia hanya memiliki agama dan bahkan “tuhan” tetapi tidak memiliki keselamatan. Apa gunanya semua itu?

Saat  orang beragama HANYA karena orang tua, karena masyarakat, karena negara, karena budaya (adat istiadat), karena pertemanan (pergaulan), karena pasangan hidup, karena bisnis, karena diiming-imingi harta dan ada yang karena paksaan dari oknum lain, dsbnya, orang-orang seperti ini sedang berjalan dalam gelap namun berharap tetap dalam jalan yang benar. Ini tidak mungkin.

  • Agama Kristen.

Agama Kristen tidak menyelamatkan siapapun. Ada perbedaan antara “Beragama Kristen” karena keharusan dari negara (harus beragama) dengan “Menjadi murid Kristus”. Yang pertama tidak yakin selamat karena agama hanya identitas bernegara saja atau hanya karena itu adalah agama orang tua. Sementara yang kedua tahu bahwa dia sudah selamat, karena dia mengimani bahwa pengorbanan Kristus telah menghapus seluruh dosanya.

 Ada gereja yang berkata di luar gerejanya tidak ada keselamatan. Pernyataan seperti ini hanyalah alat mereka untuk tetap mengikat orang pada kesesatan gerejanya, karena disepanjang Alkitab tidak pernah ada konsep “gereja dapat menyelamatkan”. Umumnya gereja seperti ini adalah gereja-gereja mati, gereja yang banyak mengajarkan apa kata “bapak gereja” mereka, apa kata tradisi dan adat istiadat, bukan apa yang tertulis dalam Alkitab (66 kitab).

Banyak penganut gereja-gereja seperti ini, yang tidak  yakin mereka selamat. Rohaniawan gereja mereka saja tidak yakin selamat, bagaimana mungkin jemaatnya yakin selamat. Inilah yang disebut “orang buta menuntun orang buta”. Jika orang buta menuntun orang buta maka kedua-duanya pasti akan menuju kebinasaan kekal.

3. Tuhan memberitahu, saya bisa ke Sorga.

Tuhan tidak mungkin membiarkan manusia dalam ketidakpastian. Dia bukan Tuhan yang “jauh di sana” yang tidak pernah masuk ke dalam kehidupan manusia. Dia bukan Tuhan hasil ciptaan manusia yang tidak dapat memperlihatkan diri-Nya. Kalau Tuhan tidak memperlihatkan diri-Nya, lalu bagaimana manusia tahu tentang Tuhan yang  benar?

Tuhan menyatakan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus. Beribu-ribu tahun yang lampau Dia datang ke dalam dunia. Tuhan yang mulia merendahkan diri-Nya menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk menebus dosa seisi dunia. Alkitab mencatat “Dan  Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan  bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. I  Yohanes 2:2”. Tuhan Yesus juga berkata “Akulah jalan  dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6”

Saya tahu saya selamat karena Tuhan berkata “kamu TAHU, kamu selamat. “Semua ini kutuliskan kepada kamu, supaya  kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. I Yohanes 5:13”. Alkitab  juga mencatat “Pada  waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan…Titus 3:5”. Bagi orang yang sudah diselamatkan perbuatan baik adalah bukti bahwa ia sudah selamat BUKAN syarat untuk memperoleh keselamatan.

Berilah dirimu diselamatkan, bertobat dan percayalah kepada pengorbanan Yesus Kristus yang telah mati bagimu. Saat kita menyadari betapa pendeknya waktu dan panjangnya keabadian, maka hal yang paling penting adalah mengetahui “Saya mati kemana?” dan bahwa tujuan akhirat kita telah terjamin dengan aman, yaitu mengetahui bahwa kita menuju kehidupan di dalam Surga dan bukan di dalam Neraka.

Kepustakaan:

  1. Rick Warren, The Purpose Driven Life (Gandum Mas, 2005).
  2. John F.  MacArthur, Kemuliaan Sorga (Gospel Press, 2005).
  3. J.I. Packer, Knowing God (ANDI, 2008).
  4. Philip Yancey, Bukan Yesus Yang Saya Kenal (Professional Books, 1997).
  5. Bill Hybels, Jujur Terhadap Allah (ANDI, 1990).

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan

Yesus Tuhan Dec 24, 2020 · 22:13

tidak ada larangan merayakan Natal.
juga tidak ada perintah seperti kita diperintahkan mengingat kematian-NYA.

tapi, ada CONTOH yang baik untuk DITELADANI.
Apa yang terjadi pada Natal pertama saat Allah datang, dilahirkan menjadi manusia?

Lukas 2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Mari kita bahas ayat-per-ayat dari perikop ini …

  1. Ini adalah berita kesukaan untuk seluruh bangsa! Ada berita berarti ada pemberita dan ada orang untuk siapa diberitakan. Berita ini adalah untuk seluruh bangsa!
  2. Beritanya adalah kelahiran Juruselamat, Kristus, Tuhan! Juruselamat, berarti pekerjaan-NYA adalah untuk menyelamatkan orang berdosa dari hukuman neraka.
  3. Sang Juruselamat terlahir di kandang. Sang Raja segala raja tidak lahir dalam istana raja. Dia tidak lahir untuk membuat saya jadi kaya raya atau untuk melenyapkan kemiskinan pada masa ini.
  4. Setelah protokoler mewartakan berita dahsyat ini, ada sorak-sorai puji-pujian dahsyat dari bala tentara sorga yang memberitakan damai sejahtera dan memuliakan Allah.
  5. Perhatikan berita damai sejahtera ini adalah pedang bermata dua. Ini adalah berkat sekaligus kutuk. Berkat damai sejahtera HANYA bagi orang yang berkenan kepada-NYA! Dan kutuk “tiada damai bagi orang fasik!” (Yesaya 48:22; 57:21).
  6. Ada urgensi untuk SEGERA bertindak atas berita besar ini. Jangan duduk diam, lakukan sesuatu atas berita ini.
  7. SEGERALAH, cepat-cepat lakukan sesuatu
  8. Berita ini bukan untuk disimpan di bawah gantang tapi untuk diteruskan diberitakan estafetkan kembali kepada semua orang yang kita jumpai.
  9. Sungguh berita ini dahsyat dan mengherankan, Allah menjadi manusia untuk dikorbankan sebagai penebusan dosa dunia
  10. Berita ini juga untuk diterima dan direnungkan secara pribadi.
  11. Ada pujian untuk memuliakan Allah karena berita sukacita ini.

Untuk kita renungkan…

  • Sudahkah saya mendapatkan berita sukacita ini? Paling tidak, saat ini saya mendapatnya.
  • Sudahkah saya benar-benar beriman penuh menerima kabar ini menjadi sukacita pribadi, karena saya tadinya tidak ada harapan menyelamatkan diri, kini Sang Juruselamat datang untuk menebus dosa saya.
  • Sudahkah saya meneruskan / estafet berita dahsyat ini?
  • Sudahkah saya menjelaskan mengapa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya dari neraka dan membutuhkan Juruselamat?
  • Apakah saya mewartakan berita seutuhnya? Berkat bagi orang yang percaya dan kutuk bagi orang yang tidak bertobat!
  • Apakah saya lebih suka merayakan natal saya (ulang tahun saya sendiri) atau HUT gereja daripada Natal Kristus?
  • Apakah saya merayakan Natal dengan menyenangkan dan memuaskan diri saya sendiri?
  • Apakah segala perayaan Natal saya (dengan dekorasi, pohon, santa, pesta pora dst.) sungguh memuliakan Tuhan? atau hanya menyenangkan diri sendiri saja?

Mari kita rayakan sukacita besar ini dengan memuliakan DIA yang menebus dan menyelamatkan kita dari hukuman neraka kekal.

Mari kita rayakan dengan melakukan kehendak-NYA, memberitakan, estafetkan warta sukacita ini ke seluruh dunia!

Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Karunia Bahasa: Perbedaan Kisah Para Rasul 2 dan 1 Korintus 14

Yesus Tuhan Jul 17, 2020 · 22:22

Banyak gereja mengajarkan bahwa bahasa yang digunakan di Kisah Para Rasul 2 (selanjutnya kami singkat KPR2) adalah bahasa yang sama dengan di 1 Korintus 14 (selanjutnya kami singkat 1Kor14.) Mungkin mereka kurang teliti mempelajari firman Tuhan, atau mungkin … barangkali saja, mereka berpikir agar mudah untuk menjelaskan kesalahan karismatik. Mungkin tujuannya memang baik, tapi Tuhan sangat mementingkan cara yang benar.

Kita bisa membeberkan banyak kesalahan karismatikisme dari banyak sudut tanpa harus mengkompromi kebenaran Firman Tuhan.

Apa yang benar dan sesuai Alkitab satu-satunya Firman Tuhan, itu yang diajarkan.

Jika kita jujur dan teliti mengamati dua pasal ini, kita bisa melihat cukup banyak perbedaan didalamnya.

Berikut beberapa ringkasan penting:

  • Di KPR2, semua orang mengerti karena semua mendengar para Rasul berbicara dalam ‘bahasa kita masing-masing.’ Jadi jika ada orang dari Indonesia hadir disitu, maka dia akan mendengar para Rasul bicara dalam bahasa Indonesia yang dia mengerti dengan baik. Dan para Rasul pun tentunya mengerti dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
  • Di 1Kor14, tidak seorangpun mengerti! Baik pembicara maupun pendengar tidak mengerti dan harus ada penerjemah yang mengartikan supaya orang mengerti.
  • Karena di KPR2 jemaat, bahkan semua orang dibangun. Bahkan menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan jiwa.
  • Sebaliknya di 1Kor14, yang dibangun hanyalah dirinya sendiri. Dan karena semuanya berbicara dalam pertemuan jemaat, maka kacau balau lah jemaat itu. Bahkan orang yang melihatnya akan mengatakan mereka gila. Karena itulah Tuhan memakai rasul Paulus untuk menegor jemaat Korintus.
    Hal ini cukup banyak terjadi dalam banyak gereja karismatik di seluruh dunia saat ini.

Berikut tabel beberapa perbedaannya.

Karunia Bahasa Roh AlkitabiahPerbedaan Karunia Bahasa di KPR2 dan 1Kor14

 

Untuk penjelasan lengkap mengapa karunia bahasa sudah lenyap sesuai dengan 1 Korintus 13, silakan baca disini:

Kedatangan Yang Sempurna Mengakhiri Karunia-Karunia Pewahyuan: Eksegesis 1 Korintus 13:8-13

 

Channel Belajar Bahasa Ibrani Gratis

Ajaran Alkitabiah Jun 2, 2020 · 19:27

Makhamadim adalah kata dalam bahasa Ibrani yang artinya “Menarik” yang berhubungan ketertarikan kepada lawan jenis. Kata ini hanya muncul satu kali di dalam Alkitab, yaitu di Kidung Agung 5:16.
Jika kata “makhamadim” diarahkan kepada nama orang, misalnya; Muhammad jelas “salah kaprah.” Paling tidak ada tiga alasan mengapa makhamadim bukan Muhammad.
Ditinjau dari segi “sofit” atau huruf akhiran menunjukkan perbedaan.
Ditinjau dari segi jumlah huruf konsonan menunjukkan perbedaan.
Ditinjau dari arti kata juga berbeda.
Simak penjelasannya dalam program “Belajar Bahasa Ibrani.”

Separasi: Api Asing, Korban Fasik, dan Merampok Rumah Berhala

Yesus Tuhan Dec 7, 2019 · 18:00

Tiga, empat bahkan lima masalah terbesar dalam separasi adalah api asing, korban fasik dan merampok rumah berhala.

1. Api asing penyembahan Karismatik / Pantekosta

John Macarthur Melawan “Api Asing” dengan “Api Asing”

John Mcarthur dengan tepat menunjuk penyembahan palsu karismatikisme seperti api asing yang dibawa oleh Nadab dan Abihu, suatu api yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. (Imamat 10.)

Tur Peringatan di Tempat Lahirnya Api Liar Pantekosta

2. Api asing musik kontemporer

Itu benar sekali, tetapi salah satu aspek gerakan kharismatik yang paling efektif, salah satu hal yang paling bertanggung jawabn untuk menciptakan “pengalaman” kharismatik dan membangun persatuan mereka yangsesat, adalah musik penyembahan kontemporer.

http://graphe-ministry.org/articles/category/kharismatikpantekosta/

Jadi, sementara dia menunjuk karismatikisme, dia sendiri tidak sadar kalau sudah tersusupi dengan musik karismatikisme, api asing yang juga tidak sesuai kehendak Tuhan.

Dan dua masalah terbesar ini mungkin adalah penyebab terbesar banyak gereja fundamentalis tergelincir di lereng yang licin.

3. Korban najis

Yesaya 66:3 Orang menyembelih lembu jantan, namun membunuh manusia juga, orang mengorbankan domba, namun mematahkan batang leher anjing, orang mempersembahkan korban sajian, namun mempersembahkan darah babi, orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka,

Imamat 22:20 Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu. 22:21 Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikitpun. 22:22 Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah. 22:23 Tetapi seekor lembu atau domba yang terlalu panjang atau terlalu pendek anggotanya bolehlah kaupersembahkan sebagai korban sukarela, tetapi sebagai korban nazar TUHAN tidak akan berkenan akan binatang itu. 22:24 Tetapi binatang yang buah pelirnya terjepit, ditumbuk, direnggut atau dikerat, janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN; janganlah kamu berbuat demikian di negerimu. 22:25 Juga dari tangan orang asing janganlah kamu persembahkan sesuatu dari semuanya itu sebagai santapan Allahmu, karena semuanya itu telah rusak dan bercacat badannya; TUHAN tidak akan berkenan akan kamu karena persembahan-persembahan itu.”

Ul 15:21 Tetapi apabila ada cacatnya, jika timpang atau buta, bahkan cacat apapun yang buruk, maka janganlah engkau menyembelihnya bagi TUHAN, Allahmu.

Ul 17:1 Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu

Mal 1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!” 1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Orang-orang yang sudah mengenal TUHAN yang benar tetapi memberikan persembahan / pemberian korban yang cacat, misal dari penghasilan tidak halal yang tidak sesuai aturan hukum yang berlaku, atau sambil menyembah TUHAN yang benar tetapi tidak mau separasi dan masih juga terlibat dalam penyembahan berhala.

4. Korban orang fasik

Amsal 15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Amsal 21:27 Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.

Yaitu masih menerima persembahan / pemberian orang yang belum bertobat untuk pekerjaan TUHAN. Ini adalah kekejian bagi TUHAN!

5. Merampok rumah berhala

Roma 2:22 Engkau yang berkata: “Jangan berzinah,” mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?

Orang yang mengaku lahir baru tidak boleh terlibat dalam penyembahan berhala. (cheng beng, rosario, xmas, dsb.)

Banyak gereja yang berkompromi dan tidak mau menyatakan kesalahan hanya karena mereka memberikan dukungan dana yang besar sehingga dibiarkan terkesan “kita sama-sama menyembah Yesus yang sama” padahal dibelakang terus menerus diajarkan bahwa Yesus kita tidak sama. Karena kalau tegas dinyatakan salah maka dana tidak masuk lagi.

Jadi, asal membawa dana yang cukup maka kesalahan doktrin bisa dipandang sebelah mata.

Kesimpulan.

  • Jemaat harus kudus dan harus sungguh-sungguh dijaga kekudusan Tubuh Kristus dari orang-orang yang belum dikuduskan, belum lahir baru.
  • Kekudusan jemaat juga dijaga dari praktik penyembahan yang salah yang juga mengotori kekudusan jemaat.
  • Kekudusan jemaat juga dijaga dari persembahan / pemberian jemaat yang tidak kudus.
  • Pekerjaan kudus TUHAN harus didukung sepenuhnya hanya oleh jemaat kudus TUHAN saja! (3 Yoh; Kej 14:21-23; Ezra 4).

Al Quran membuktikan

carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya Mat 6:33 Apr 12, 2019 · 09:04

Meditasi Alkitabiah vs Pagan / Okultis

Yesus Tuhan Apr 5, 2019 · 20:04

Banyak orang mencari ‘obat’ stress dan depresi dengan melakukan meditasi. Meditasi yang benar sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa rohani. Tetapi penting juga menyadari bahaya meditasi salah yang sudah dipengaruhi okultisme pagan. Salah satu bahaya nyata yang sering ditampilkan dalam film kungfu adalah zou huo ru mo (走火入魔).

Bagaimana mengetahui perbedaannya? Jangan mencoba-coba sebelum mengerti meditasi yang baik dan benar!

Meditasi Alkitabiah

Kata ‘meditate’ muncul 14 kali dalam 14 ayat dalam terjemahan KJV, 12 kali di PL dan 2 kali di PB.
Dalam PL, kata tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani H1897 hagah 6 kali, H7878 siyach 5 kali, H7742 suwach 1 kali.
Dalam PB kata tersebut diterjemahkan dari kata Yunani G3191 meletaō 1 kali dan G4304 promeletaō – yang merupakan kata yang sama dengan awalan pro – 1 kali.

Kata H1897 hagah dalam TB diterjemahkan menjadi: menyebut-nyebut 4, merenungkan 3, memikirkan 2, redup 2, mengaduh 2, memberi suara 1, melahirkan 1, komat-kamit 1, mengatakan 1, melahirkannya 1, mengucapkan 1, mereka-reka 1, renungkanlah 1, merancangkan 1, menimbang-nimbang 1, suara 1, menggeram 1.

Kata H7878 siyach dalam TB diterjemahkan menjadi: merenungkan 7, percakapkanlah 2, merenung 2, ceriterakanlah 1, disapanya 1, bertuturlah 1, keluh kesahku 1, cemas 1, memikirkan 1, menjadi buah bibir 1, mengeluh 1, memikirkannya 1, kunyanyikan 1.

Kata G3191 meletaō dalam TB diterjemahkan menjadi: Perhatikanlah 1, mereka-reka perkara 1.

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Mazmur 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
(63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, — (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
(77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.
119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

Secara konsisten, meditasi Alkitabiah berarti meluangkan waktu secara khusus untuk fokus merenungkan, memikirkan, mempelajari Firman Tuhan dengan menggunakan pikiran dan akal budi yang sehat. Memenuhi pikiran dan akal budi dengan Firman Tuhan.

Ini adalah salah satu praktek menerapkan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap pikiran dan akal budi.

Mazmur 143:5 Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.

Meditasi Pagan dan Okultis

Dalam berbagai metode meditasi pagan (samādhi, transendental, yoga, taichi, hipnotis, pranayama, dsb.) pelaku diajarkan untuk fokus pada suatu benda atau beberapa kata (word of faith) atau mantra, atau fokus pada pernafasan atau pada gerakan tubuh atau pada otot atau bagian tubuh tertentu.

Pelaku harus mengosongkan diri, mengosongkan pikiran, jangan berpikir apapun, agar ‘gerbang’ kesadaran bisa terbuka (Ecstacy, Trance, ASC, Altered state of consciousness, Kerasukan, Get High, zou huo ru mo 走火入魔) yang seringkali menggunakan bantuan musik pagan dengan backbeat yang monoton dan berulang-ulang ataupun musik CCM (Contemporary Christian music) pada beberapa gereja atau dengan aromaterapi atau dengan bantuan postur tubuh tertentu pada yoga atau dengan gerakan tertentu berulang-ulang pada taichi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Aktivitas_otak_dan_meditasi

Bahkan beberapa praktisi menggunakan bantuan rokok, racun tanaman atau binatang tertentu, obat-obatan legal (psikotropika, misalnya Marijuana yang sudah dilegalkan di banyak negara bagian Amerika) untuk mencapai ASC/trance tsb.

Dan praktisi yang paling ekstrim akan menghalalkan segala cara bahkan dengan obat-obatan ilegal untuk itu. Tentu saja ini tidak terjadi dalam sekejap mata. Proses demi proses terus dijalankan, mungkin langkah pertama hanya latihan postur saja. Mungkin selanjutnya dibantu pernapasan, dst. sehingga tanpa sadar (ibarat serangga terperangkap dalam bunga bangkai) orang terperosok kedalam okultisme pagan.

Klik untuk mengakses cults.pdf

Sudah banyak kasus terjadi, orang-orang yang melakukan meditasi dan ‘berhasil’ terbuka gerbang ASC/trance mendapat ‘kunjungan’ dari tamu tak diundang. Bukannya ‘mengobati’ depresi, tetapi tamu tak diundang ini meneror mereka bahkan tidak sedikit yang bunuh diri karenanya.

https://store.thebereancall.org/shop?&search=occult

Beberapa praktek okultisme pagan ini berhasil menyusup kedalam gereja dalam bentuk misalnya:

  • Lectio Divina,
  • Word of Faith,
  • Slain in the Spirit,
  • Holy Laughter,
  • Spiritual Formation,
  • Contemplative (Spirituality, Prayer, Meditation, etc.)
  • Interspirituality,
  • Native Spirituality, dsb.

https://store.josh.org/product/handbook-todays-religions/

Meditasi yang sia-sia

Ingat kata H1897 hagah dan G3191 meletaō yang paling banyak diterjemahkan KJV sebagai meditate?

Mengapa suku-suku bangsa meditasi perkara yang sia-sia?

Mazmur 2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Kisah Para Rasul 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Perhatikan perbedaan besarnya, meditasi Alkitabiah vs meditasi okultis pagan yang sia-sia dan bahkan bisa membawa celaka terjerumus dalam okultisme atau bahkan ada yang bunuh diri.

Meditasi Alkitabiah berfokus pada Firman Tuhan saja. Meditasi pagan berfokus pada kepentingan diri sendiri (for me) melalui benda-benda, alam, tubuh, kata-kata, mantra yang tidak dimengerti artinya, bahkan pada kekosongan.

Meditasi Alkitabiah fokus aktif memenuhi pikiran, merenung, mempelajari Firman Tuhan (fill the mind and spirit with God’s Word). Meditasi pagan pasif mengosongkan pikiran (empties the mind and spirit) agar pikiran bisa dikendalikan oleh entitas lain.

Waspadalah!
Entitas apakah dibalik meditasi sia-sia yang ingin mengendalikan pikiran anda?

Meditasi adalah aktif berpikir dengan membaca buku dan belajar!
Buku terbaik untuk dibaca dan dipelajari adalah Alkitab!

Kita bisa ajarkan anak-anak meditasi sejak dini misalnya mulai dengan menghapal 1 ayat Alkitab setiap minggu kemudian dibahas dalam family altar/chapel.

Ayat Alkitab adalah untuk dibaca, dihapal, dipelajari, dipikirkan, direnungkan, dan kemudian diterapkan dalam kehidupan kita.
Jangan menyalahgunakan ayat Alkitab sebagai mantra dengan mengulang-ulang tanpa pemikiran dan pengertian dan tanpa niat melaksanakannya.

Dan bagi anda yang masih mencari damai, terimalah Sang Raja Damai Yesus Kristus yang sudah mati untuk menebus dosamu!

Yesaya 48:22 “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” firman TUHAN.
Yesaya 57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.

Berikut Kalender Meditasi Alkitabiah Sepanjang Tahun, 366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah:

366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah – Saat Teduh, Renungan Harian, Meditasi Alkitabiah

366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah from alkitabiah

Ayat Bukti Keilahian Yesus: Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yesus Tuhan Mar 29, 2019 · 10:13

Yoh 14:28 … Bapa lebih besar dari pada Aku

Bukankah ayat ini yang dipakai rusellite (yang mengaku saksi Yehovah) untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Allah Yang Maha Perkasa?
Bagaimana mungkin ayat ini membuktikan keilahian Yesus?

Bagaimana kalau saya rakyat jelata biasa mengucapkan kata ini: Presiden lebih besar dari saya.
Rasanya orang-orang akan melihat saya dengan aneh, mungkin akan ada yang menyahut: “Emangnya kamu posisinya apa? Emangnya pejabat tinggi? Kok perbandingannya Presiden? Jangan-jangan mau kudeta?”

Tidak ada satupun orang benar yang berani membandingkan dirinya dengan Allah. Semua nabi besar dan kecil, tua dan muda, melihat dirinya sendiri sebagai debu tanah, ulat (Ayub 25:6), bunga, rumput (Maz 103:15-16), kain kotor (Yesaya 64:6). Bahkan yang paling dikasihi Tuhan sekalipun, tidak ada seorangpun yang berani membandingkan dirinya dengan Allah Yang Mahatinggi.

Siapa yang membandingkan diri dengan Allah?

Yesaya 14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Iblis! Iblis-lah yang membandingkan dirinya dengan Allah, bahkan ingin menyamai Yang Mahatinggi!
Dan tipuan iblis pertama dan yang terbesar adalah supaya manusia mengikuti jejaknya, mau menyamai Allah, mau menjadi seperti Allah!

Kejadian 3:4. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Jika Yesus berani membandingkan dirinya dengan Allah yang Mahatinggi, ada beberapa kemungkinan.

  • Yesus adalah Iblis, atau
  • Yesus ditipu Iblis, atau

Yesus adalah Tuhan dan Allah

Jelas Yesus bukan Iblis ataupun saudara Lucifer seperti yang dituduhkan Mormon yang mengaku sebagai orang kudus akhir zaman. Jelas juga Yesus tidak termasuk yang percaya tipuan Iblis bahwa manusia akan (terus reinkarnasi dan akhirnya) menjadi seperti Allah.

Jelas Yesus mengenal Allah Bapa Yang Mahatinggi! Dan Yesus berani membandingkan diriNya dengan Yang Mahatinggi!

Mungkinkah Yesus suatu ‘allah’ kecil seperti yang diajarkan rusellite? Suatu allah yang perkasa tapi bukan Yang Maha Perkasa?

Jika ini benar, maka Kristen adalah agama politeis dengan banyak allah. Padahal Yesus menegaskan kembali ke-esa-an Allah!

Ulangan 6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Markus 12:29. Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Orang-orang Yahudi pada masa itu paling mengerti pandangan Yesus mengenai diriNya sendiri. Orang Yahudi sangat mengerti ke-esa-an Allah dan dengan mengaku Anak Allah maka Yesus memposisikan diriNya setara Allah.

Yohanes 10:33. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.

Saat orang Yahudi menuduhkan Yesus menyamakan diriNya dengan Allah, Yesus sama sekali tidak membantah. Kalau saja Yesus mau mengatakan bahwa Dia bukan Allah, tentu Dia tidak akan disalibkan karena menghujat Allah.

Bahkan Rasul Yohanes pun mengerti dari klaim Yesus sebagai Anak Allah dan dari otoritas Yesus atas dosa, atas angin, laut, tumbuhan, binatang, bahkan Yesus mengacak-acak pedagang didalam Bait-Nya, bahkan Yesus merombak hukum Taurat (Matius 5), bahkan meniadakan hari Sabat, menghalalkan semua makanan, dsb. Semua otoritas itu adalah otoritas Allah sendiri.

Yohanes 5:18. Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Tuhan Yesus setara Allah Bapa, Allah Tritunggal Yang Esa

Filipi 2:
5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11. dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kebenaran dan Ketaatan

Yesus Tuhan Mar 15, 2019 · 17:23

Matius 23:3. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Kebenaran dan ketaatan HARUS dipaket menjadi satu kesatuan dan tidak boleh dipisahkan.

Kebenaran tanpa ketaatan adalah seperti iman yang benar tanpa perbuatan yang benar. Orang yang hanya mendengarkan saja tetapi tidak melakukannya. Seperti tubuh tanpa roh. Seperti orang bodoh mendirikan rumah diatas pasir. Seperti pendengar yang menipu diri sendiri.

Seperti banyak orang ‘kristen’ yang mengaku percaya dan bahkan menyembah Yesus sebagai Tuhan yang benar. Tetapi tidak mau mentaati perintahNya, misalnya bagaimana baptisan yang benar, bagaimana lagu yang menyenangkan Tuhan, bagaimana dana persembahan yang kudus hanya dari jemaat, separasi, dst.

Bukan orang ‘kristen’ yang mengaku percaya dan memanggil Yesus sebagai Tuhan yang diselamatkan, tetapi yang mendapatkan kebenaran, menerima iman yang benar dan menunjukkan imannya dengan perbuatan.

Matius 7: 21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
24. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
12:50. Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Yakobus 1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
2:26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Ketaatan menunjukkan iman dan kasih

Bukan jemaat yang mengaku-ngaku mengasihi Tuhan yang benar-benar mengasihi Tuhan!
Tetapi jemaat yang taat-lah yang benar-benar mengasihi Tuhan!

Yohanes 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Tetapi penting juga diperhatikan urutannya.
Tentu saja kita harus mendapatkan kebenaran terlebih dahulu sebelum mentaatinya.

Pertama, mendengar, mendapatkan kebenaran, lalu menerima kebenaran itu, lalu melakukannya dengan tekun, menerapkannya dalam kehidupannya, lalu tekun memberitakan kebenaran agar banyak orang bisa ikut mendapatkan kebenaran itu.

Banyak orang berhenti pada salah satu titik tidak melanjutkan, tidak melakukan, tidak menerapkan kebenaran atau tidak memberitakan, dst.

Tanpa kebenaran maka ketaatan bisa menjadi kesalahan bahkan kesesatan.

Seperti orang-orang Farisi yang taat melakukan ritual-ritual ibadah dengan benar tetapi tidak mau memahami hakekat ibadah simbolik dibaliknya dan bahkan menolak kedatangan Mesias yang menggenapi hukum Taurat.

Bayangkan orang mentaati kitab yang memerintahkan untuk membunuh semua orang yang tidak seiman dengannya. Akibatnya bisa kita lihat sendiri dari berita-berita pembunuhan di banyak negara timur tengah atau di Asia, seperti Pakistan. Bahkan ada yang membunuh kakak/adik bahkan anaknya sendiri dan menyebutnya sebagai ‘honor killing‘ (pembunuhan demi kehormatan keluarga). Adakah kehormatan dalam pembunuhan? Tapi kasus-kasus seperti itu adalah sah, legal, bahkan memang diperintahkan di banyak negara timur tengah. Sehingga pelaku tidak akan dihukum.

Jadi dari ketaatan itu kita bisa ‘melihat’ iman dan kasih seseorang apakah obyeknya sudah benar atau tidak.
Obyek ketaatan yang benar tidak akan menghasilkan percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Tetapi obyek ketaatan yang benar akan menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Buah Roh, Galatia 5)

Galatia 5:16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Janganlah cuman mengaku-ngaku ‘saya percaya,’ ‘saya mengasihi Tuhan,’ dst.
Jangan pula berhenti pada titik ‘saya sudah mendapatkan kebenaran.’
Tuhan mau kita menunjukkan iman dan kasih kita dengan ketaatan dan ketekunan!

Tuhan Yesus memberkati!

Konsep Allah Bangsa-bangsa Adalah Berhala

Ajaran Alkitabiah Mar 12, 2019 · 06:39

Selamat pagi semua🙋🏽♂ apakabar❓

*Allah segala bangsa adalah berhala*

*[[1Tw 16:26/ITB]]* Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

ki kol elohe (semua allah-allah) ha ammim elilim (adalah pujaan (buatan) bangsa2 wa *Yahuwah* samayim asa (adalah pencipta langit).

Artinya…
*Yahuwah* adalah Allah pencipta langit dan bumi yang dikenal di dalam *Alkitab* . Allah yang dikenal di luar Alkitab adalah konsep berhala. *Tidak alkitabiah* jika konsep ke-Allah-an muncul dari bangsa Arab, bangsa India, bangsa China, dll.
Menurut Alkitab sebagai kitabnya-kitab, *Yahuwah* adalah pencipta langit dan bumi, *Yahuwah* yang lahir menjadi manusia Yesus menebus dosa semua manusia, yaitu; Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, Allah setiap orang yang percaya padaNya sebagai juru selamat
Dan Allah bangsa-bangsa adalah berhala.📖✝🛐🎯❤🥰

Gbl. Firman Legowo sedang membaca Alkitab

#cumabacaAlkitab

Gereja Alkitabiah

Ajaran Alkitabiah Mar 11, 2019 · 16:44

Dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu, Filemon 1:2.

Apakah Gereja itu?

Ada paling tidak 2 tipe orang yang penulis perhatikan tentang bagaimana orang Kristen memahami.
Tipe pertama Gereja adalah sebuah bangunan gedung yang suci dan agung yang dibangun dengan mengubur tulang atau rambut “para rasul.” Area mimbar dianggap suci dan tidak sembarangan orang diperkenankan menginjaknya. “Perabotan2” suci sebagai alat “perjamuan suci” diletakkan di area mimbar yang suci.

Tipe kedua
Gereja bukanlah sebuah bangunan gedung melainkan “orangnya” namun pengertian ini hanya diaminkan dalam “pikiran.” Hampir sebagian besar umat Kristen setuju bahwa gereja bukan berwujud bangunan, gereja adalah kumpulan orang2 percaya. Namun fakta di lapangan berbicara lain, hati mereka mengartikan gereja adalah gedung bangunan. Terbukti, pergi bergereja yang memiliki bangunan gedung yang permanen, megah, mewah, karena dianggap rumah Tuhan. Bangga karenan gedung gereja sudah “berijin” “resmi,” Tata ruang dan tata panggung dibuat sedemikian rupa supaya menjadi “gereja sungguhan.” Bahkan para mahasiswa teologi, calon-calon gembala sudah memimpikan dan mulai menggambar sebuah bangunan gedung “gereja” yang megah sebagai bukti iman mereka, Lalu mulai menggambar sebuah rumah mungil nan asri dan nyaman sebagai rumah “pastori.” Orang yang memahami gereja seperti tipe kedua ini memang agak aneh, memahami dalam pikiran bahwa gereja adalah orang2nya tetapi hatinya masih terikat pada gedung bangunan gereja.

Gereja Alkitabiah

Beberapa kali penulis mendapat cemoohan dari beberapa saudara seiman mengenai keberadaan jemaat alkitabiah yang saya gembalakan. “Gereja kok di rumah sih pak? Gereja kok di ruang tamu? Niat nggak buat gereja, kok main2 begitu? Kok design gerejanya bukan gereja? Saya sedikit tertawa geli juga menghadapi kenyataan ini, karena hampir seluruh umat Kristen beranggapan demikian. Sesungguhnya indikasi gereja pada zaman para rasul adalah di rumah2 anggota jemaat, diruang2 tamu jemaat. Membayangkan ibu Filemon pagi hari sebelum berjemaat, menyiapkan sarapan pagi untuk Filemon dengan menu ikan asin goreng dan sambal trasi, lalu rasul Paulus datang bersiap berkotbah dalam pertemuan itu, tercium bau ikan asin yang tak kunjung hilang. Suasana ini adalah gambaran umum dalam pertemuan jemaat alkitabiah, di ruang2 tamu. Lalu apakah penulis boleh bertanya balik, gereja kok di “gedung?”
Karena ruang tamu maka ditata seadanya dan selayaknya ruang tamu pada umumnya, sofanya disingkirkan sesaat, dll. Apakah mereka “niat buat gereja?” jangan ragukan kesungguhan jemaat di rumah Filemon, mereka bahkan rela mati martir. O…o…o..rupanya pemahaman gereja berpanggung, bertata ruang bak bioskop, bersound system bak “konser” musik tidak ditemukan atau tidak dilakukan oleh jemaat alkitabiah. Bait suci adalah gedung, Masjid adalah gedung, Vihara adalah gedung, Pura adalah gedung, gereja adalah kumpulan orang2 percaya yang memuji Tuhan, belajar Alkitab sama2, dll.

Seandainya…

Seandainya semua orang lahir baru mengaminkan dalam hati bahwa gereja bukanlah gedung maka tidak mungkin ada pembakaran gereja. Ketika bangunan gereja dibakar oleh orang2 muslim, coba perhatikan tayangan2 di televisi2, mereka menangis dan berteriak, “gerejaku dibakar, gerejaku dibakar?” Gereja tidak bisa dibakar dan tidak perlu dibakar, karena gereja bukan gedung bangunan yang khusus dibuat. Kalau pemahaman gereja sudah menjadi benar dan alkitabiah maka seharusnya umat muslimpun akan belajar dan bermetamorfosis dan berkata ” o yang dimaksud gereja bagi orang Kristen itu orangnya bukan bangunannya, makanya kita cari2 gedung gereja tidak ketemu2? Apakah mereka sanggup membakar gereja? Sanggup kalau gereja itu berwujud gedung bangunan. Tetapj mereka akan kesulitan membakar gereja jika pengertian gereja adalah kumpulan orang2 yang lahir baru.

Gbl. Firman Legowo

Imanuel, Allah Lahir Menjadi Manusia

Ajaran Alkitabiah Mar 11, 2019 · 16:35

Yesaya 7:14 (TB) Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan *menamakan Dia Imanuel.*

https://alkitab.app/v/f8f9fed7a81c

Fokus di kata *Imanuel*

Et vs Immanu
Beserta vs Ada Bersama

Apakah Arti Immanuel?

Banyak yang mengartikan Immanuel dalam porsi yang kurang tepat. Jika Immanuel diartikan sebagai Allah “beserta” kita, arti ini kurang tepat. Karena menurut “survey” kata beserta memiliki arti yang cakupannya lebih luas. Beserta bisa berarti penyertaan yang tanpa ada subyek di sisi obyek. Misalnya “doaku menyertaimu,” dll.

Dalam bahasa Ibrani, kata “menyertai” dengan cakupan yang lebih luas ini memiliki kata tersendiri yaitu “et,” yang artinya sudah dijelaskan di atas. Contoh kasus pada
Kejadian 21:20, Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
Kata “menyertai” pada ayat tersebut adalah “et” yang berarti penyertaan Allah tetapi tanpa Allah sendiri berada secara fisik di samping anak itu.

Sementara…
Kata “Immanuel” artinya Allah secara fisik ada bersama manusia. Atau Allah menjelma menjadi manusia dan secara real menginjakkan bumi untuk bersama manusia. Itulah arti Imanuel.

Immanuel berasal dari kata “immanu” dan “el”
Arti immanu sendiri adalah ada bersama (dalam wujud fisik). Untuk menguatkan arti immanu, saya akan mengutip Kejadian 24:25

Lagi kata gadis itu: “Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalampun ada.”
Pada ayat ini, immanu digunakan untuk menunjukkan bahwa jerami dan makanan unta “ada bersama” gadis itu secara fisik.

Jadi Immanuel adalah Allah yang secara fisik bersama manusia.
Tuhan Yesus adalah Allah yang secara fisik menjadi manusia.

Dinubuatkan dalam Yesaya 7:14, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel

Digenapi dalam *[[Mat 1:23/ITB]]*6 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan6 melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka7 akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti:7 Allah menyertai kita.

*Immanuel Adalah Nama, Bukan Sebutan*

*Tidak ada seorangpun nama tokoh pada PL yang bernama Immanuel.* Ada beberapa kalangan yang meyakini Immanuel adalah sebutan bagi salah satu raja pada zaman Yesaya. Keyakinan ini “menabrak” arti nama dan mengubah menjadi sebutan.
Kata “semo” dalam bahasa Ibrani sama dengan “onoma” dalam bahasa Yunani yang berarti nama. Dan nama Immanuel hanya diberikan pada Tuhan Yesus, sebab Dia adalah Allah yang secara fisik menjadi manusia dan ada bersama manusia.

Tidak Terbantahkan, Allah Bisa Menjadi Manusia

Maka nama Immanuel yang digenapi pada diri Tuhan Yesus tidak terbantahkan bahwa Allah bisa menjadi manusia secara fisik.
Konsep ini diajarkan sebagai langkah Allah menebus dosa umat manusia. Menanggung dosa umat manusia.

Gbl. Firman Legowo
Allah bisa menjadi manusia.

Menjadi Gereja Sempurna

Yesus Tuhan Feb 2, 2019 · 07:08

Tidak ada gereja yang sempurna.
— kata orang

Bahkan, saat saya bertobat dan mencari ‘gereja sempurna’ saya diberitau:

.. kalau ada gereja sempurna dan kamu masuk situ, maka gereja itu menjadi tidak sempurna lagi
— kata orang

Permasalahannya adalah pada definisi ‘sempurna’ yang ada dipikiran orang itu tidak sesuai dengan kesempurnaan yang Tuhan inginkan.

Kalau saja saya menuruti petunjuk ‘tidak ada gereja sempurna’ maka tentu saya masih di gereja katolik yang cacat total.
Salah satu sebab teknik ini banyak dan sering digunakan adalah untuk menahan orang untuk mencari dan untuk menjadi sempurna.

Efesus 5:
24. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Tuhan mengajarkan paralel hubungan suami istri meniru pola hubungan Kristus dengan jemaatNya. Bagaimana suami harus mengasihi istri seperti Kristus mengasihi dan memberikan nyawaNya bagi jemaat dan bagaimana istri harus tunduk seperti jemaat (seharusnya) tunduk kepada Kristus.

Disini juga Tuhan memberikan petunjuk bagaimana menjadi jemaat yang sempurna, cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, kudus dan tidak bercela.

Pertama, jelas bahwa jemaat seharusnya tunduk kepada Kristus, yaitu dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, memberitakan InjilNya.

Yohanes 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
22. Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”
23. Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Jadi, jangan ngaku-ngaku tunduk atau taat atau mengasihi Tuhan jikalau takut memberitakan InjilNya atau takut ditolak atau takut tidak ada yang menerima.

Penting dicatat dan diingat kembali supaya jangan salah perhitungan. Jangan pernah menghitung berapa orang yang sudah bertobat dari pemberitaan jemaat! Hitunglah berapa orang yang sudah mendengar Injil yang benar dari jemaat!

Pekerjaan utama Tuhan adalah memberitakan Injil. Itulah pekerjaan yang harus dilakukan jemaat. Memberitakan, berarti bisa ada yang percaya dan ada yang tidak percaya. Seperti juga menjala, bisa dapat ikan dan bisa juga tidak mendapat. Seperti menabur benih, bisa tumbuh dan bisa juga tidak tumbuh.

Apakah karna takut tidak mendapat ikan lalu nelayan mogok kerja dan tidak mau menjala? Takut panen gagal lalu petani tidak mau menabur? Takut ditolak lalu tidak mau memberitakan Injil?

Mark 4:27. lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Jadi, bukan urusan jemaat untuk mengetahui apakah benih itu bertunas atau gagal panen, itu pekerjaan Roh Kudus. Pekerjaan jemaat hanyalah menaburkan benih saja. Bunkan urusan jemaat apakah jala yang ditebarkan akan mendapatkan ikan atau tidak. Pekerjaan jemaat hanyalah menabur saja.

Jangan berusaha mengambil alih pekerjaan Roh Kudus.

Kedua yang sama pentingnya terus diingat dan dicatat adalah Yesus sajalah yang menguduskan dan menyucikan dengan firmanNya. Orang dunia berusaha menguduskan dan menyucikan diri dengan amal ibadahnya, tetapi orang yang DIbenarkan hanya berharap kepada Tuhan Yesus saja yang sanggup menyucikan dan menguduskan jemaatNya.

Dan ujung-ujungnya ini pun kembali kepada ketundukan dan ketaatan. Orang yang MAU DIkuduskan dan DIsucikan dengan firman Kristus, bukan sekadar mendengar saja, tetapi menjadi pelaku firmanNya.

2 Tim 2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

1 Pet 1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Ketiga, kata kuncinya adalah “MENJADI”. Kata “menjadi” mengimplikasikan suatu proses untuk menjadi sempurna.

Mat 5:48 Oleh karena itu, hendaklah kamu MENJADI sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna.
— Kitab Suci Indonesia Literal Translation

Semua ini pun ujung-ujungnya kembali kepada ketaatan melaksanakan firmanNya, terutama pemberitaan InjilNya yang berkuasa menyelamatkan dunia dari hukuman kekal api neraka.

Kesalahan Menghitung

Yesus Tuhan Oct 14, 2018 · 22:10

Kesalahan menghitung rakyat

2 Samuel 24:10. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Kesalahan menghitung jemaat, persepuluhan, dsb.

Apa salahnya menghitung jumlah rakyat Israel?
Apa salahnya menghitung jumlah jemaat dalam Gereja?

Kadang-kadang orang terlalu merasa bangga dengan jumlah jemaat, seakan-akan karena usaha kerja keras merekalah maka jemaat bisa bertambah banyak.
Seakan-akan Gereja lain kurang bekerja keras sehingga jemaatnya sedikit.

Akibatnya adalah Gereja menjadi pengutus marketing, bukan penginjil.

Seakan-akan menabur itu tidak masuk hitungan, yang penting berapa tuaiannya.

Kesalahan utama adalah tidak memahami benar bahwa Tuhan sajalah yang menambahi, baik jumlah rakyat Israel maupun jumlah jemaat dalam Gereja.

2 Samuel 24:. Lalu berkatalah Yoab kepada raja: “Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?”

Kisah 2:
46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Salah obyek perhitungan

2Raja 20
12. Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
13. Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Apa hubungannya Raja Hizkia dengan menghitung? Dia kan tidak menghitung rakyat?
Raja Hizkia menghitung harta bendanya dan bahkan memamerkannya kepada bangsa lain. Mirip Daud, dia terlalu bangga sehingga lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan juga dan melupakan tugas utama bangsa Israel memberitakan keselamatan kepada segala bangsa.

Tugas utama menjadi Terang Dunia

Yes 49:6. “… Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Yoh 4:22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Raja Hizkia seharusnya bukan menghitung apalagi memamerkan hartanya, tetapi memberitakan keselamatan seperti yang dilakukan Salomo.

Mat 12:42. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Demikian juga jemaat seharusnya tidak membanggakan ataupun membesarkan hal-hal duniawi, menghitung jumlah jemaat, jumlah persepuluhan, dst., tetapi seharusnya melakukan tugasnya yang pernah gagal dilakukan bangsa Yahudi, yaitu memberitakan keselamatan kepada dunia.

Jangan sampai kita ditegor karena lupa akan tugas utama kita.

Wahyu 3
1. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Hitunglah benih yang sudah ditabur

Seorang marketing asuransi pernah membagikan tips yang sangat bagus, kurang lebih seperti ini:
Jangan hitung berapa orang yang sudah tandatangan polis asuransi, tapi hitung kamu sudah bicarakan dengan berapa orang dalam minggu ini.

Jemaat seharusnya tidak menghitung apalagi memamerkan hal-hal jasmani, tetapi yang harus dihitung adalah berapa banyak orang yang sudah mendengarkan Kabar Keselamatan didalam Yesus Kristus.

Kisah 19:
9. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.
10. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Mudah-mudahan kita bisa mengatakan kepada Tuhan: Tuhan, semua orang kantor saya sudah mendengar Injil. Atau, Tuhan, semua orang Sunter atau orang Grogol atau orang Tanjung Priok atau Cengkareng, atau se-rt/rw atau desa/kampung saya sudah mendengar Injil.

Stress, Depresi, Agama Coca-Cola hingga Agama Opium

Yesus Tuhan Sep 3, 2018 · 20:54

Matius
4. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan memberikan rasa lapar dan haus supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan jasmaninya.

Mazmur 42
1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Demikian juga Tuhan memberikan rasa stres dan depresi, yang adalah kelaparan dan kehausan rohani, supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan rohaninya, yaitu Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna dan tanpa salah!

Yohanes 6
35. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
41. Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”

Tidak ada manusia dilahirkan atheis dan/atau evolusionis.
Semua suku di seluruh dunia mempunyai ritual penyembahan. Semua manusia lapar dan haus rohani dan mencari pemuasan rohaninya dalam berbagai bentuk ritual penyembahan.

Untuk makanan dan minuman jasmani sangat banyak ragam macam-macam jenisnya. Dari berbagai macam makanan dan minuman tentu saja tidak semuanya baik dan menyehatkan. Bahkan mungkin lebih banyak makanan minuman yang tidak menyehatkan daripada yang menyehatkan.

Terlebih lagi minuman, seringkali orang lebih suka Coca-cola daripada air yang murni untuk melepaskan dahaganya. Memang saat diminum rasanya lebih segar, seperti iklannya, lebih ahh…
Tetapi, seperti yang juga sudah menjadi pengetahuan umum, minuman soda ternyata tidak melepaskan dahaga sama sekali. Bahkan sebaliknya, bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, apa yang terasa sekejap di dalam mulut sepertinya menyegarkan, ternyata menipu.

Demikian juga dengan makanan dan minuman bagi jiwa kita. Banyak buku filosofi dan psikologi menawarkan ‘solusi’ mengatasi stres dan depresi, makanan dan minuman yang rohani. Tetapi kita perlu sangat waspada dan berhati-hati, jangan sampai tertipu dengan damai yang palsu dan sementara. Seperti makanan lezat dan minuman yang rasanya menyegarkan, efek jangka panjangnya malah bisa memperparah penyakit.

Juga, agama-agama berlomba-lomba memberikan makanan yang, katanya, rohani dan menyegarkan jiwa. Bahkan ada yang mengaku nabi yang menuliskan kitab yang lebih sempurna, ternyata mengajarkan kekerasan untuk melampiaskan stres dan depresinya. Atau bahkan sampai melakukan bunuh diri sambil membunuh banyak orang juga, katanya akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal.

Waspada dan berhati-hatilah! Seperti Coca-cola yang memang terasa menyegarkan, tetapi jangka panjangnya memberikan efek sebaliknya, merusak. Demikian juga dengan Agama Coca-cola, bisa saja memberikan perasaaan damai sentosa untuk sementara waktu. Bahkan beberapa orang ‘kecanduan’ dengan ritual-ritual ibadah yang memberikan rasa damai yang palsu dan sementara. Seperti juga disebut dengan cukup tepat oleh Karl Marx, ” Die Religion … ist das Opium des Volkes,” (Religion is the opium of the people, Agama adalah opium bagi masyarakat.) Ya, banyak agama menjual ritual-ritual (yoga, meditasi, spiritualisme, puterin kotak, macam-macam gaya sembah, dsb.) yang memang bisa memberikan rasa tenang damai yang sementara. Seperti opium, orang-orang akan terus kembali lagi untuk melakukan ritual-ritual tersebut (bahkan, seperti opium, seringkali ritualnya harus dibayar sangat mahal) agar mendapatkan rasa tenang dan damai yang mereka inginkan.

Kolose 2
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
18. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19. sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
21. jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
22. semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
23. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Firman Tuhan, mata air yang memancar terus

Alkitab saja satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna, yang tidak ada salah sama sekali. Alkitab saja yang akan menciptakan mata air kehidupan didalam hati setiap orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus yang sudah dikorbankan untuk dosanya.

Efesus 1
13. Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Yohanes 4
13. Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Jika anda sudah menerima Yesus Kristus yang menebus segala dosa kita diatas salib, maka hatimu akan dimeterai dengan Roh Kudus dan mata air yang memancar terus.

Jika orang percaya mulai stres, mungkin lupa dengan mata air yang dimilikinya maka berdoalah dan gali kembali mata airmu dengan membaca Alkitab satu-satunya Firman Tuhan.

Mazmur (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Yohanes 6
68. Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69. dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Yohanes 14:
25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Ikuti Gerakan 1.000.000 Orang Baca ALKITAB

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Oct 10, 2016 · 05:07

gba-gbia

Group Facebook “Gerakan 1.000.000 Orang Baca ALKITAB” ini bertujuan:
1. untuk menarik minat baca saudara/i untuk mengetahui kebenaran Alkitab
2. supaya kita bisa bertumbuh di dalam kebenaran 🙂

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. ” (Maz. 119:105),
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16).

Grup ini akan AKTIF dan MULAI membaca ALKITAB Perjanjian Baru sebanyak 3 pasal sehari MULAI TANGGAL 1 Maret 2017, hari Rabu.

1 Maret 2017 akan diperingati sebagai Hari Gerakan Baca ALKITAB (GBA).

Mari bersama 1 juta orang di seluruh dunia kita akan mulai membaca ALKITAB 3 pasal sehari.

Bagi teman-teman semua yang susah rutin baca ALKITAB, maupun yang mau berkomitmen Baca Alkitab teratur, silahkan meng add teman-teman, keluarga, siapa saja yang mau rutin dalam membaca ALKITAB untuk ikut dalam
Grup FB “GERAKAN 1.000.000 Orang Baca ALKITAB”
* Untuk Bergabung Klik >
https://www.facebook.com/groups/1072208172833401/

2015 in review

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Dec 30, 2015 · 21:13

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Kereta bawah tanah New York City mengangkut 1.200 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 4.300 kali di 2015. Jika itu adalah kereta bawah tanah NYC, dibutuhkan sekitar 4 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Rick Warren Bergandengan Tangan dengan Paus

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Dec 2, 2015 · 03:00

(Berita Mingguan GITS 12 September 2015, sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan Dr. Steven Liauw)

Gembala Sidang Rick Warren dari Saddleback Church (bagian dari Southern Baptist), penulis dari The Purpose Driven Life, dijadwalkan akan berbicara dalam World Meeting of Families yang diadakan oleh Paus Fransiskus di Filadelfia bulan ini. Warren mengumumkan hal ini kepada gerejanya pada hari Minggu, 30 Agustus, dengan berkata, “Saya bukan seorang Katolik, dan kita memiliki banyak perbedaan dengan Katolik. Tetapi mereka mengasihi Tuhan dan kita sama dalam hal itu – kita percaya Alkitab, Tritunggal, dan dalam Yesus dan kebangkitan. Bisa jadi akan ada sejuta orang di Filadelfia dalam acara final ini bersama dengan Paus Fransiskus, dan dia meminta saya untuk menjadi pembicara terakhir” (“Pontiff Invites Rick Warren,” The Gospel Herald, 1 Sept. 2015). Sebagai bukti bahwa mereka sama sekali tidak memahami Alkitab dan buta rohani, jemaat Baptis itu bertepuk tangan dan bersorak sorai. Saya akan menanyai Gembala Warren dan Gereja Saddleback dua pertanyaan: Pertama, jika seseorang berdoa kepada Maria, mempercayai perantaraan dan pertolongan Maria, menganggap baptisan sama dengan kelahiran kembali, dan percaya bahwa sepotong roti adalah tubuh dan darah sebenarnya dari Yesus (sebagaimana dipercayai oleh Paus), apakah dia “mengasihi Tuhan,” ataukah dia mengikuti suatu injil yang lain, kristus yang lain, dan roh yang lain? Kedua, mengapakah Paulus menyebut para penyesat Galatia sebagai orang terkutuk walaupun mereka mengaku percaya Alkitab, Tritunggal, Yesus, dan kebangkitan (Galatia 1:6-8)? November lalu, Rick Warren berbicara di konferensi antar-agama Vatikan perihal pernikahan dan keluarga. Sudah bisa dipastikan dia tidak menegor praktek Roma mengharuskan selibasi bagi pastor-pastor mereka, yang diidentifikasi dalam 1 Timotius 4 sebagai doktrin setan-setan. Rick Warren adalah salah satu pengkhotbah paling berpengaruh di dunia hari ini,namun dia adalah orang buta yang menuntun orang buta. Fakta bahwa Denominasi Southern Baptist tidak secara publik menegor kesalahan dan komprominya dan mengeluarkan gereja dari daftar keanggotaan, adalah bukti tak terbantahkan bahwa Southern Baptist memberontak terhadap Firman Allah.

Amy Grant Dan Teman-Temannya Membangun “Gereja Esa Sedunia”

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE May 26, 2015 · 06:49

Amy Grant, salah satu musisi Kristen kontemporer yang paling berpengaruh, telah berada dalam perjalanan rohani yang menurun sejak awal karirnya. Hari ini, dia senang-senang saja berpegangan tangan dengan semua orang, mulai dari Baptis sampai kaum New Age. Pada tanggal 19 April dia bergabung dengan Dominican Sisters of Mary, Matt Maher (Katolik), dan lainnya, untuk suatu konser gabungan di Ypsilanti, Michigan. Pada bulan Januari, dia adalah salah seorang yang membuat tajuk utama konser “We Are United” yang mempromosikan kesatuan ekumenis. “Ke-33 artis CCM terhebat dalam sejarah” yang ikut serta, mewakili semua nama-nama besar dalam Musik Kristen Kontemporer, dan mengilustrasikan bahwa tidak ada hal lain yang lebih efektif dalam membangun “gereja” esa sedunia selain dari musisi kontemporer. Orang-orang yang ikut serta dalam “We Are United” termasuk Steve Green, Michael W. Smith, Newsboys, Sandi Patti, Travis Cottrell (worship leader-nya Beth Moore), Dallas Holm, Russ Taff, The Imperials, Don Francisco, Jaci Velasquez, Petra, 4Him, Point of Grace, Carman, and Nicole Mullen. “We Are United”adalah buah pikir dari Stan Moser, salah seorang bapa CCM, dan dewan direksi dariGospel Music Trust Fund, salah satu organisasi yang berada di balik konser itu, termasukBill Gaither dan Presiden National Quartet Convention, Les Beasley. Tenda persatuan CCM yang luas ini, bukan hanya mengikutsertakan Roma Katolik, tetapi juga orang-orang New Age. Roma Downey memainkan peran penting dalam “We Are United.” Dia bukan saja berdoa kepada Maria sebagai Ratu Sorga, tetapi dia juga memiliki titel dalam bidang Spiritual Psychology, yaitu praktek “mengenali dirimu sendiri sebagai Makhluk Ilahi.” Injil palsunya Roma Downey, kristus palsunya, dan roh palsunya, semuanya disambut baik dalam tenda besar CCM, dan gereja-gereja yang mengaku alkitabiah tetapi bermain-main dengan musik kristen kontemporer, sedang membangun jembatan dengan dunia yang berbahaya ini.
(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

EKSPOSISI KISAH PARA RASUL 19: 1-7

DANCE SUAT BIBLE CLASS May 8, 2015 · 21:44

11150396_10203521162504332_4913109916043109871_n

Oleh: Ev. Dance S Suat, S. Th.,M.B.S. Transkrip Kotbah Kebaktian Minggu Sore, 4 April 2014 di GBIA AGAPE, Kupang-NTT

Pertemuan Rasul Paulus dengan murid-murid di Efesus dalam teks ini menyimpan beberapa pembelajaran teologis, baik dari sisi akademis maupun dari sisi teologi praktis. Dua belas orang yang didapati Paulus di kota Efesus disebut sebagai murid (Kis. 19: 1), mereka mendapat predikat murid berdasarkan pada baptisan yang mereka terima dari Yohanes Pembaptis (Kis. 19: 3). Walaupun mereka menyandang predikat murid, Paulus tidak memperlakukan mereka secara istimewa sebaliknya mereka diperlakukan layaknya orang-orang yang belum mengenal kebenaran.

Pertanyaan klarifikasi yang diajukan Paulus kepada mereka yakni; “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” dan “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” merupakan bukti bahwa mereka tidak mendapat perlakuan istimewa dari Rasul Paulus. Sebagai pemberita Injil yang sejati, Paulus ingin mengetahui kondisi kerohanian mereka, itulah sebabnya ia mengajukan dua pertanyaan tersebut. Mengenai pertanyaan klarifikasi Paulus dalam teks ini menimbulkan beberapa pendapat yang berbeda diantara;

1. Ada yang berpendapat bahwa pertanyaan-pertanyaan Paulus tersebut berhubungan dengan pembaptisan Roh Kudus 2. Ada yang berpendapat bahwa pertanyaan-pertanyaan Paulus tersebut berhubungan erat dengan syarat seseorang menerima baptisan air

Pada umumnya pemegang argumen poin 1 adalah kelompok yang masih mempercayai bahwa baptisan Roh Kudus masih berlangsung hingga sekarang, baptisan Roh kudus diterima untuk menerima pemberian karunia-karunia Roh. Itulah sebabnya pendukung argumen ini percaya bahwa proses wahyu lisan masih berlangsung hingga sekarang, seperti mimpi, visi dan nubuat lisan. Secara implist pendukung argumen ini tidak mengakui kanon tertutup atau Alkitab sebagai satu-satunya firman Tuhan. Sedangkan pendukung argumen poin 2 adalah kelompok yang percaya, bahwa janji mengenai baptisan Roh Kudus sudah digenapi, menurut mereka janji mengenai pemberian baptisan Roh Kudus hanya terjadi di Yerusalem, Yudea, Samaria dan Ujung bumi (Kis. 1: 8) dan merupakan metodologi pemberitaan Injil dan pembangunan jemaat. Oleh sebab itu pembaptisan Roh Kudus bersifat jemaat bukan pemberian kepada individu, argumen ini berdasarkan pada baptisan Roh Kudus yang hanya terjadi empat kali yaitu; di Yerusalem (Kis. 2), Yudea (Kis. 10), Samaria (Kis. 8) dan ujung bumi yang diwakili oleh Efesus (Kis. 19) satu kali melalui penumpangan tangan Rasul Petrus (Kis. 10), dan satu kali melalui penumpangan tangan Rasul Paulus yang mewakili bangsa-bangsa lain (Kis. 19). Pendukung pandangan mengakui Alkitab sebagai satu-satunya firman Tuhan Absolut (kanon tertutup).

Jika pendapat argumen poin 1benar, maka penekanan Rasul dalam Kisah Para Rasul 19:1-7 bukan pada baptisan ulang melainkan baptisan Roh Kudus, dan Rasul Paulus adalah orang yang berhak membaptis Roh Kudus, sehingga konsep baptis ulang yang dilakukan beberapa gereja adalah sesuatu yang tidak punya landasan Alkitab. Sedangkan jika argunen poin 2 benar, maka penekanan Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 19: 1-7 adalah syarat baptisan yang benar bukan baptisan Roh Kudus, dan Rasul Paulus tidak berhak membaptis Roh Kudus, Sehingga baptis ulang adalah hal yang sah dilakukan bila baptisan sebelumnya tidak memenuhi syarat baptisan yang benar. Mari kita analisa pertanyaan Rasul Paulus berdasarkan teks;

I. SUDAHKAN KAMU MENERIMA ROH KUDUS, KETIKA KAMU MENJADI PERCAYA?

Roh Kudus dan Percaya adalah substansi pertanyaan Rasul Paulus kepada murid-murid tersebut, murid-murid tidak memahami jawaban sehingga mereka menjawab, “belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus” atas dasar jawaban ini, Rasul Paulus mempertanyaankan keabsahan baptisan mereka (Kis. 19:3-4). Jika Rasul Paulus ingin menekankan baptisan Roh Kudus seharusnya ia tidak perlu menanyakan keabsahan murid-murid tersebut, sebab keabsahan baptisan Yohanes bukanlah syarat menerima baptisan Roh Kudus.

Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan orang-orang yang bertobat dan menerima Injil (Markus 1: 15, Matius 3:6, 11), semua orang yang menerima pembaptisan Yohanes adalah orang-orang yang telah mengaku dosa, seperti yang ditulis dalam Matius 3: 6 “Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Doktrin Yohanes Pembaptis yang disampaikan kepada orang-orang yang menerima pembaptisannya yaitu mereka diminta menanti kedatangan seseorang yang lebih besar daripadanya (Matius 3: 11), Yohanes pembaptis tidak merujuk kepada Rasul Paulus, melainkan rujukan tersebut mengarah pada diri Yesus Kristus, hal ini terlihat dari reaksi Yohanes pembaptis saat Yesus Kristus memberi dibaptis (Matius 3: 13-15). Oleh sebab itulah Paulus bukanlah pemegang otoritas baptisan Roh Kudus melainkan Yesus Kristus. Kita makin jelas, bahwa Rasul Paulus dalam teks Kisah Para Rasul 19: 1-7 bukan menekankan penerimaan baptisan Roh Kudus melainkan menekankan syarat baptisan yang benar.

Dari klarifikasi pertanyaan awal Rasul Paulus, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pertanyaan klarifikasi Rasul Paulus tersebut bukan tujuannya meminta murid-murid tersebut menerima baptisan Roh Kudus, melainkan Rasul Paulus ingin mengetahui pemahaman mereka atas doktrin yang benar saat menerima baptisan Yohanes. Ternyata murid-murid ini sama sekali tidak mengerti tujuan mereka dibaptis, secara implist mereka memang mengaku dosa dan percaya Injil sesuai dengan Matius 3: 6 dan Markus 1: 15 namun mereka tidak mengerti tujuan baptisan Yohanes Pembaptis. Seperti yang sudah kita bicarakan di waktu-waktu yang lalu, bahwa orang-orang yang dibaptis Yohanes adalah kumpulan orang yang dipersiapkan untuk menanti kedatangan Kristus atau Mesias, secara simbolik Yohanes mempersiapkan mempelai wanita untuk menanti kedatangan mempelai prianya dan mereka yang mengakui Yohanes sebagai orang yang diutus mempersiapkan jalan bagi Mesias memberi diri dibaptis.

Pertanyaan awal, Rasul Paulus dengan menanyakan eksistensi Roh Kudus dalam hidup orang percaya memberikan bukti, bahwa ia sedang mengklarifikasi pengertian murid-murid mengenai tujuan pembaptisan mereka. Dari jawaban murid-murid tersebut terbukti bahwa mereka tidak mengerti doktrin yang benar walaupun sudah dibaptis. Hal ini berbedan dengan pesan Yohanes Pembaptis, yang memberikan pesan kepada orang-orang yang dibaptis, bahwa mereka harus menantikan kedatangan seseoraang yang lebih besar daripadanya yaitu Yesus Kristus, sebab melalui pemberitaan Yesus Kristus mereka dapat memahami peranan Roh Kudus dalam hidup orang percaya.

Orang-orang percaya dan dibaptis oleh Yohanes tidak langsung mendapat meterai Roh Kudus dalam hati pada saat itu, sebagaimana kita sekarang (Efesus 1: 13). Mereka yang percaya dan dibaptis sebelum Yesus dimuliakan diminta untuk menantikan kedatangan Roh Kudus. Yesus berpesan, Roh Kudus akan tinggal dalam hati orang percaya bila Ia dimulaikan atau saat Yesus dimuliakan maka secara otomatis Roh Kudus akan tinggal dalam hati orang-orang yang percaya (Yohanes 7: 37-39). Klarifikasi ini menemukan alasan pertanyaan Rasul Paulus kepada murid-murid diawal pertemuan mereka. Paulus ingin mengetahui alasan mereka menerima baptisan Yohanes bukan mengenai pembaptisan Roh Kudus.

II. KALAU BEGITU DENGAN BAPTISAN MANAKAH KAMU TELAH DIBAPTIS?

Sesudah mendapat jawaban klarifikasi bahwa sesungguhnya orang-orang yang disebut murid tersebut tidak memahami doktrin yang benar, Rasul Paulus melanjutkan pertanyaan dengan menanyakan keabsahan baptisan mereka. Pertanyaan Paulus ini bisa berindikasi, bahwa Paulus ingin mengetahui otoritas baptisan mereka atau Paulus ingin tahu alasan mereka dibaptis, jawaban yang mereka utarakan “Dengan baptisan Yohanes” (Kis. 19: 3) sudah menjadi titik terang Paulus, bahwa bukan otoritas pembaptis mereka yang salah sebaliknya merekalah yang tidak memahami pesan baptisan Yohanes, sehingga Paulus memperjelaskan tujuan baptisan Yohanes kepada murid-murid tersebut.

Permintaan Paulus supaya murid-murid tersebut percaya kepada Dia yang datang kemudian daripada Yohanes yaitu Yesus (Kis. 19: 4) merupakan indikator pertanyaan Paulus atas ketidakmengertian mereka terhadap Roh Kudus. Sehingga alasan mereka memberi diri dibaptis Yohanes sangat tidak jelas, inilah indikator permintaan Paulus kepada mereka untuk percaya pada Yesus.

Menarik di ayat 5 dari teks kita (Kis. 19: 5) dikatakan, bahwa setelah murid-murid jelas dengan penjelasan Paulus mengenai baptis Yohanes, mereka memberi diri baptis. Mengenai bagian ini ada dua pendapat yang berbeda;

1. Mereka memberi diri baptis ulang karena baptisan Yohanes tidak berotoritas pada nama Yesus atau tidak mengunakan otoritas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, sehingga baptisan Yohanes tidak sah 2. Pendapat kedua mereka memberi diri dibaptis ulang karena baptisan mereka yang pertama tidak memenuhi syarat baptisan yang benar

Pendapat pertama menghadapi banyak kontradiksi dengan fakta sejarah dalam Alkitab, dimana rasul-rasul dan orang-orang yang sudah menerima baptisan Yohanes tidak mengalami pengulangan baptisan walaupun pengunaan otoritas nama secara sah digunakan sesudah amanat agung dalam Matius 28: 19-20. Rasul-rasul yang membaptis sebelum amanat agung-pun membaptis tidak mengunakan otoritas tiga nama tersebut (Yohanes 4: 2) walaupun demikian baptisan mereka sah dan tidak perlu diulang. Argumentasi pendapat pertama sangat lemah dan penuh kontradiksi dengan fakta sejarah Alkitab. Dilihat dari konteks Paulus tidak menanyakan keabsahan nama, melainkan syarat baptisan, sehingga baptisan ulang yang dilakukan Paulus kepada murid-murid dalam Kis. 19: 5 bukan berdasarkan otoritas nama melainkan syarat baptisan yang benar.

Pendapat kedua ini lebih logis dan mendapat dukungan dari ayat-ayat Alkitab yang lain. Murid-murid yang memberi diri baptis ulang dalam Kisah Para Rasul 19: 5 disebabkan oleh baptisan pertama mereka tidak memenuhi syarat sehingga tidak sah, sesudah mereka mengerti syarat-syarat yang sah dari pembaptisan maka mereka menyadari bahwa baptisan mereka yang pertama adalah pembaptisan yang tidak memenuhi syarat baptis yang benar oleh sebab itulah mereka memberi diri dibaptis ulang dengan baptisan yang benar yakni baptisan yang memenuhi syarat yang sah.

Baptisan air bukan syarat masuk sorga, baptisan tidak dapat menyucikan dosa, baptisan bukan tanda meterai dan baptisan bukan tanda perjanjian berkat Abraham penganti sunat. Alkitab menjelaskan ada tiga hal mengenai baptisan; 1) Baptisan tanda pertobatan, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan…” Matius 3:11; 2) Baptisan adalah gambaran dari kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus atau gambaran dari Injil, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru,” Roma 6: 3-4; 3) Baptisan adalah tanda keanggotaan jemaat lokal, “Sebab dalam satu Roh kita semua baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh,” 1 Korintus 12: 13.

Jadi seseorang yang dibaptis bukan untuk masuk sorga sebab penjahat di sisi Yesus Kristus tanpa dibaptis sudah dijamin Yesus Kristus bahwa ia akan masuk ke Firdaus bersama Yesus, Lukas 23: 39-43; Bukan juga sebagai syarat untuk menyucikan dosa sebab dosa manusia hanya dapat disucikan melalui percaya pada Yesus Kristus sebagai juruselamat, 1 Korintus 1: 30; Bukan juga sebagai tanda meterai sebab tanda meterai diterima seseorang pada saat ia percaya pada Yesus Kristus bukan pada saat dibaptis, Efesus 1: 13; Bukan juga sebagai tanda perjanjian berkat Abraham penganti sunat sebab antara sunat dan baptisan adalah dua upacara simbolik yang berbeda, sunat adalah tanda perjanjian Allah dan Abraham mengenai penyertaannya terhadap keturunan Abraham secara lahiriah, sedangkan baptisan adalah simbol dari kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus (gambaran dari Injil), Roma 6: 1-4, Kolose 2: 12. Sudahkah baptisan saudara memenuhi syarat? Jika belum jangan takut untuk mengulang baptisan saudara dengan syarat yang benar, sebab alkitab menganjurkan hal itu.

III. Substansi Kisah Para Rasul 19: 1-7

Ayat 6-7 dari Kisah Para Rasul 19 seringkali disimpulkan sebagai substansi dari keseluruhan teks oleh sekelompok orang Kristen, dua ayat ini mendeskripsikan fenomena baptisan Roh Kudus dan bahasa lidah yang terjadi sesudah murid-murid mengerti penjelasan Rasul Paulus dan mereka memberi diri dibaptis. Jika bagian ini adalah substansi dari teks kita, maka pembaptisan Roh Kudus yang terjadi adalah sesuatu yang telah direncanakan Rasul Paulus dan Paulus memiliki otoritas membaptis Roh Kudus. Argumen ini memiliki beberapa keberatan Alkitabiah;

1. Narasi awal Kisah Para Rasul 19: 1-7 tidak mencatatkan bahwa peristiwa ini adalah peristiwa yang telah direncanakan Paulus, hal ini terlihat fenomen baptisan Roh Kudus yang terjadi merupakaan fenomena eksternal atau fenomena yang terjadi diluar otoritas Paulus, bahkan secara historis pemberitaan Injil Paulus bukanlah penawaran untuk menerima baptisan Roh Kudus melainkan Injil dan baptisan.

2. Yohanes Pembaptis sudah menegaskan bahwa Yesus Kristuslah orang yang berhak membaptis dengan Roh Kudus (Matius 3: 11), baptisan Roh Kudus yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 19: 1-7 dilakukan oleh Yesus Kristus oleh penumpangan tangan Paulus. Hal ini membuktikan bahwa Paulus tidak memiliki otoritas membaptis Roh Kudus, jadi kejadian tersebut terjadi diluar pengetahuan dan otoritas Paulus.

3. Fenomena bahasa lidah tidak selalu didahului dengan fenomena baptisan Roh Kudus sebagaimana yang terjadi di Korintus ( 1 Korintus 12-14), jika bagian ini merupakan substansi maka seharus pembatisan Roh Kudus terjadi dengan didahului oleh pembaptisan dan diikuti oleh fenomena bahasa lidah, namun ternyata pola ini bukanlah pola yang baku sebab pembaptisan Roh Kudus di Yerusalem terjadi dengan didahului pembaptisan dan fenomena bahasa lidah.

Jadi dari sinilah terlihat bahwa Kisah Para Rasul 19: 1-7 penekananya bukan pada baptisan Roh Kudus. Walaupun bukan substansi dari teks ini namun fenomena pembaptisan Roh Kudus adalah bagian penting dari narasi teks ini, sebab fenomena pembaptisan Roh Kudus yang tercatat dalam bagian ini merupakan pengenapan janji Yesus Kristus di dalam Kisah Para Rasul 1: 8 yakni kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun supaya kamu menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Dengan bukti akurat dan dukung dari teks dan ayat-ayat Alkitab lainnya, kita dapat menyimpulkan bahwa substansi dari Kisah Para Rasul 19: 1-7 adalah pentingnya baptisan yang memenuhi syarat yang benar atau orang yang sudah dibaptis dengan syarat yang benar harus melakukan baptisan ulang dengan syarat yang benar.

Sudahkah saudara dibaptis? Dan apakah Baptisan saudara sudah memenuhi syarat yang benar? Bagi Saudara yang belum dibaptis, maka saudara harus mencari pengertian mengenai baptisan yang Alkitabiah dan bagi saudara yang sudah dibaptis namun belum memenuhi syarat yang benar, maka saudara perlu melakukan baptisan ulang sebagaimana murid-murid yang ditemui Rasul Paulus di Efesus, yang kita pelajari dan renungkan sore ini. Jangan melawan kebenaran melainkan tunduklah pada kebenaran, RENUNGKANLAH SAUDARA, AMIN.

Bagi saudara penguna Facebook, saudara dapat bergabung di Group Berdiskusi Bersama Dance S Suat, M.B.S. Bila ingin berdiskusi bersama Ev. Dance S Suat, Maranatha

YAHWEH ADALAH SEBUTAN YANG SALAH KAPRAH

DANCE SUAT BIBLE CLASS Apr 9, 2015 · 05:12

Belakangan ini di Indonesia muncul sekelompok orang Kristen yang memperjuangan untuk menganti kata Allah dengan Yahweh, dengan konsep bahwa orang Kristen yang menyembah Tuhan dengan mengunakan kata Allah adalah orang Kristen yang menyembah Tuhannya orang Islam atau dalam istilah mereka Allah ada di ka’abah sedangkan Yahweh di samayim (langit atau Surga). Mereka mengklaim bahwa nama Tuhannya orang Kristen adalah Yahweh, jadi orang Kristen harus menyebut nama Tuhan mereka dengan sebutan Yahweh bukan Allah dengan mengutip ayat-ayat tertentu untuk menguatkan argumentasi mereka, bahwa Tuhan memiliki nama yaitu Yahweh.

 

Awal mulanya kelompok ini sukses menganti salamnya orang Kristen di Indonesia selamat pagi, selamat siang atau salam sejahtera dengan kata shalom. Kemudian berusaha menerus kesuksesan mereka dengan menganti kata Allah dengan Yahweh. Banyak orang Kristen tidak menyadari, bahwa kehadiran kelompok ini sebenarnya ingin menyerang otoritas perjanjian baru yang ditulis dalam bahasa Yunani. Dalam Alkitab Perjanjian Baru seringkali terjadi pengutip dari perjanjian lama seperti kotbah Petrus pada hari pentakosta (Kisah Para Rasul 2), dan seringkali kata YHVH dialih bahasakan menjadi Kurios dan kata ELOHIM menjadi Theos. Dengan menolak pengunaan istilah Allah sebenarnya mereka pun menolak pengunaan Kurios dan Theos dalam penulisan kitab perjanjian baru dalam bahasa Yunani, yang berarti mereka menolak otoritas kitab Perjanjian Baru dalam Yunani sebagai Firman Tuhan yang terpelihara oleh Allah yang maha kuasa.

 

Study Kata יהוה (YHVH)

 

יהוה (YHVH) dikenal juga dengan tetragrammaton (tetra=empat, gramma=huruf). Bahasa Ibrani terdiri dari 22 konsonan tidak memiliki vokal. Pengucapan yang ada berdasarkan tradisi lisan turun temurun. Pengucapan יהוה (YHVH) hanya diucapkan satu tahu sekali oleh imam besar pada waktu hari raya pendamaian (Yom Kipur) di ruang Maha Kudus, dihadapan tutup pendamaian yang terletak di atas tabut perjanjian. Sejak pembuangan ke Babel tahun 586 SM selama 70 tahun tabut perjanjian tidak ada sehingga kata יהוה (YHVH) tidak diucapkan lagi hingga sekarang. Dan menurut tradisi seperti para imam besar tidak mengajarkan penyebutan יהוה (YHVH) pada keturunannya sehingga tidak ada yang mengetahui pengucapannya secara tepat berabad-abad.

 

Kelompok Kristen yang ngotot bahwa nama Tuhan tidak boleh diganti penyebutannya sangat berseberangan dengan kalangan orang-orang Yahudi yang berbahasa Ibrani, yang menghindari penyebutan 4 huruf suci יהוה (YHVH) dengan membacanya dengan “Adonay.” Bagi orang Yahudi adalah suatu pelanggaran yang fatal mengucapkan 4 huruf suci dalam pengucapan. יהוה (YHVH) adalah kaidah bahasa asli yang tidak boleh diucapkan sembarangan dikalangan orang Yahudi, hal ini sangat berbeda dengan kelompok Kristen yang dengan sembarangan mengucapkan יהוה (YHVH) dengan pengucapan Yahweh, bagi kalangan Yahudi ini adalah sebuah kelacangan yang tidak dibenarkan.

 

Justru tindakan orang Kristen yang dengan lancang menyebut 4 huruf suci יהוה (YHVH) dengan sebutan Yahweh akan makin mempersulit orang-orang Yahudi untuk menerima Yesus sebagai mesias dan juruselamat. Keselamatan manusia tidak bergantung pada pengunaan bahasa apapun melainkan berdasarkan iman, mengunakan atribut-atribut dan istilah Yahudi tidak menjamin keselamatan seseorang. Orang yang diselamatkan adalah orang yang menerima kasih Karunia Allah melalui iman. Orang Kristen yang ngotot bahwa nama Tuhan harus dilafalkan dengan ucapan Yahweh adalah orang Kristen yang tidak mengerti kaidah dan kebudayan dalam kalangan Yuhadi atas pengunaan sebuah kata dalam pengucapannya, sehingga justru tidakan yang demikian mengiring kekristenan keluar dari kebenaran.

 

Study Kata יְהֹוָה – YEHOVÂH

 

Pada saat para ahli masora mengembangkan tanda-tanda baca (vocal), mereka kesulitan untuk memberikan huruf hidup pada kata יהוה, karena dikalangan Yahudi pengucapan יהוה dengan ucapan Adonay (Tuhan) atau Ha shem (nama itu), maka para ahli masora mengambil kebijakan untuk meletakkan huruf vocal dari kata Adonay (a, o, a) diantara 4 huruf יהוה. Tanda vocal pertama “a” (khataf patakh) berubah menjadi “e” (syeva), karena mereka menyakini bahwa יהוה berasal kata הָיָה ( HÂYÂH) yang dalam Keluaran 3: 14 secara tata bahasa mengunakan bentuk Qal imperfect. Konjungsi Qal imperfect tidak memperbolehkan ada vocal “a” pada suku kata pertama, sehingga akhirnya יהוה (YHVH) dituliskan dengan יְהֹוָה (Yehovah) namun penyebutan tetap Adonay atau Ha Shem dikalangan mereka.

 

YAHWEH Adalah Sebutan Salah Kaprah

 

Kebanyakan dari orang Kristen yang ngotot mengantikan nama Allah dengan Yahweh adalah orang Kristen yang tidak menyadari bahwa mereka salah dalam penyebutan dari kata יהוה (YHVH), mereka salah kaprah. Huruf vocal apakah yang ada diantara 4 konsonan יהוה sehingga menjadi Yahweh? Membingungkan dan sangat konyol bagi yang mengerti bahasa Ibrani dengan benar dan baik.

 

Empat kombinasi konsonan YHVH itu jika dibubuhi vokal bakal menjadi aneka ragam kombinasi:
YAHAVAH – YAHAVEH – YAHAVIH – YAHAVOH – YAHAVUH
YAHEVAH – YAHEVEH – YAHEVIH – YAHEVOH – YAHEVUH
YAHIVAH – YAHIVEH – YAHIVIH – YAHIVIH – YAHIVUH
YAHOVAH – YAHOVEH – YAHOVIH – YAHOVOH – YAHOVUH
YAHUVAH – YAHUVEH – YAHUVIH – YAHUVOH – YAHUVUH
(bahasa Ibrani tidak mengucapkan konsonan ganda)

 

 

Justru menurut tradisi bahwa tahun 1567 seseorang bernama Genebrardus menemukan bahwa nama “dugaan” tadi adalah IAHVE, JAHVE (Chronographia, Paris, 1567). Genebrardus meminjam istilah Klemen dari Aleksandria dari kalangan Platois Gnostik, ejaan Yunani dari nama dewa Zeus yaitu IAOVE, yang juga dikenal sebagai JOVE, dewa Yupiter Romawi. Ejaan IAOVE ini diubah menjadi YAOVE kemudian menambah huruf H dan membuang huruf O sehingga menjadi YAHVE. Untuk mendukung penemuan ini ia mengutip pula Alkitab Samaria yaitu kata IABE. Diubahnya menjadi YABE, dan terakhir mengubah B menjadi V sehingga menjadi YAVE, tinggal disesuaikan dengan empat huruf sakral YHVH yakni menambah dua huruf H di tengah dan di akhir kata, jadilah YAHVEH. “YAHWEH” pengucapan ini tidak berasal dari bahasa Ibrani melainkan transliterasi YHVH ke dalam bahasa Yunani yaitu IABE yang lama kelamaan berubah menjadi IAVE – YAVE – YAHVEH.

 

 

Study Kata Allah

 

 

Kata Allah berasal dari bahasa Arab yang adalah hasil dari kontraksi dari Al-Illah yang artinya Sesembah itu. Dan kata Al-Illah satu akar kata dengan kata Elloh, yang penyebutan jamaknya Ellohim. Orang Arab menyebutnya Illah orang Ibrani menyebut Elloh. Sebelum ada agama Islam, orang-orang Yahudi dan Kristen di Arab menyebut kata יהוה dengan sebutan Allah, hal terlihat dari Pessitha (Alkitab yang beredar dikalangan Kristen Arab).

 

Allah adalah kata dalam bahasa Arab. Sebelum agama Islam lahir, Allah disembah oleh kaum Hanif sebagai satu-satunya Sang Pencipta. Walaupun bukan dewa yang populer, namun Allah disembah oleh para penyembah berhala sebagai satu-satunya dewa tertinggi. Orang Yahudi dan orang Kristen yang tinggal di Arab menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan yang mereka sembah. Umat Islam menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Bagi orang-orang yang tinggal di Arab, apakah dia penyembah berhala, kaum Hanif, Yahudi, Kristen maupun Islam, Allah adalah satu-satunya Sang Pencipta.

 

Kesimpulan

 

 

Orang Kristen yang menyebut nama יהוה dengan sebutan Allah di Indonesia sebenarnya mengikuti kebiasaan dari orang-orang Yahudi yang menganti penyebutan dengan sebutan Adonay atau ha shem, walaupun hal ini tidak didasarkan pada asumsi yang mengenai pengantian penyebutan יהוה. Namun satu hal yang pasti bahwa yang terpenting bahwa manusia diselamatkan karena penyebutan dalam bahasa tertentu melainkan diselamatkan karena Kasih karunia melal Bangsa Israel mengenalkan Sang Pencipta kepada dunia pada abad ke 3 SM lewat penerjemahan Perjanjian Lama Septuaginta.
Pada hari Pentakosta Roh Kudus mengenalkan Sang Pencipta kepada dunia. Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: Kisah Para Rasul 2:8. Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Kisah Para Rasul 2:12. Alkitab mencatat, ada 16 suku bangsa yang mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Sang Pencipta. Dengan nama apakah Roh Kudus mengenalkan YHVH kepada dunia saat itu? Dengan nama apakah roh Kudus mengenalkan Sang Pencipta kepada orang Arab? Apakah dengan nama YHVH, El Shadday, Echad atau seratus lebih nama lainnya? Bila hal demikian yang terjadi, mustahil orang Arab mengenali-Nya sebagai Sang Pencipta. Roh Kudus pasti mengenalkan-Nya dengan nama El, Ilah, Ar Rabb atau Allah sehingga oran Arab mengenali-Nya.

 

Jadi yang terpenting adalah konsep dibalik nama. Iblis pun menyebut nama Yesus dan gemetar (Yakobus 2: 19), namun mereka adalah musuh yang selalu melawan Tuhan. Dalam 2 Korintus 11: 3-4 Rasul Paulus menyebutkan bahwa ada Yesus yang lain, Roh yang lain atau Injil yang lain, itu artinya yang terpenting bukan penyebutan Yesusnya melainkan konsep dibalik penyebutannya. Apakah penyebutannya sudah sesuai dengan konsep Yesus yang benar atau Injil yang benar atau Roh yang benar, ini yang harus diperhatikan dengan seksama, sebab hanya dengan Injil yang benar, Yesus yang benar dan Roh yang benarlah seseorang dapat diselamatkan untuk hidup yang kekal.

 

Bagi Anda yang ingin mengikuti PA dan Kebaktian Kami silahkan datang dikebaktian
GBIA AGAPHE, Kupang
Kebaktian Umum, Minggu Jam 17 00-19 00 Witeng
Sesudah kebaktian ada tanya-jawab Alkitab
Di Hotel Cendana, lantai 2 (Aula Kecil)
Jln. Eltari I, Kupang-NTT
Hp: 0821 2419 8797

TUHAN MELARANG KESAKSIAN KESEMBUHAN (Eksposisi Matius 8: 1-4)

DANCE SUAT BIBLE CLASS Apr 8, 2015 · 21:41

Dewasa ini banyak orang Kristen gemar bersaksi atas kesembuhan yang mereka alami, bahkan ada persekutuan-persekutuan doa, serta gereja-gereja tertentu yang mendorong orang untuk bersaksi untuk hal-hal jasmani-lahiriah, sehingga ruang kesaksian dalam persekutuan doa atau gereja demikian memiliki tempat yang istimewa dalam kebaktian mereka. Namun banyak dari mereka yang gemar bersaksi tidak pernah mencari tahu kebenaran di dalam Alkitab, sehingga mereka tidak menyadari bahwa tindakan mereka tersebut sebenarnya dilarang Tuhan. Mereka yang giat bersaksi atas kesembuhan jasmani adalah orang Kristen yang giat untuk Tuhan tanpa pengertian yang benar, sehingga mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri, Lihat Roma 10: 1-3.

 

Dalam Matius 8: 1-4 menceritakan mengenai seseorang yang datang kepada Tuhan Yesus dengan penuh iman, bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkannya dari penyakit Kusta. Atas keyakinannya pada Tuhan tersebut, Tuhan Yesus menyembuhkannya dari penyakit Kusta. Sesudah menyembuhkan orang tersebut, Tuhan Yesus melarangnya untuk bersaksi atas kesembuhan kepada siapapun, “Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka” (Matius 8: 4).

 

Dalam Matius 8: 2 orang yang sakit Kusta yang datang kepada Yesus adalah seseorang yang sangat yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan, jika Yesus ingin menyembuhkannya. “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” itulah kalimat yang keluar dari mulut orang yang sakit kusta ketika memohon belas kasihan dari Tuhan Yesus, walaupun ia sangat ingin disembuhkan namun ia datang kepada Yesus dengan keyakinan jika Yesus mau maka ia sembuh dan sebaliknya jika Yesus tidak mau maka ia tidak sembuh, sebuah sikap hati yang berbeda dengan para pesaksi saat ini. Para persaksi kesembuhan saat ini justru memberi kesan pada para pendengar bahwa kalau sakit berdoa, pasti Tuhan Yesus sembuhkan. Ternyata tidak semua permohonan kesembuhan dari Tuhan, Tuhan jawab dengan kesembuhan seperti yang dialami Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12: 7-9 dimana permohonannya pada Tuhan tidak dijawab sesuai dengan keinginannya.

 

Orang kristen yang sakit seringkali jadi bulan-bulanan Iblis, saat penyakitnya tidak sembuh maka iblis melalui para pendoa yang tidak mengenal kebenaran menawarkan berbagai cara seperti berdoa dikuburan, memperbaiki kuburan, siram rampe, bakar lilin atau meneteskan darah ayam pada tempat tertentu untuk disembuhkan. Mungkin saja orang tersebut sembuh sesudah adakan ritual demikian, namun tidak benar-benar total sembuh karena sewaktu-waktu penyakit tersebut datang kembali menyerang dan biasanya hal tersebut terjadi berulang-ulang sampai si penderita meninggal dunia. Walaupun banyak yang meninggal namun masih banyak juga orang Kristen yang terkecoh dengan cara Iblis yang disusupkan melalui para pendoa yang tidak cinta kebenaran. Kita harus sadar bahwa tidak semua doa kita dijawab sesuai dengan keinginan kita. Sikap orang yang sakit kusta dalam Matius 8: 2 membuktikan bahwa ia sangat yakin Tuhan sanggup sembuhkannya jika Tuhan mau namun jika tidak maka ia tidak sembuh, sikap yang demikianlah yang harus dimiliki orang sakit, yang berharap kesembuhan dari Tuhan. Sehingga jika tidak disembuhkanpun ia tidak akan kecewa pada Tuhan.

 

Dalam Matius 8: 3 Tuhan Yesus menjawab permohonan orang yang sakit kusta tersebut dengan menyembuhkannya sesuai dengan keyakinannya jika Tuhan Yesus mau maka ia sembuh dan Tuhan mau ia sembuh dan ia pun sembuh. Tuhan menyembuhkan orang yang sakit kusta tersebut atas dasar keyakinannya bahwa apapun yang terjadi sesudah permohonannya merupakan keinginan Tuhan, ia sembuh atau tidak sembuh semua berdasarkan keinginan Tuhan, ia percaya pada kedaulatan Tuhan. Seringkali orang yang sakit kecewa dengan Tuhan sebab walaupun sudah berdoa penyakitnya tidak disembuhkan, ia kecewa bahkan ada yang akhirnya meninggalkan Tuhan. Orang Kristen yang kecewa dengan Tuhan karena doanya tidak dijawab sesuai dengan keinginannya adalah orang kristen yang tidak mengerti kebenaran dan yang tidak percaya pada kedaulatan Allah, dan doa orang Kristen yang demikian seringkali tidak dijawab Tuhan sebab doanya hanya untuk memuaskan keinginannya bukan keinginan Tuhan (Yakobus 4: 3). Tuhan Yesus menjawab permohonan orang yang sakit kusta tersebut oleh sebab orang tersebut percaya pada kedaulatanNya, percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan, dan membuktikan bahwa orang tersebut percaya bahwa Yesus adalah Allah. Itu sebabnya bila ada yang sakit, saya sering doakan bila Tuhan mau maka sembuh dan berharap Tuhan sembuhkan namun bila Tuhan tidak sembuhkan pun saya jelaskan bahwa itu pun berdasarkan maunya Tuhan, Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat. Jadi lucu kalau ada pendeta atau pendoa yang selalu membesar-besarkan diri atau klaim bahwa siapapun yang minta didoakan padanya pasti sembuh dari penyakit. Ingat, jika Tuhan mau, bukan maunya kita.

 

Matius 8: 4 adalah bagian yang sangat menarik, sebab bagian ini adalah bagian sangat bertentangan dengan kelakuan beberapa pemimpin peresekutuan atau pendeta yang suka mendorong orang-orang yang mengalami kesembuhan karena doa atau pelayannya untuk bersaksi atas kesembuahannya. Tuhan Yesus melarang orang yang disembuhkan dari penyakit kusta olehNya memberi kesaksian kesembuhannya pada siapapun, “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,….” Larangan Tuhan Yesus tersebut ada dasar tujuan kedatanganNya. Tujuan utama Tuhan Yesus datang bukan untuk menyembuhkan penyakit jasmani melainkan penyakit rohani yaitu dosa, sehingga yang Tuhan inginkan bukan kesaksian kesembuhan jasmani melainkan kesaksian kesembuhan rohani yaitu kesaksian keselamatan atau lahir baru. Kesaksian kesembuhan jasmani hanya akan mendorong orang-orang datang pada Yesus untuk memenuhi tuntutan jasmani-lahiriah bukan untuk hal rohani.

 

Orang yang mengaku dirinya hamba Tuhan yang suka bersaksi atas kesembuhan atau yang suka mendorong orang bersaksi atas kesembuhan adalah orang yang tidak mengerti kebenaran, yang hanya akan menjerumuskan iman orang lain kepada pengertian yang salah akan firman Tuhan. Tuhan melarang untuk kesaksian kesembuhan karena Tuhan tidak ingin orang mengikut Dia oleh sebab hal-hal yang bersifat duniawi. Justru melalui kesaksian-kesaksian kesembuhan banyak orang Kristen menjadi pengikut Yesus yang tidak jelas atau tidak mengerti kebenaran. Iman mereka bukan dibangun atas dasar Firman Kristus (Roma 10: 17) melainkan atas dasar pengalaman, perasaan dan kesaksian-kesaksian yang tidak menfokuskan keinginan orang untuk belajar kebenaran (Yohanes 8: 31-32).

 

Untuk Anda yang ingin belajar kebenaran, silahkan hadiri PA dan Kebaktian Kami:
GBIA AGAPHE, KUPANG
Kebaktian Umum, Minggu Jam 17 00 -19 00 Witeng
Sesudah kebaktian ada tanya-jawab Alkitab
Di Hotel Cendana, Lantai 2 (Aula Kecil)
Jln. Eltari I, Kupang-NTT
Hp. 0821 24198797

PENJELASAN ALKITAB MENGENAI MENDOAKAN DAN BERDOA PADA ORANG YANG SUDAH MATI

DANCE SUAT BIBLE CLASS Dec 12, 2014 · 01:20

Mendoakan dan berdoa pada orang mati merupakan sebuah tradisi yang berkembangan dibeberapa suku bangsa, ada yang berdoa kepada arwah-arwah leluhur untuk meminta kesejahteraan, hasil panen yang melimpah, kesehatan dan lain-lainnya. Praktek berdoa atau mendoakan orang mati juga masuk ke dalam lingkungan gereja, sebagian besar orang Kristen yang masih terikat dengan tradisi leluhur menerima praktek ini sebagai sebuah kebenaran iman. Ada sebuah tradisi yang berkembang dalam masyarakat Kristen tertentu untuk pergi kekuburan para leluhur demi mendoakan dan berdoa pada orang mati, bahkan ada yang menyatakan permohonan pada Roh leluhur untuk mendapatkan kesehatan dan kesuksesan.

 

 

Kata Alkitab Tentang Orang Mati

Dalam Ibrani 9: 27 menuliskan demikian, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” Sesudah mati, manusia langsung dihakimi untuk menentukan dimana keberadaannya. Apabila ia seorang yang sudah lahir baru maka tempatnya di Surga sedangkan bila ia bukan orang lahir baru tempatnya di Neraka. Alkitab tidak mengajarkan mengenai tempat persinggahan dunia orang mati atau tempat orang mati yang belum siap masuk Surga, sehingga perlu dibantu dengan doa-doa orang hidup untuk masuk Surga.

 

 
Tuhan Yesus memberikan jaminan pada orang-orang percaya padaNya suatu tempat, mereka yang mati di dalam Tuhan diberikan tempat tinggal di Surga. Orang mati di dalam Kristus langsung masuk berada di Surga seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 5: 1, “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di Sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” Adalah iman yang salah mengimani bahwa ada tempat persingahan penyucian untuk orang yang belum siap masuk Surga, sehingga mendoa dan berdoa untuk mereka.

 

 
Kepastian masuk Surga didapatkan bukan sesudah mati melain selagi hidup jaminan kepastian itu sudah bisa didapat. Orang-orang yang sudah pasti masuk Surga adalah orang-orang yang sudah lahir baru, yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta menyerahkan hidupnya menjadi milik Kristus (Roma 5: 8-10, Yohanes 3: 36). Bijaksananya bukanlah mendoakan orang yang sudah mati untuk masuk Surga melainkan menyampaikan Injil yang benar agar selagi hidup mereka sudah mendapat kepastian masuk Surga.

 

 

Kata Alkitab Tentang Arwah Orang Mati

 

 

 

Dalam Ayub 7: 9-10 dikatakan bahwa, “sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.” Dari bagian firman Tuhan ini, kita mendapat penjelasan bahwa tidak ada arwah yang gentayang kembali ke rumahnya. Arwah orang yang sudah mati, sudah dipastikan tempatnya sesudah kematiannya dan tidak diberikan kesempatan lagi untuk kembali ke rumahnya, bahkan orang yang mati tempat kediamannya pun tidak mengenalnya. Iblis sering mempertunjukkan tipu muslihat untuk menipu iman manusia dengan merasuki anggota keluarga tertentu dengan menyerupai orang sudah mati dan meminta permintaan yang aneh-aneh pada anggota keluarga yang masih hidup bahkan mengacam dengan ancaman tertentu bila anggota keluarga yang hidup tidak mengabulkan permintaannya, dan untuk meyakinkan anggota keluarga yang masih hidup iblis menyebutkan hal-hal unik yang pernah dilakukan orang yang mati tersebut selagi hidup, sehingga anggota keluarga yang mendengarkannya percaya dan melakukan apapun permintaannya.

 

 
Dari pertunjukkan tipu muslihat Iblis inilah banyak orang mempercayai bahwa ada arwah getayang, yang sewaktu-waktu dapat datang meminta permintaan tertentu, ataupun dapat memberikan sakit penyakit dan malapetaka tertentu dari anggota keluarga yang tidak menuruti permintaannya. Pertunjukkan yang satu ini memang sangat sukses dilakukan Iblis untuk menipu manusia, sehingga banyak juga pendoa-pendoa Kristen terjerumus ke dalam permainan palsu iblis dengan kelicikannya yang menyesatkan ini. Sadarlah bahwa Iblis tidak pernah mati dari dunia diciptakan sehingga ia tahu segala sesuatu yang telah dilakukan manusia selagi masih hidup dan iblis dapat menyerupai wujud apapun, sehingga bukanlah hal yang sulit bagi Iblis untuk menyerupai orang yang sudah mati. Ingatlah bahwa Alkitab sudah mengatakan bahwa orang mati arwahnya tidak gentayang.

 

 

Kata Alkitab Tentang Mereka Yang Berdoa pada Orang Mati

 

 
Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu. Imamat 19: 31

seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu. Ulangan 18: 11-12

 

 

 

Alkitab mengajarkan bahwa orang yang berdoa pada arwah orang mati adalah tindakan yang tidak dikehendaki Tuhan dan merupakan kekejian bagi Tuhan. Manasye pernah melakukan tindakan ini, dan Alkitab mengatakan bahwa tindakannya tersebut adalah kekejian bagi Tuhan ( 2 Tawarikh 33: 6). Orang Kristen yang masih berdoa dan memohon keselamatan pada arwah-arwah orang mati adalah Kristen yang masih terlibat dengan perdukunan, dan biasanya orang Kristen yang demikian sering mendatangi para peramal yang menyamar sebagai pendoa untuk bertanya pada arwah-arwah orang mati demi meminta petunjuk dari arwah orang yang sudah mati. Ingatlah hai kawan tindakan berdoa pada arwah orang mati adalah kekejian bagi Tuhan, apabila saat ini Anda masih terikat dengan kebiasaan ini, segeralah bertobat dan terimalah Injil yang benar agar Anda terlepas dari ikatan perjanjian dengan setan. Untuk terlepas dari ikatan perjanjian dengan Setan, Anda perlu lahir baru. Orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak dapat dikalahkan oleh kuasa apapun ( 1 Yohanes 4: 4).

 

 
Dalam Pengkotbah 9: 5 mengatakan, “Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” Dalam bagian ini menjelaskan pada kita bahwa orang yang mati tak tahu apa-apa, bagaimanakah yang tidak tahu apa-apa memberikan petunjuk? Sebenarnya orang meminta petunjuk arwah orang mati bukanlah menerima petunjuk dari arwah orang mati melainkan Setan yang menyerupai orang yang sudah mati. Jangan memberikan petunjuk dalam Ayub 7: 9-10 dikatakan bahwa orang mati tidak mengenal tempat tinggalnya lagi demikian sebaliknya.

 
Saul pernah melakukan tindakan keji ini karena Tuhan tidak memberikan jawaban atas permohonannya ( 1 Samuel 28: 6), Saul meminta untuk memanggil arwah orang mati walaupun sang pemanggil arwah telah memperingatkan Saul atas tindakannya ( 1 Samuel 28: 7-10). Saul tetap meminta untuk memanggil arwah Samuel, dikatakan bahwa arwah Samuel datang dan berbicara namun sebenarnya itu bukan Samuel karena Samuel sesungguhnya telah ada bersama Allah. Mungkinkah itu Arwah Samuel jika Allah sendiri tidak menjawab permohonan Saul? Jelas itu bukan arwah Samuel.
Kebanyakan orang Kristen yang masih melakukan doa pada orang mati atau mengunjungi kuburan orang mati untuk berdoa adalah Kristen yang belum lahir baru dan belum mengerti kebenaran, karena tidak pernah mendapatkan pengajaran yang benar dari gerejanya atau hamba-hamba Tuhan yang melayani mereka.

 
Sikap Orang Kristen Terhadap Orang Mati

 
Jemaat Kristus adalah tempat bersekutu orang-orang lahir baru yang masih hidup di dunia ini, persekutuan ini adalah persekutuan yang kelihatan (Matius 18: 18-20). Tidak benar ajaran yang mengajarkan bahwa jemaat Kristus juga terikat persekutuan dengan orang yang sudah mati, orang yang sudah mati langsung dihakimi (Ibrani 9: 27), ia bukan lagi bagian dari jemaat. Walaupun orang mati bukan dari jemaat, namun orang-orang yang mati dalam kebenaran terlebih mereka yang memperjuangkan iman yang benar patut diberikan penghormatan untuk mengenang atas apa yang sudah mereka lakukan. Mengenang atas apa yang sudah mereka lakukan dan mengingat segala sesuatu yang telah mereka lakukan selagi hidup adalah hal yang baik. Pada masa lalu untuk mengenang dan mengingatkan atas apa yang sudah dilakukan oleh orang mati, mereka dikuburkan di dalam Gua, bahkan Abraham membeli sebuah Gua untuk mengubur istrinya dan dikemudian hari, ia pun dikubur di situ (Kejadian 25: 7-11). Kita sekarangpun mengenang dan mengingat jasa dengan orang yang sudah mati dengan mengubur ditempat yang layak dan membangun monument sebagai tempat peringatan untuk jasa orang yang sudahimages mati.

 
Jadi Alkitab sudah menjelaskan pada kita, bahwa mendoakan dan berdoa pada orang yang sudah mati adalah tindakan iman yang salah, bahkan tindakan yang demikian bukan hanya sia-sia melainkan menimbulkan kekejian bagi Tuhan. Oleh sebab itu marilah kawan, kita buang segala macam bentuk penyimpangan yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dan hidup dalam kebenaran yang sejati bersama Tuhan Yesus Kristus. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi (Kolose 2: 20-23).

APAKAH DENGAN DIBAPTIS ANDA MENERIMA METERAI ALLAH?

DANCE SUAT BIBLE CLASS Dec 11, 2014 · 23:01

imagesMeterai merupakan suatu penjamin kepemilikan atau tanda kepemilikan. Orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan merupakan tanda meterai adalah orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan menyelamatkan atau selamat oleh perbuatan (salvation by Work). Orang Katolik adalah kelompok pertama yang mengimani baptisan adalah tanda meterai, sebab dalam pandangan iman katolik semua bayi yang lahir terikat dosa asal dari Adam dan untuk membersihkan dosanya maka diperlukan baptisan sebagai pembasuh dosa untuk menuju jalan keselamatan. Sedangkan kelompok yang kedua yang mengimani baptisan sebagai tanda meterai adalah kelompok pecahan dari Katolik yakni Protestan, sebagai besar kalangan Protestan mengimani bahwa baptisan merupakan tanda meterai penganti sunat, walaupun kelompok ini mengumandangkan bahwa keselamatan hanya oleh kasih karunia namun dalam prakteknya mereka masih menerima sebagian besar iman Katolik seperti baptisan sebagai tanda meterai.

 

 
PANDANGAN ALKITAB

 

 
Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Efesus 1: 13

 
Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 2 Korintus 1: 21-22

 
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4: 30

 
Penjelasan Alkitab mengenai siapa pemberi meterai Allah, Siapa penerima meterai Allah, Bagaimana cara menerima meterai Allah dijelaskan secara tepat dan akurat. Alkitab adalah sumber kebenaran absolut, yang pasti, yang tidak boleh ditambah atau pun dikurangi. Iman Kristen yang sehat dibangun di atas pengajaran Alkitab, bukan kesaksian-kesaksian subyektif ataupun aturan-aturan manusia. Orang yang berhikmat dan sehat dalam iman akan mengunakan Alkitab sebagai alat penguji kebenaran atas segala ajaran yang akan diimaninya, oleh sebab itu mari kita uji kebenaran mengenai baptisan tanda meterai, apakah ini adalah iman yang benar atau iman yang salah.

 
Seseorang menerima meterai Allah melalui proses upacara baptisan yang diimani oleh sebagian besar orang Kristen ternyata tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Efesus 1: 13 menyatakan bahwa meterai bukan diberikan melalui proses upacara baptisan melainkan proses seseorang menerima Injil Kristus “…karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN.” Menerima Injil Kristus dengan segenap hati, jiwa , akal budi dan kekuatan merupakan proses seseorang mengalami pemeteraian atau yang di dalam Roma 4: 11 menerima meterai kebenaran, yang bukan berdasarkan pada sunat lahiriah melainkan pada sunat hati.

 
Orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan adalah penganti sunat adalah orang Kristen yang tidak memahami mengenai perkembangan pewahyuan sistem tata ibadah. Di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran tidak ada upacara lahiriah yang mendatangkan janji keselamatan, termasuk baptisan. Pada masa ibadah simbolik Allah mengunakan simbol-simbol lahiriah untuk menyatakan kekudusan dan kebenaranNya. Simbol-simbol lahiriah, termasuk segala macam upacara lahiriah tidak digunakan Allah lagi untuk menyatakan kekudusan dan kebenaran di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran, karena di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran yang diutamakan adalah hati yang telah dikuduskan dan dibenarkan oleh Yesus Kristus (1 Korintus 1: 30, Kolose 2: 16-17).

 
Dalam 2 Korintus 1: 21-22 Allah sendirilah yang memberikan meterai kepada orang-orang kepunyaanNya, “…Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita.” Dalam memberikan meterai, Allah tidak mengunakan perantaran melalui proses baptisan yang diimani oleh sebagian orang Kristen, orang yang mengimani bahwa penerimaan meterai Allah melalui baptisan adalah orang yang mengimani iman yang salah, sebab Alkitab menjelaskan bahwa pada masa ibadah dalam Roh dan kebenaran Allah sendirilah yang memberikan meterai tanpa melalui perantara apapun dan siapapun.

 
Dalam Efesus 1: 13 orang yang menerima meterai dari Allah adalah orang yang telah menerima Injil keselamatan, “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Artinya mereka yang menerima meterai dari Allah adalah mereka yang sudah percaya. Membaptis bayi dengan tujuan mendapatkan meterai Allah adalah sebuah tindakan iman yang salah, yang dihasilkan dari sebuah kesalahtafsiran Alkitab oleh beberapa pemimpin gereja atau organisasi gereja. Oleh sebab itu, adalah lebih baik menguji setiap ajaran sebelum mengimaninya sebagai sebuah kebenaran dalam hidup ( 1 Tesalonika 5: 21).

 
Orang tua yang berpikir bahwa dengan membaptis bayi maka akan mendapat meterai Allah adalah orang tua yang sudah terpengaruh oleh ajaran yang tidak Alkitabiah atau orang tua yang melakukannya karena sebuah tradisi bukan karena mencintai Tuhan. Tindakan demikian menyakitkan hati Allah, seperti ungkapan Tuhan Yesus dalam Markus 7: 6-8, “…Benarlah nubuat Yesaya tentang kami, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku, percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

 
Dapatkah kita mengatakan bahwa bayi yang dibaptis telah dimeteraikan Allah kalau pada akhirnya dia dewasa hingga meninggal tidak pernah menerima Kerajaaan Allah dan kebenaranNya di dalam hidupnya kemudian mati masuk Neraka, adakah milik kepunyaan Allah, yang telah dimeteraikan Allah berada dalam Neraka? Orang yang berhikmat dan berpikiran sehat pastilah bisa memikirkan hal ini dan tidak akan melakukan tindakan iman yang salah. Dalam Efesus 4: 30 menjelaskan bahwa Allah memberikan meterai pada seseorang pada waktu hari penyelamatannya atau pada waktu ia menerima firman kebenaran yaitu injil dalam hidupnya, pada waktu itulah ia diberikan meterai sebagai milik Allah atau mendapat jaminan kepastian masuk Surga. Renungkan dan pikirkanlah kebenaran ini, kawanku 

 

 

Bagi Anda yang ingin belajar kebenaran dan butuh bimbingan silahkan hubungi nomor ini 0821 2419 8797

Harta Karun KEKRISTENAN

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Oct 24, 2014 · 13:05

Motivasi yang murni, moral yang tinggi, dan pengajaran yang benar, adalah harta karun kekristenan sejak diletakkan dasarnya oleh para Rasul. Tiga sukat gandum tersebut adalah nilai kekristenan yang tidak terhingga. Jika kekristenan serius menjaga ketiga harta karun tersebut, maka kekristenan akan tetap bernilai tinggi di mata setiap manusia. Motivasi yang tertuju pada hanya untuk menyenangkan hati Tuhan sambil menyingkirkan semua godaan materi, jasmani dan duniawi, adalah harta karun pertama kekristenan.

13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengar ahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil.3:13-14).

Dengan motivasi yang hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan mengejar panggilan sorgawi, pasti akan menghasilkan moral yang tertinggi. Dan itulah yang telah merubah Rasul Paulus dari seorang penganiaya menjadi seorang yang tanpa balas ketika dianiaya.

Bukan hanya dianiaya tanpa balas, bahkan yang setia menjaga lidah, serta selalu berpikir untuk melakukan hal-hal yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita (Mat.7:12). Sepanjang sejarah kekristenan, moral orang Kristen adalah jati diri kekristenan yang dikagumi semua orang.

Bersamaan dengan motivasi yang murni, moral yang tinggi, adalah pengajaran yang benar (alkitabiah). Firman Tuhan adalah kebenaran (Y oh,-17:17), bahkan Tuhan sendiri adalah kebenaran (Yoh. 14: 6). Pengajaran yang diajarkan dan diterima dengan akal sehat dan didasarkan pada Alkitab, adalah pengajaran yang benar.

Jadi, sesungguhnya tiga harta karun kekristenan; motivasi, moral dan pengajaran yang benar, memiliki efek saling mempengaruhi. Doktrin yang alkitabiah akan menghasilkan moral yang alkitabiah dan motivasi yang alkitabiah demikian sebaliknya.

Tetapi belakangan ini kita melihat gereja tersusupi nabi-nabi palsu yang motivasinya ialah mencari materi. Mereka mengambil seluruh persembahan sebagai milik mereka tanpa ada yang membatasi mereka. Tidak heran kalau banyak pebisnis yang gagal mengalihkan profesi mereka menjadi pebisnis rohani. Dengan bermodalkan cerita seperti yang biasa disampaikannya pada saat ia masih menjadi motivator di bisnis materi, dan ia tambah dengan bumbu ayat-ayat Alkitab, ia berhasil memukau pendengarnya. Sebenarnya sangat gampang mencium pemimpin gereja yang memiliki motivasi tidak murni. Biasanya mereka hanya berhasil menggaet orang-orang yang memang datang ke gereja untuk tujuan materi juga.

Karena motivasi yang tidak murni, selanjutnya pasti membawa efek pada moral. Selanjutnya kita bisa lihat kondisi keluarga Kristen masa kini. Istri ikut besuk sampai tidak memperhatikan suami dan anak, bapak naik-turun Sorga sementara anak keluar-masuk penjara. Di penjara penuh dengan “para rasul” karena Petrus, Paulus, Thomas ada dalam daftar penghuni penjara. Apakah Anda heran?

Orang yang datang kepada Tuhan dengan motivasi yang salah, tidak mungkin menginginkan pengajaran yang alkitabiah. Sebaliknya pengajaran yang alkitabiah akan menyakiti hati mereka. Mereka bukan mau bertobat, melainkan datang ke gereja karena mendengar dari teman-teman mereka bahwa ada berkat (materi), bahkan ada doorprize. Tadinya mereka mau ke dukun gunung Kawi, tetapi kata teman mereka bahwa pendeta anu lebih manjur dari dewa gunung Kawi.

Mudah-mudahan Anda yang membaca tulisan ini adalah orang yang sungguh ke gereja untuk mencari kebenaran. Bukan menyombongkan diri, tetapi Anda bisa bersama-sama kami mengamati bahwa semakin hari telah semakin sulit mendapatkan gereja yang tetap setia memberitakan kebenaran yang berani menanggung resiko dipandang sebagai gereja yang aneh, selain GBIA. Tetapi demi mengasihi Tuhan dan kebenaranNya, kami mau bertahan pada motivasi yang termurni, yaitu yang hanya untuk memuliakan Tuhan, dan menjunjung moral tertinggi, serta kokoh pada pengajaran yang alkitabiah, yang didasarkan pada ayat-ayat Alkitab melalui penelaahan akal sehat.**

Sumber: Dr. Suhento Liauw, Th.D dalam Jurnal Teologi Pedang Roh edisi 81 Oktober-November-Desember 2014

IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU

DANCE SUAT BIBLE CLASS Oct 13, 2014 · 21:10

index.jpeg“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Lukas 7: 50) ucapan ini diucapkan Tuhan Yesus Kristus kepada seorang perempuan berdosa, yang datang kepadaNya untuk menyesali dosa dan mengucap syukur padaNya. Dalam Injil Lukas 7: 37 diceritakan bahwa ketika perempuan berdosa mendengar Tuhan Yesus ada di rumah salah satu orang Farisi, ia mempersiapkan hatinya beserta minyak pualam untuk menyambut Tuhan Yesus. Dan sewaktu bertemu dengan Tuhan Yesus tak henti-hentinya wanita berdosa ini menetaskan air mata, dan dengan air matanya ia menyeka kaki Tuhan Yesus dan mencium serta meminyakinya dengan minyak wangi.

 

 
Perempuan berdosa tersebut tidak mengucapkan sepata-kata pun kepada Tuhan Yesus, air mata penyesalan yang terus membasahi kaki Tuhan Yesus, cium ucapan syukur di kaki Tuhan Yesus Kristus serta meminyaki kaki Tuhan Yesus, itulah yang dilakukan perempuan tersebut. Tuhan Yesus melihat dan merasakan apa yang dilakukan perempuan berdosa tersebut, Ia melihat dan merasakannya sampai ke dalam hati perempuan berdosa tersebut, perempuan berdosa tersebut telah sungguh-sungguh menyesali segala dosanya dan menyambut Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya serta menyerahkan hidupnya bagi juruselamatnya. Hal ini dilihat Tuhan Yesus sebagai sebagai Allah, sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah.

 

 
Perempuan berdosa tersebut terbuang dan tersingkirkan dari antara kaum pilihan, bahkan keberadaannya diantara kaum pilihan dianggap sebagai aib. Dalam Injil Lukas 7: 39, bagi orang Farisi (Kaum Pilihan Allah) perempuan berdosa tersebut dianggap tidak layak dipilih untuk mendapatkan kasih karunia dari apapun yang telah dilakukan dengan imannya. Bagi orang Farisi perempuan berdosa tersebut bukanlah orang yang terpilih, yang layak mendapatkan kasih karunia, perempuan berdosa tersebut seharusnya disingkirkan Tuhan Yesus karena memang ia layak untuk disingkirkan, ia layak binasa karena ia bukan pilihan. Begitulah cara pandang orang Farisi, yang memandang dengan mata jasmani dan dengan hati duniawi.

 
Orang Farisi tersebut melihat perempuan berdosa tersebut dengan cara pandang manusia secara manusiawi, melihat apa yang kelihatan. Namun Tuhan Yesus melihat dengan cara pandang Allah, melihat imannya. Iman yang terbentuk dari pengetahuan, perasaan dan kehendak ; perempuan berdosa tersebut tahu bahwa tindakan yang dilakukannya adalah kejahatan di mata Allah, yang tidak dapat diampuni dengan cara apapun, hanya juruselamatlah yang dapat menyelamatkannya dari hukuman atas kejahatannya tersebut. Ia tahu bahwa Juruselamat itu adalah Tuhan Yesus , ia datang kepada Tuhan Yesus dengan memohon belas-kasih untuk diselamatkan dari hukuman dengan perasaan penyesalan yang sedalam-dalamnya atas kejahatan yang telah dilakukannya, serta kehendak yang bersedia menyerahkan dirinya bagi Tuhan Yesus. Iman yang seperti inilah, yang telah menyelamatkan perempuan berdosa tersebut, perempuan berdosa tersebut mendapat anuggerah pengampunan dari Tuhan Yesus. Atas anuggerah dari Tuhan Yesus Juruselamat, perempuan berdosa tersebut selamat.

 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengalami, apa yang dialami perempuan berdosa tersebut pada saat datang kepada Tuhan Yesus yakni mendengar dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang hidup dengan iman Anda, dan mau menyerahkan diri bagi Kristus dengan ditandai dengan upacara baptisan selam, yang secara simbolik mengakui bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa Anda, dikubur, dan bangkit memberikan hidup kekal bagi Anda? Jika belum, maka Anda perlu mendengar, menerima dan menyerahkan hidup bagi Kristus dengan iman, karena Imanmulah yang menyelamatkan Engkau. “IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU, PERGILAH DENGAN SELAMAT!” Lukas 7: 50. Amin, Maranata!
Oleh: Ev. Dance S Suat

 

 
Selain Artikela di atas untuk menambah pemahaman penulis referensikan untuk membaca buku DR Suhento Liauw, “DOKTRIN KESELAMATAN ALKITABIAH”. Bagi yang ingin berbagi beban doa dan pegumulan atau ingin dilayani secara rohani, silahkan hubungi Ev. Dance S Suat (hp: 0821 2419 8797) atau email ke dance1suyanto.suat@gmail.com. Dan bagi yang berada di kota Kupang, yang ingin menambah pengetahuan iman, silahkan mengikuti kelas sekolah minggu dewasa, yang diselenggarakan secara gratis oleh persekutuan GBIA AGAPE, Kupang-NTT.

 
Pelayanan GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Sekolah Minggu Dewasa: Minggu jam 16 00-17 00 Wita
Kebaktian Minggu Sore: 17 00-18 30 Wita
d/a Hotel Cendana, Lantai 2
Jln Eltari I, Kupang-NTT, hp. 0821 2419 8797

DITARIK OLEH BAPA

DANCE SUAT BIBLE CLASS Oct 11, 2014 · 08:26

imagesYohanes 6: 44-45 menyimpan misteri kerajaan Surga oleh sebab itulah sangat menarik untuk menyingkap misteri kerajaan Surga yang terkandung dalam bagian ini melalui penerangan Roh Kudus. Semua orang yang dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang-orang yang ditarik oleh Allah Bapa, kita tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak pernah menolak seorang pun yang datang kepadaNya, yang menerimaNya sebagai juruselamat dan menyerahkan hidup bagiNya. Tuhan Yesus senantiasa memanggil orang-orang yang berbeban dengan dosa dan dengan pergumulan untuk datang kepadaNya agar memperoleh kelegaan (Matius 11: 28), dan dengan sabar menantikan setiap orang yang ingin datang kepadaNya ( 2 Petrus 3: 9).

 
Dalam Yohanes 6: 44 Tuhan Yesus Kristus menerangkan, bahwa setiap orang yang datang kepadaNya adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa yang mengutusNya. Tarikkan Bapa tidak dilakukan secara diskriminatif, sebab Allah kita adalah Allah yang adil, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran ( 1 Timotius 2: 4). Setiap orang diberikan kesempatan untuk mengalami tarik Bapa, namun tidak semua orang mengunakan kesempatan tersebut untuk mengalami tarikkan Bapa. Hanya orang-orang yang cinta kebenaranlah, yang mengunakan kesempatan mengalami tarikkan Bapa dalam hidupnya untuk dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat manusia.

 
Dalam Yohanes 6: 45 Tuhan Yesus sendiri melanjutkan penjelasanNya bagaimana Bapa menarik seseorang supaya dapat datang kepadaNya. Dalam bagian ini diterangkan bahwa Bapa menarik seseorang melalui mendengar dan menerima ajaranNya. Seseorang yang mendengar dan menerima ajaran dari Allah yang hidup dan benar akan mengalami tarik Bapa. Dalam Injil Matius 5: 6 dikatakan, bahwa berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan, seseorang yang dapat mengalami tarikkan Bapa adalah seseorang yang memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran di dalam hidupnya, rasa lapar dan haus akan kebenarannya akan dipuaskan Allah melalui memperdengarkan ajaran dari Allah yang benar dan hidup, sehingga ia dapat menerima ajaran dari Allah yang hidup dan benar sebagai sebuah kebenaran yang harus diamini di dalam hidupnya.

 

 

Dalam Markus 4: 1-20 menceritakan bahwa Tuhan Yesus membentangkan ajaranNya dengan sebuah perumpamaan kepada orang banyak, namun tidak semua orang diberi pengertian untuk memahami makna perumpamaan yang disampaikanNya. Tuhan Yesus hanya menyingkapkan makna perumpaan tersebut kepada pengikut-pengikutNya dan dua belas muridNya (Markus 4: 10), ini dilakukanNya bukan karena Tuhan Yesus bersikap diskriminatif melainkan tindakan ini merupakan sebuah kebijaksanaan untuk tidak membuang mutiara kepada babi (Matius 7: 6). Banyak orang yang mendengarkan ajaran Tuhan Yesus mengenai perumpamaan, namun tidak semua yang mendengarkan ajaranNya adalah orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran, hanya pengikut-pengikutnya dan dua belas muridNyalah yang memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran. Ini terlihat dari rasa ingin tahu mereka mengenai makna perumpamaan yang telah dibentangkan Tuhan Yesus, mereka rela menunggu dengan sabar untuk mendapatkan penjelasannya, rasa lapar dan haus mereka akan kebenaran dipuaskan Tuhan Yesus Kristus dengan menyingkapkan kepada mereka misteri kerajaan Surga. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang diskriminatif, Tuhan kita adalah Tuhan yang ingin disembah dengan oleh manusia dengan kesadaran dan penuh tanggungjawab.

 
Lidia adalah salah satu dari sekian orang yang mengalami kepuasan rohani dari rasa lapar dan haus akan kebenaran, Lidia mengalami tarik Bapa dalam hidupnya. Dalam Kisah Para Rasul 16: 14-15 dikatakan, bahwa dari sekian banyak pendengar yang mendengarkan penjelasan Rasul Paulus dan Silas, “Tuhan membuka hatinya.” Sekali lagi Tuhan bukannya bertindak diskriminatif melainkan diantara yang mendengarkan penjelasan kebenaran dari Rasul Paulus dan Silas, Lidia adalah wanita yang beribadah kepada Allah diantara penyembah berhala, itu berarti Lidia adalah seorang wanita yang lapar dan haus akan kebenaran sehingga Tuhan memberikan kepuasan kepadanya dengan membuka hatinya untuk menginsafkannya akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16: 8).

 
Lidia insaf akan dosa, kebenaran dan penghakiman sesudah hatinya terbuka mendengarkan penjelasan Rasul Paulus dan Silas mengenai kebenaran. Allah membuka hati Lidia untuk menginsafkannya akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Kedaulatan Allah) dan Lidia menyambutnya dengan insaf akan dosanya, kebenaran dan penghakiman (tanggungjawab manusia). Keinsafan Lidia akan dosannya, kebenaran dan penghakiman, Lidia menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya dan menyerahkan hidupnya bagi Tuhan Yesus Kristus ditandai dengan penyerahan dirinya dibaptis sebagai upacara simbolik pengakuannya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya yang mati untuk dosa-dosanya, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepadanya, tentunya Lidia dibaptis dengan baptisan selam karena hanya baptisan selamlah yang dapat mengambarkan dengan tepat atas kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus.

 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengalami ditarik oleh Bapa? Jika Anda belum mengalami ditarik oleh Bapa, maka Anda harus memiliki rasa haus akan kebenaran dalam hidup. Sehingga Roh Kudus membukakan hati Anda saat mendengarkan kebenaran untuk menginsafkan akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Dan selanjutnya Anda dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus dengan insaf akan dosa Anda, menerimaNya sebagai juruselamat pribadi Anda, yang telah melunasi seluruh dosa Anda dengan jalan mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup bagi Anda. Selanjutnya Anda mau hidup bagiNya dengan jalan mengamini seluruh kebenaran dalam hidup Anda dengan hidup penuh tanggungjawab mengingat akan hari penghakiman.
Oleh: Ev. Dance S Suat

 

 

Catatan: Sebagai referensi tambahan dari artikel ini, Anda dapat membaca buku DR. Suhento Liauw, yang berjudul “MISTERI KERAJAAN SURGA” atau apabila Anda memiliki pertanyaan atau ingin pelayanan Rohani, kirimkan email ke dance1suyanto.suat@gmail.com atau sms ke 082124198797, Anda dilayani oleh Ev. Dance S Suat

 
Informasi untuk Anda yang berada di kota Kupang, Anda dapat mengikuti pelayanan Rohani dalam bentuk kelas Alkitab dan kebaktian di persekutuan di GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Pelayanan GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Sekolah Minggu Dewasa, Minggu jam 16 00-17 00 Wita
Kebaktian Minggu Sore, Minggu jam 17 00 -16 30 Wita
Di Hotel Cendana, Lantai 2
Jln Eltari I atau hubungi 0821 2419 8797

APAKAH YANG HARUS DIPERBUAT, SUPAYA SELAMAT?

DANCE SUAT BIBLE CLASS Oct 9, 2014 · 21:41

imagesKeselamatan dari Allah yang benar tidak diperoleh dengan usaha manusia, tidak juga diperoleh dengan pekerja apapun yang harus dilakukan manusia. Oleh sebab itu, bagi Anda yang merindukan keselamatan dari Allah yang hidup dan benar, Anda tidak perlu bersusah hati untuk memikirkan suatu rencana usaha keselamatan yang dapat mensukseskan Anda memperoleh keselamatan atau Anda tidak perlu berusaha menguras tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan untuk memperoleh keselamatan dari Allah yang hidup, dan benar. Alkitab sebagai firman dari Allah yang hidup, dan benar menyatakan, bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman kepada kasih karunia Allah (Efesus 2: 8-9).

 
Dalam Kisah Para Rasul 16: 30 seorang kepala penjara Filipi yang ingin bunuh diri namun dicegah oleh Rasul Paulus mengajukan sebuah pertanyaan kepada Rasul Paulus dan Silas mengenai upaya apa yang harus dilakukan agar mendapatkan keselamatan dari Allah yang hidup, dan benar (“Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Kisah Para Rasul 16: 30). Apa yang ada di dalam pikiran kepala penjara itu hampir sama dengan pikiran kebanyakan orang mengenai usaha memperoleh keselamatan dari Allah yang hidup dan benar. Memikirkan sebuah usaha atau suatu pekerjaan untuk memperoleh keselamatan merupakan pikiran manusia yang manusiawi, yang dipikirkan oleh kebanyakkan orang. Oleh sebab itulah, manusia membangun usaha untuk memperoleh keselamatan melalui perbuatan baik, amalan atau menjalan ritual ibadah melalui penyiksaan diri seperti bertapa atau dengan usaha membayar surat pengampunan dosa. Kepala penjara Filipi berpikir mungkin Rasul Paulus dan Silas akan member jawaban padanya untuk melakukan salah satu dari sekian banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperoleh keselamatan dari Allah yang hidup dan benar.

 
Dalam Kisah Para Rasul 16: 31 Rasul Paulus dan Silas memberikan jawaban kepada kepala penjara, bahwa ia harus percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, ia akan diselamatkan dan seisi rumahnya. Kepala penjara hanya diminta untuk berkomitmen atau hanya diminta untuk menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus, dan mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat yang akan memberikan keselamatan baginya. Sebuah jawaban yang memberikan pengharapan padanya bahwa ia pun dapat memiliki jalan keselamatan dari Allah yang hidup dan benar. Selanjutnya Dalam Kisah Para Rasul 16: 32 kepala penjara Filipi berserta seisi rumahnya mendengarkan pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Rasul Paulus dan Silas mengenai cara memperoleh keselamatan dari Allah yang hidup dan yang benar yakni dengan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat yang telah mati bagi dosanya dan telah bangkit untuk memberikan hidup yang kekal bagi orang yang percaya (Roma 10: 9-10), serta menyerahkan dirinya bagi Kristus (Galatia 2: 20).

 
Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul 16: 32 sesudah mendengarkan jalan keselamatan yang diberitakan Rasul Paulus dan Silas, kepala penjara menerima Yesus sebagai juruselamatnya dan menyerahkan dirinya pada Tuhan Yesus Kristus dengan baptisan sebagai simbol penyerahan diri pada Tuhan Yesus Kristus yang telah mati, dikuburkan dan bangkit untuk memberikan hidup baginya. Baptisan yang diterima kepala penjara Filipi dan keluarganya, yang menerima dan menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus adalah baptisan selam bukan percik, sebab dengan cara diselamlah simbol mengenai kematian, penguburan dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus disimbolkan secara tepat. Dan baptisan yang dilakukan kepada kepala penjara Filipi dan keluarganya merupakan bentuk penyerahan diri mereka kepada Tuhan Yesus Kristus bukan karena keterpaksaan atau ketidakberdayaan sehingga harus diserahkan oleh orang lain seperti praktek baptisan bayi. Baptisan yang benar hanya dilakukan kepada orang yang menyerahkan diri bukan diserahkan (Kisah Para Rasul 2: 41).

 
Jadi apakah yang harus diperbuat, supaya selamat? Supaya selamat yang harus Anda perbuat ialah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat yang menyelamatkan Anda, dengan cara menyerahkan diriNya disiksa sampai mati tersalib di kayu salib untuk membayar lunas dosa Anda, kemudian dikuburkan dan bangkit untuk memberikan hidup kekal bagi Anda. Dan Anda mau percaya menerimaNya, serta menyerahkan diri bagiNya dilakukan melakukan upacara baptisan yang merupakan symbol penyerahan diri Anda bagi Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat yang menyelamatkan Anda. Selanjutnya Anda harus menjadi anggota jemaat Kristus yang setia melakukan kebenaran dan memberitakan kebenaran kepada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Sudahkah Anda diselamatkan? Jika belum terimalah Tuhan Yesus Kristus sebagai penyelamatmu dan serahkanlah dirimu dibaptis dalam jemaat yang Alkitabiah.
Oleh: Ev. Dance S Suat

Catatan: Sebagai referensi tambahan dari artikel ini, Anda dapat membaca buku tulisan DR. Suhento Liauw, “KAPAN SAJA, SAYA MATI, SAYA PASTI MASUK SURGA.”
Untuk Informasi lebih lanjut atau ingin mendapat pelayanan Rohani silahkan hubungi;
Ev. Dance S Suat (Hp 082124198797)

Bagi Anda di Kota KUPANG, Anda dapat mengikuti pelajaran Alkitab setiap minggu Sore, Jam 4-6 30 Wita di persekutuan GBIA AGAPE di lantai 2 hotel Cendana, Kupang-NTT.
Pelayanan GBIA AGAPE
Sekolah Minggu Dewasa: Jam 16 00-17 00 Wita
Kebaktian Minggu Sore: Jam 17 00-18 30 Wita

WORLD VISION KINI MENERIMA “PERNIKAHAN” SESAMA JENIS

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Jun 5, 2014 · 19:35

Dalam suatu tanda zaman yang luar biasa jelas, World Vision cabang Amerika kini akan mempekerjakan “orang-orang Kristen gay yang sudah menikah secara legal” (“World Vision,” Christianity Today, 24 Mar. 2014). World Vision, suatu organisasi “kemanusiaan Kristen,” mendapat lebih dari satu milyar dolar dalam pemasukan pada tahun 2013, dalam misinya untuk “membereskan penyebab-penyebab kemiskinan dan ketidakadilan.” Presiden dari World Vision AS, Richard Stearns, mengatakan bahwa aturan baru ini “membuat kebijakan kita lebih konsisten dengan praktek kita dalam isu-isu kontroversial lainnya.” Dia berharap bahwa mengabaikan isu-isu seperti perceraian/pernikahan kembali, baptisan, gembala-gembala wanita, dan kini “pernikahan sesama jenis,” akan meningkatkan persatuan Kristen. Dia bahkan berani untuk mengklaim bahwa “ini bukan berarti mendukung pernikahan sesama jenis.” Dia mengatakan bahwa World Vision bisa membuat aturan baru seperti ini karena mereka adalah organisasi para-church (organisasi bukan gereja, tetapi yang membantu gereja-gereja), dan tidak bertanggung jawab mengenai isu-isu yang berkaitan dengan doktrin Alkitab dan praktek gereja.

Namun perintah Alkitab seperti dalam Yudas 1:3 dan Roma 16:17 ditujukan kepada semua orang percaya, dan ketaatan kepada perintah-perintah ini tidak dapat dihindari dengan mengklaim berfokus kepada tujuan-tujuan terbatas, seperti keadilan sosial, keluarga, penginjilan masal, atau penciptaan. Masalah dasar di sini adalah bahwa organisasi-organisasi para-church tidak memiliki otoritas dalam Perjanjian Baru. Setiap pelayanan seharusnya berada di bawah pengawasan dan disiplin dari suatu jemaat Perjanjian Baru yang sehat, yang adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim. 3:15). Lebih jauh lagi, Amanat Agung Kristus tidak menyuruh kita untuk mengubah dunia melalui pekerjaan sosial. Para Rasul dan jemaat-jemaat abad pertama tidak berusaha mengubah kondisi sosial ekonomi dari kerajaan Romawi. Amanat Agung Tuhan tidak terbatas pada satu, dua, atau tiga objektif yang terbatas, seberapa pun bagusnya hal-hal itu dalam diri mereka sendiri. Waktunya sepertinya sudah sangat sempit, dan kebutuhan paling mendesak adalah mendirikan jemaat-jemaat Perjanjian Baru yang sehat yang 100% dipersiapkan untuk memenuhi Amanat Agung Kristus sebagaimana tercantum dalam Matius 28:18-20; Markus 16:15; Lukas 24:44-48; Yohanes 21:15-17; dan Kisah Para Rasul 1:8. World Vision bisa bicara seenaknya tentang bagaimana mereka tidak berkompromi. Orang-orang yang sungguh percaya Alkitab tahu bahwa itu omong kosong. World Vision sendiri adalah penggenapan dari 2 Timotius 4:2-3. Keputusan World Vision juga adalah konsekuensi logis dari kesesatan pengajaran “dalam hal-hal esensial kita bersatu” (dan dalam hal-hal yang “kurang” esensial kita boleh macam-macam). Kita akan menyaksikan lebih banyak lagi orang-orang atau organisasi “Kristen” yang berkompromi dalam hal homoseksualitas ataupun hal-hal lain, karena mereka tidak mengikuti Alkitab dan  melakukan separasi. (Berita Mingguan GITS 29 Maret 2014, sumber: http://www.wayoflife.org)

BUKAN IMAN DIKARUNIAKAN UNTUK SELAMAT MELAINKAN KASIH KARUNIA DIKARUNIA UNTUK SELAMAT

DANCE SUAT BIBLE CLASS May 1, 2014 · 23:20

 

 

dd

Kasih karunia adalah pemberiaan anuggerah dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah kedudukannya. Dalam bahasa yunani kata yang sering digunakan untuk mengacu pada kasih karunia adalah xaris yang berarti kasih karunia, juga bisa berarti pengampunan. Sedangkan dalam kekristenan manusia yang diselamatkan adalah manusia yang memiliki kasih karunia dari Allah tanpa kasih karunia dari Allah tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan dari kebinasaan.

Dalam kekristenan terjadi perbedaan pandangan mengenai anuggerah yang diberikan Allah kepada manusia. Pandangan pertama mengatakan bahwa anuggerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah iman, pandangan kedua mengatakan bahwa anuggerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah pengampunan dosa manusia. Orang kristen pada umumnya percaya bahwa kebenaran yang sejati adalah kebenaran yang absolut, maka orang kristen yang sejati hanya memengang satu kesimpulan yang benar dari dua pandangan yang berbeda sebagai kebenaran atau jika pandangan pertama benar, maka pandangan kedua salah sebaliknya demikian juga bila pandangan kedua benar maka pandangan pertama salah. Sehingga untuk mendapat kesimpulan yang benar perlu sebuah perbandingan dengan Alkitab sebagai dasar kebenarannya.

 

 

I. Menguji Kealkitabiahan Iman Dikaruniakan Untuk Selamat

 

 

Pandangan pertama yang mengatakan bahwa anuggerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah iman sangat menyakini, bahwa orang-orang yang diberikan anuggerah iman adalah orang-orang yang sudah ditentukan Allah selamat sebelum dunia diciptakan, oleh sebab itu siapapun yang telah ditentukan untuk menerima anuggerah tidak dapat menolaknya. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak diberikan anuggerah iman adalah orang-orang yang ditentukan Allah sebelum dunia ciptakan untuk binasa dan orang yang ditentukan binasa tidak dapat menolak untuk binasa. Penganut pandangan pertama dikenal dalam kekristenan sebagai penganut CALVINISME atau kelompok yang percaya bahwa manusia selamat karena Allah yang menentukkan sebelum dunia diciptakan dan manusia binasa karena Allah yang menentukkan untuk binasa sebelum dunia diciptakan atau Allah dalang kebaikan dan Allah juga dalang kejahatan.

 
Untuk mengetahui kealkitabiahan pandangan pertama seseorang perlu mengetahui definisi iman menurut Alkitab. Menurut Alkitab “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11: 1). Dari definisi iman yang diberikan Alkitab seharusnya seseorang sudah dapat menyimpulkan, bahwa apakah iman dikaruniakan Allah ataukah iman merupakan bagian dari respon seseorang terhadap sesuatu yang diyakininya. Jika iman dikaruniakan Allah untuk selamat maka seharusnya setan-setan pun dapat diselamatkan karena Alkitab mengatakan bahwa setan-setan percaya atau beriman pada Allah dalam Yakobus 2: 19, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” Jika pandangan pertama atau pandangan CALVINISME benar maka secara implist orang-orang yang memegang pandangan iman dikaruniakan untuk selamat mengakui bahwa setan-setan pun dapat selamat.

 
Dikaruniakan berarti diberikan dengan cuma-cuma atau pemberian yang tidak melibatkan jasa atau perbuatan baik orang yang menerima pemberian. Apabila mengacu pada definisi iman, maka iman bukanlah sesuatu yang diberikan Allah dengan cuma-cuma sebab iman melibatkan respon manusia atau tanggungjawab manusia atas sesuatu yang diyakini. Oleh sebab itu jika pandangan pertama benar, maka manusia diselamatkan bukan karena dikaruniakan melainkan karena adil manusia sebab iman melibatkan respon atau tanggungjawab manusia.

 

 
Saya menolak pandangan ini, yang mengatakan bahwa manusia diselamatkan karena dikaruniakan iman, sebab pandangan ini secara implist tidak mengakui bahwa keselamatan manusia adalah pemberiaan Allah secara cuma-cuma tanpa melibatkan jasa atau perbuatan manusia. Sebab Alkitab mengatakan bahwa manusia diselamatkan karena kasih karunia bukan hasil usaha melainkan pemberian Allah; “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri” (Efesus 2: 8-9). Dan pandangan ini juga menempatkan bahwa orang yang binasa karena Allah yang menentukan binasa tanpa dapat menolak penetapan Allah atas kebinasaannya atau Allahlah penyebab dari kebinasaan manusia, pandangan ini bertentangan dengan ayat Alkitab dalam Roma 2: 5 yang mengatakan bahwa manusia binasa oleh karena kekerasan hati yang tidak mau bertobat bukan karena ditentukan Allah sebelum dunia ciptakan untuk binasa.

II. Menguji Kealkitabiah Kasih Karunia Dikaruniakan Untuk Selamat

Untuk mengetahui kealkitabiahan pandangan ini, maka harus memahami kasih karunia menurut Alkitab. Kasih karunia atau anuggerah yang dimaksud Alkitab ialah pemberiaan Anak tunggal Allah kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosanya; Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3: 16) “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1: 21).

 
Pemberian anak tunggal Allah yakni Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dari dosa adalah kasih karunia yang tidak melibatkan manusia yang menerima kasih karunia atau hal ini adalah inisiatif Allah untuk menyelamatkan manusia, yang mustahil dapat dilakukan manusia melalui usaha atau perbuatan baiknya. Manusia yang berdosa tidak dapat menyelesaikan dosanya dengan perbuatan baik (Roma 10: 12) atau dengan Ibadah (Yesaya 64:6) atau dengan usaha (Efesus 2: 8-9), Yesus Kristus manusia yang tidak berdosa ( 1 Petrus 2: 22) yang dikaruniakan Allah kepada manusia untuk membereskan dosa manusia sehingga manusia yang berdosa dapat bebas dari dosa dengan cara menerima karunia Allah melalui iman; “…semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1: 12) “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh” (1 Petrus 3: 18).

 
Kasih karunia Allah dikaruniakan kepada semua manusia, namun yang diselamatkan oleh kasih karunia adalah orang-orang yang menerima kasih karunia melalui iman, sedangkan orang-orang yang tidak diselamatkan adalah orang-orang menolak kasih karunia Allah; “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1: 11-12) “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yohanes 3: 36).

 
Jadi Iman merupakan sarana seseorang menerima atau menolak sebuah keyakinan atau iman merupakan bagian dari tanggungjawab merespon suatu keyakinan atau menolak suatu keyakinan. Iman bukanlah karunia Allah yang dapat menyelamatkan manusia sebaliknya kasih karunia Allah yang dikaruniakan untuk menyelamatkan manusia, iman merupakan sarana yang digunakan manusia menerima kasih karunia Allah yang dikaruniakan atau menolak kasih karunia Allah yang dikaruniakan. Itulah sebabnya walaupun setan-setan beriman bahwa Allah ada namun tidak diselamatkan karena kasih karunia Allah tidak dikaruniakan kepada setan-setan untuk selamat melainkan dikaruniakan kepada manusia untuk selamat.

 

 

III. Kesimpulan

 

Saya menolak pandangan pertama, yang mengatakan bahwa iman dikaruniakan untuk selamat, sebab pandangan ini sangat tidak singkron dengan kebenaran Alkitab dan cendrung menempatkan Allah sebagai penjahat dan menempatkan manusia punya andil dalam keselamatan atau keselamatan yang diperoleh manusia merupakan kerja sama antara Allah dan manusia bukan pemberian Allah semata-mata.
Saya adalah penganut dan pendukung pandangan kedua, yang mengatakan bahwa kasih karunia dikaruniakan untuk selamat. Sebab saya yakin bahwa orang-orang yang binasa adalah orang-orang yang menolak kasih karunia Allah bukan karena Allah yang menetapkan sebelum dunia diciptakan dan saya yakin bahwa saya sudah diselamatkan sebab dengan iman saya menerima kasih karunia Allah yang telah dikaruniakan Allah, bukan karena usaha atau jasa melainkan karena kemurahan Allah.

MENGUCAP SYUKUR ATAS NATAL KRISTUS

DANCE SUAT BIBLE CLASS Dec 25, 2013 · 19:22

 

 

images

 

Walaupun kisah kelahiran Kristus tidak dicatat oleh semua Injil sebagaimana kisah kematianNya, namun sejak kekristenan kafir menetapkan tanggal 25 sebagai hari lahir Kristus, perayaan kelahiran Kristus menjadi momen yang gemerlap dan penuh dengan pesta pora duniawi. Pesta peringatan mengenai kelahiran Kristus dilebih-lebihkan dengan menampilkan simbol-simbol kekafiran seperti; pohon Natal, Sinterklass, lilin natal dan segala kemegahan pesta duniawi, yang dapat mengalihkan pesan natal Kristus yang sesungguhnya.

 
Fakta bahwa Yesus tidak dilahirkan tanggal 25 desember merupakan fakta yang tidak terbantahkan oleh pengakuan beberapa ensyklopedia dan bukti Alkitab sendiri (Untuk tahu lebih jelas mengenai hal ini, silahkan baca Artikel terdahulu saya yang berjudul Natal 25 Desember Tradisi Gereja Bukan Ajaran Alkitab). Kristus tidak pernah memerintahkan kepada pengikutNya untuk merayakan hari lahirNya pada bulan dan tanggal tertentu dan Alkitab pun tidak pernah mencatat mengenai tanggal dan bulan kelahiran Kristus, sehingga bukanlah suatu masalah bila seseorang menyatakan ucapan syukur atas kelahiran Kristus pada tanggal dan bulan tertentu tanpa menskralkan momen tersebut.

 
Orang Kristen sejati tidak merayakan Natal Kristus dengan simbol-simbol kekafiran seperti pohon Natal, Sinterklass, Lilin Natal dan selebrasi kekafiran lainnya. Melainkan orang Kristen sejati mengucap syukur atas Natal Kristus ke dunia, melalui Natal Kristus dunia mendapatkan kelepasan dari dosa, mengucap syukur karena janji Allah mengenai juruselamat digenapi.
Dua Injil yang mencatat mengenai kisah kelahiran Yesus Kristus yakni Injil Matius dan Injil Lukas. Dari dua Injil ini Allah menyampaikan dua pesan kepada dunia, yakni melalui orang Majus di dalam Injil Matius dan para gembala di dalam Injil Lukas.Melalui para Majus Allah ingin manusia mengakui Yesus sebagai RAJA (emas bentuk persembahan kepada raja), IMAM (kemenyan bentuk pengangkatan Imam), PENEBUS (mur bentuk pembalseman mayat). Kristus Raja, Imam dan Penebus itulah pesan yang disampaikan Allah melalui para Majus kepada dunia. Sedangkan melalui para gembala Allah menyatakan kepada dunia, bahwa Yesus bukan juruselamat untuk kaum tertentu melainkan untuk seluruh bangsa (Lukas 2: 10).

 


Kristus Juruselamat dunia itulah pesan injil Lukas. Sedangkan Kristus Raja, Imam dan Penebus bagi yang mempersembahkan diri kepadaNya itulah pesan Natal dalam Injil Matius. Hanya orang yang mengakui Kristus sebagai juruselamat dan mempersembahkan diri untuk mengakui Yesus sebagai raja, imam dan penebus di dalam hidupnyalah yang berbahagia atas Natal Kristus. Orang yang demikian akan mewartakan Yesus Juruselamat, Raja, Imam dan Penebus kepada sesamanya saat mengucap syukur dalam momen Natal Kristus tanpa simbol dan selebrasi kekafiran.

 
Melalu catatan ini, saya mengajak semua orang Kristen di dunia untuk memanfaatkan tanggal 25 desember sebagai momen mengucap syukur atas Natal Kristus dan membagikan pesan Natal yakni; Yesus Juruselamat, Raja, Imam dan Penebus, kepada keluarga, sesama, serta mewartakanNya kepada dunia tanpa simbol dan selebrasi kekafiran.

Selamat Natal 2013
Ev. Dance S Suat, M.B.S.

Mantan Presiden Fuller Seminary Menyuruh Orang Kristen Untuk Bekerja Sama dengan Mormon

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Dec 4, 2013 · 10:41

Mantan Presiden dari Fuller Theological Seminary tampil di Utah Valley University pada hari Jumat, dan berbicara kepada ratusan orang tentang kepercayaannya bahwa orang Kristen dan orang Mormon harus berfokus pada persamaan dan “bekerja sama demi kebajikan.”

Dr. Richard Mouw menjabat sebagai presiden dari Fuller Theological Seminary yang bertempat di Kalifornia selama 20 tahun, sampai akhirnya dia kembali ke posisinya sebagai Profesor Iman dan Kehidupan Publik tahun ini. Mouw terkenal di kalangan Injili sebagai seorang pembela Mormon – yaitu mengklaim bahwa Mormonisme bukanlah bidat – dan mencoba untuk membangun jembatan dan persahabatan dengan kaum Mormon, yang menyebut diri Orang-Orang Kudus Akhir Zaman (LDS – Latter Day Saints).

“Saya sekarang yakin bahwa kami para Injili telah secara serius salah merepresentasikan kepercayaan dan praktek-praktek komunitas Mormon,” dia katakan pada tahun 2004 di Mormon Tabernacle di Salt Lake City. Dia juga menegaskan bahwa orang-orang Kristen telah “bersaksi dusta” tentang doktrin Mormon. “Izinkan saya untuk menyatakannya dengan tegas kepada orang-orang LDS di sini: kami telah berdosa terhadap kalian.”

Pada hari Jumat yang baru lewat ini, Mouw mengutarakan kembali kepercayaannya itu, sambil berbicara kepada kerumunan orang di LDS Institute of Religion, yang terletak di kampus universitas tersebut. “Kaum Injil dan Mormon memiliki banyak yang bisa diperbincangkan dan banyak yang bisa dibagikan tentang pengharapan yang ada pada kita,” dia nyatakan. “Kita perlu bekerja sama, belajar satu sama lain, dan bersaksi tentang pengharapan yang bersinar dari dalam diri kita.”

“Jika kita semua berkata, ‘Berikan saya Yesus,’ semua perbedaan [kita] akan menghilang menjadi kejanggalan akademis saja yang tidak penting dibandingkan keinginan kita untuk bekerja sama demi kebajikan,” lanjut Mouw.

Menurut Deseret News, dia memberitahu hadirin bahwa orang-orang Kristen sering mengabaikan persamaan yang dimiliki dengan orang Mormon. “Kami orang Injili telah sering berfokus kepada asal muasal Kitab Mormon dan pertanyaan mengenai otoritas kenabian Joseph Smith,” dia berkaa, “tetapi kami tidak memperhatikan isi dari Kitab Mormon.” Mouw juga berkata bahwa dia sering memutar sebuah khotbah oleh Penatua Mormon, Jeffrey R. Holland, kepada murid-muridnya untuk memperlihatkan mereka persamaan antara Mormon dan Injili.

“Saya mempertunjukkan khotbah itu kepada murid-murid di Fuller,” dia menjelaskan. “Mereka memberitahu saya bahwa kalau mereka tidak tahu itu adalah khotbah seorang Mormon, mereka bisa jadi berpikir itu Billy Graham.”

Apa yang dilakukan oleh Richard Mouw adalah sangat berbahaya dan juga sangat salah. Pertama, ada perbedaan yang besar sekali antara Injil menurut Mormon dan Injil menurut Alkitab. Walaupun Mormon sering memakai istilah-istilah yang alkitabiah, tetapi mereka memaksudkan hal yang berbeda. Joel Groat, Direktur Pelayanan di Institute for Religious Research, telah memberitahu Mouw tentang doktrin Mormon yang sebenarnya. “Ketika mereka berbicara tentang kuasa penebusan Kristus, Mormonisme menawarkan sesuatu yang jauh berbeda, karena bagian dari penebusan menurut Mormon adalah memungkinkan manusia untuk mencapai keilahian yang identik dengan Keilahian Allah Bapa sekarang. Ini paket dari pengajaran inti Mormon bahwa Allah dulunya manusia seperti kita. Dan sebagai manusia dia bekerja dan meningkat dengan cara mengikuti hukum-hukum dan aturan-aturan, sampai mencapai tingkat ilahi. Dan sekali Ia sampai tingkat ilahi, Ia dapat melahirkan anak-anak rohani. …Dan kini Dia menawarkan kepada kita, melalui karya penebusan Kristus, kesempatan untuk menjadi ilah-ilah sama seperti Dia dan melanjutkan proses itu.” Jadi, pengajaran Mormon, walaupun menggunakan bahasa yang mirip Injil, adalah kesesatan yang sama sekali bertentangan dengan Alkitab, dan merupakan lanjutan dari kebohongan Iblis kepada Hawa di taman Eden: kamu akan menjadi Allah.

Kedua, orang yang sungguh beriman tidak diperbolehkan oleh Tuhan untuk bekerja sama dengan penyesat “demi suatu kebaikan.” Pemikiran manusia mungkin menganggap ini sebagai hal yang menguntungkan, tetapi Firman Tuhan jelas: “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi” (Titus 3:10). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?” (2 Korintus 6:14-16). “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (2 Yoh. 9-11). Ini disebut sebagai doktrin separasi dalam Alkitab. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Roma 16:17).

Ketiga, adalah salah untuk mementingkan hasil sementara di dunia ini dibandingkan dampak rohani di kekekalan. Bekerja sama dengan penyesat, seperti Mormon, bisa sama mencapai target politis atau sosial tertentu, tetapi berapa banyak jiwa yang akan masuk ke neraka karena kesesatan bidat tersebut. Richard Mouw dan siapapun yang tidak mau menjalankan separasi akan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Tuhan.

(Berita Mingguan GITS 23 November 2013, sumber: http://www.christiannews.net)

Radio Kristen Internet – Radio Berita Klasik

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE Jun 7, 2012 · 14:25
Manusia diselamatkan oleh iman (Ef.2:8-9), dan iman timbul dari pendengar akan firman Kristus (Rom. 10:17). Oleh sebab itu agar sebanyak mungkin orang diselamatkan, maka kita harus tak henti-hentinya mendengungkan firman Kristus. Bahkan Rasul Paulus mengatakan bahwa kita harus melakukan itu baik ataupun tidak baik waktunya. Kerena kebutuhan untuk mendengungkan firman Kristus dengan jangkauan yang seluas mungkin, GRAPHE Ministry berdoa meminta radio pemancar kepada Tuhan. GRAPHE Ministry menginginkan sebuah stasiun radio yang lain dari yang lain, yaitu yang melantunkan musik yang menyenangkan hati Tuhan disertai dengan pemberitaan firman yang murni dengan doktrin yang alkitabiah secara tegas tanpa kompromi. Tuhan memberkati anggota jemaat GRAPHE sehingga bisa terwujud sebuah stasiun radio yang kami beri nama Radio Berita Klasik (RBK). Kita tahu bahwa sekalipun disampaikan berbagai berita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia , namun berita utama dan berita yang paling klasik (bernilai) adalah berita tentang Sang Juruselamat. Dengan gelombang AM/MW 282 Khz, Jangkauan RBK hanya sekitar JABODETABEK, walaupun ada bagian dari propinsi Lampung yang dapat menangkap sinyal Radio Berita Klasik. http://klikhost.com/kp2/player.swf Jika anda kebetulan dalam radius jangkauan RBK, nikmati penyampaian firman Tuhan yang alkitabiah dari kamar tidur anda. Jika anda tidak dapat menangkap sinyal Radio Berita Klasik karena ada di kota yang berbeda silakan memperdengarkan radio kristen internet Radio Berita Klasik Online melalui Internet Radio Player ini. Semoga memberkati !

JANGANLAH KAMU MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA INI

Kupas Tuntas Gerakan EKUMENE May 15, 2012 · 03:51

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:1-2). Ini adalah salah satu bagian Kitab Suci yang paling praktis berkaitan dengan separasi dari dunia. Menjadi serupa berarti dipadatkan ke dalam suatu cetakan, dibentuk sesuai dengan suatu gambar. Bahasa Yunaninya adalah suschematizo, yang adalah akar kata dari kata “skematik,” yaitu suatu denah atau gambaran atau perwakilan dari suatu objek. Ilah dunia ini mendesain skematik bagi sistem dunia yang jahat ini (Ef. 2:1-3). Dunia sangatlah agresif dan menarik. Ia mau membentuk hidup kita sesuai dengan standarnya, fashion-nya, entertainment-nya, prinsip-prinsipnya, filosofi-filosofinya, dan musiknya. Anak-anak Allah perlu berdiri teguh melawan tekanan kompromi dunia dalam setiap area hidupnya. Kita harus ingat bahwa dunia tidak mengasihi kita dan dunia tidak memiliki hikmat. Mengikuti jalan dunia adalah bodoh dan berpikiran pendek. Allah mengasihi kita dan Allah adalah hikmat, dan jalan-jalanNya adalah benar dan baik dan kekal. Roma 12:1-2 tidak hanya menasihatkan kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi juga menjelaskan bagaimana kita bisa menang atas dunia. Pertama, jalan kepada kemenangan atas dunia adalah memiliki hubungan pribadi yang rela berkorban, total, dan berapi-api dengan Yesus Kristus, sebagaimana kita lihat di ayat 1. Alasan mengapa begitu banyak orang Kristen muda tertangkap oleh dunia adalah karena mereka tidak pernah dilahirbarukan atau mereka belum pernah secara penuh berserah kepada Kristus dan mereka tidak menjalani hidup bersamaNya dalam persekutuan intim setiap hari. Kedua, jalan kemenangan atas dunia adalah mengubah hidup seseorang melalui pembaharuan pikirannya. Tekanan di dalam diri seseorang untuk menolak dunia haruslah lebih besar daripada tekanan dari luar untuk menjadi serupa, dan tekanan internal ini berasal dari Firman Allah dan Roh Allah. Orang percaya yang memenuhi hati dan pikirannya dengan Kitab Suci, bukan hanya sebagai suatu kebiasaan yang sia-sia, tetapi sebagai suatu jalan hidup yang berarti, akan memiliki hikmat dan kuasa untuk menolak dunia. Ketiga, jalan kemenangan atas dunia adalah melalui mengejar kehendak Allah yang sempurna. Objek yang sedang bergerak tidak mudah dihentikan. Jika orang percaya mengejar kehendak Allah dengan bersemangat dalam hidupnya, dan sibuk melayani Allah yang antusias, dia tidak akan mudah dikesampingkan oleh kesia-siaan dunia ini. (Berita Mingguan GITS 12 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw, Th.D)

Penganiayaan Kaum Protestant

books

oleh Dr. David Cloud (Penerjemah: Dr. Steven Liauw) Walaupun para Reformator Protestan dari abad ke-16 hingga abad ke-18 menuntut kebebasan beragama dari Gereja Roma Katolik, dalam banyak kasus mereka tidak memberikan kebebasan itu kepada pihak lain. Ini adalah fakta yang jarang diceritakan dalam pelajaran sejarah gereja, sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa kaum Protestan dari era Reformasi menganiaya kaum Baptis dan pihak-pihak lain yang berbeda dengan mereka. sejarahmartir.wordpress.com

Start ReadingPenganiayaan Kaum Protestant

Jejak Darah: Melacak Jejak Kekristenan Sepanjang Abad

books

Sejarah Gereja Baptis Sejak Jaman Kristus, Sang Pendiri, hingga Saat Ini. BUKU KECIL INI diadakan untuk memperkenalkan sejarah yang tidak banyak dikenal dari para SAKSI SETIA dari Tuhan Yesus yang sebagai anggota GEREJA YANG DIDIRIKAN YESUS, "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." Wahyu 12:11. Saya akan menghargai untuk mendengar darimu dan saya minta bantuanmu meneruskan pesan-pesan ini kepada generasi muda kita dan yang lainnya. Beritahu mereka fakta sejarah yang indah yang dituliskan di buku ini. Sarankan mereka untuk memesannya. Akan sangat membantu dalam pembelajaran seperti kelas-kelas di BTU, WMU dan organisasi lainnya.

Start ReadingJejak Darah: Melacak Jejak Kekristenan Sepanjang Abad

Kisah Para Martir

books

Terjemahan Foxe's Book of Martyrs. Mengisahkan para pahlawan iman yang membiarkan dirinya dibunuh dibakar dibantai demi mempertahankan iman kebenaran https://sejarahmartir.wordpress.com/

Start ReadingKisah Para Martir
denny.wordpress.com